Perlunya Sikap ‘Diam’ menurut Quraish Shihab

Perlunya Sikap ‘Diam’ menurut Quraish Shihab

Jakarta, Warta Batavia

Bersikap diam kadang dibutuhkan manusia dalam keadaan tertentu. Bahkan sikap ini dianjurkan oleh agama bagi warga umum. Apalagi waktu kontroversi dan kegaduhan kerap terjadi di media sosial. sebagian besar tidak menuntaskan problem, tapi malah mempruncing masalah karena berkata apa yang tidak diketahui dan dipahaminya.

Terkait sikap tersebut, Quraish Shihab menguraikan bahwa kelapangan dada ialah hiasan. Tengah diam pada tempatnya ialah keamanan.

“Sebab itu bila Anda berbicara jangan bertele-tele. Cuma sekali orang menyesal sebab diam. Tetapi siapa yang banyak bicara, menyesalnya beberapa kali,” ucap Quraish Shihab dalam program Mutiara Hati SCTV.

Quraish Shihab juga mengungkap bahwa bicara masa Saat ini, tidak cuma melalui lidah seseorang, akan tetapi juga lewat sebuah tulisan.

“Ada orang berkata, diam ialah emas dan berbicara ialah perak. Itu jika bicaranya pas. jika tidak, maka hati-hatilah,” ujar Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) ini. 

Quraish Shihab mengatakan dengan tegas bahwa banyak yang terjerembab di neraka sebab lidahnya dan waktu ini tentu sebab jari-jarinya lewat info bohong, fitnah, caci maki, dan kebencian yang diciptakan serta disebarkan di media sosial. 

Penulis Tafsir Al-Misbah ini menjelaskan, untuk saban info yang akan disampaikan pada tuntunan agama Penting diuji. Pada waktu info tersebut dapat dibenarkan, maka tahan dulu untuk merenungkan dampaknya.

READ
Surat Al-Baqarah Ayat 11

Apabila info tersebut tidak menimbulkan dampak buruk, maka diusulkan lagi pada pertimbangan nalar untuk memperoleh pembenarannya.

“Jikalau nalar memperkenankan, maka kita boleh menyampaikan info. Tetapi pertimbangkan apakah itu akan dishare untuk umum atau cuma untuk orang tertentu. Itulah rumus agama menyangkut info,” tegas Quraish Shihab. 

Menurut dia, seandainya info tidak sesuai dengan rumus seperti di atas, maka diam ialah rumus yang pas dan benar. 

Sikap diam juga identik dengan rasa tenang. Ia mengungkap pengalaman seorang bijak yang amat merindukan Kedamaian. “Saya merindukan Kedamaian, maka saya tidak akan mendapatkannya kecuali meninggalkan apa yang bukan urusanku,” katanya. 

Pada waktu dia merasa terasing di bumi, lanjut Quraish Shihab, orang bijak ini menjelaskan bahwa dirinya merasa jauh lebih terasing waktu berkumpul di tengah Sahabat yang negatif. 

“Dan saya menemukan tiada yang lebih sulit dikalahkan daripada lawan kategori yang berperangai negatif,” ucapnya. 

Lalu dia berkata, “Dan saya melihat untuk semua yang merendahkan manusia, lalu kutemukan, tiada yang lebih merendahkannya melebihi rasa butuh.”

Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Abdullah Alawi

Perlunya Sikap ‘Diam’ menurut Quraish Shihab
Sumber: NU-Online

loading...

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *