Kategori
Berita

PGRI Teluk Bintuni adakan aksi ngambek mengajar

Manokwari (ANTARA) – Ratusan guru kontrak dan Kepala Sekolah dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, mengumumkan sikap ngambek mengajar semenjak 13 Mei 2022, dan mendesak Pemerintah cepat mewujudkan 5 poin tuntutan aksi tersebut.

 

Ketua PGRI Kabupaten Teluk Bintuni Simon Kambia yang dikonfirmasi, Sabtu, membenarkan aksi ngambek mengajar Adalah pilihan terakhir ratusan guru kontrak bersama-sama PGRI daerah itu untuk mendesak Pemda Teluk Bintuni menuntaskan gaji guru kontrak yang belum dibayar.

 

Ia menjelaskan 5 poin tuntutan dalam aksi ngambek mengajar itu menyangkut tunggakan 3 bulan gaji guru kontrak di tahun 2021 yang belum diberi Pemda Teluk Bintuni, ketidakjelasan penetapan surat keputusan bagi guru kontrak baru tahun 2022.

 

 

“Kami juga ingin memotivasi adanya keseriusan pengurusan guru yang sudah dinyatakan lolos PPPK baik di tahap 1 maupun tahap 2 oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Teluk Bintuni,” ujarnya.

 

Berikutnya, PGRI mempersoalkan realisasi Dukungan Operasional Pendidikan (BOP) tahap IV tahun 2021 dan BOP tahap 1 di tahun 2022 yang bersumber dari biaya Otonomi Spesial.

 

“Banyak program sekolah tidak dapat dijalankan secara maksimum sebab ketidakjelasan realisasi BOP tahap 4 tahun 2021 dan BOP tahap I di tahun sekarang,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan tuntutan terakhir dalam aksi ngambek mengajar itu, PGRI bersama-sama para guru kontrak mempersoalkan tekad bulat Pemerintah Daerah kepada Program Sekolah Penggerak.

 

“Aksi ngambek mengajar Ini Adalah usaha terakhir kami dengan pernyataan bersama-sama  antara PGRI bersama-sama perwakilan kepala sekolah, dan guru kontrak untuk tidak mengajar sampai ada kepastian penjelasan dari Pemda Teluk Bintuni,” ujarnya.

 

Pada Peluang terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Teluk Bintuni, Albertus Anofa tatkala dikonfirmasi belum merespons melalui sambungan telepon Sabtu siang.

BACA JUGA :   Joko Widodo Bicara Tahapan Pemilihan Umum 2024: Menteri Fokus Kerja Masing-masing

 

sebelum ini pada Selasa (15/3), Dikpora Kabupaten Teluk Bintuni sudah melaksanakan perjumpaan bersama-sama perwakilan guru kontrak dan pengurus PGRI sesudah aksi pemalangan Kantor Dikpora Kabupaten Teluk Bintuni.

 

Dalam perjumpaan itu, Kepala Dikpora Albertus Anofa menerangkan sejumlah halangan yang dihadapi oleh Dinas sampai penyebab keterlambatan realisasi BOP tahap IV tahun 2021 dan realisasi BOP tahap I 2022.

 

“Masalah pembayaran gaji guru kontrak selama 3 bulan (Oktober, November, Desember 2021), telah kami upayakan dan akan berkoordinasi agar secepatnya dibayar.

 

Pewarta: Hans Arnold Kapisa
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.