Pidato Komprehensif Ayatullah Khamenei: Israel ialah Virus Yang Wajib Diperangi

Pidato Komprehensif Ayatullah Khamenei: Israel ialah Virus Yang Wajib Diperangi

Teheran, Warta Batavia –   Menandai warning Hari Quds Internasional yang jatuh pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan, Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei, (22/5/2020), mengatakan dengan tegas bahwa Israel Adalah “virus” dan “ganas” yang mencetak  rekor kejahatan anti kemanusiaan sehingga mesti diperangi.

Dia juga memastikan bahwa Rezim Zionis Israel Israel tidak akan berkelanjutan, melainkan akan termusnahkan, walaupun Disokong oleh AS dan para anteknya.

Berikut ini ialah pidato komprehensif Ayatullah Khamenei yang didapat oleh Liputan Islam dari beberapa edaran di media sosial:

Hari ini ialah Hari Quds, hari yang ditetapkan atas inisiatif brilian Imam Khomeini selaku rantai penghubung solidaritas ummat Islam Soal al-Quds Sharif dan Palestina yang tertindas. Hari Quds selama beberapa dekade sudah berperan penting dalam hal ini dan setelahnya yang akan terus berlanjut, Insya Allah.

Bangsa-bangsa dunia menyambut Hari Quds dan mereka memperingatinya selaku tanggung jawab perdana, yaitu mengibarkan bendera kebebasan Palestina. Keputusan strategi Inti power arogan dan Zionisme ialah melunturkan isu Palestina dari benak masarakat Muslim sehingga isu ini terlupakan. Oleh sebab itu, tugas yang paling mendesak waktu ini ialah memerangi pengkhianatan yang ditunaikan oleh antek-antek bayaran musuh dalam bidang politik dan budaya di negara-negara Muslim sendiri.

Faktanya, isu sebesar problem Palestina bukanlah sesuatu yang mengizinkan harga diri, rasa percaya diri, dan kewaspadaan yang makin besar dari bangsa-bangsa Muslim untuk melupakan isu ini, walaupun Amerika Serikat dan power hegemonik lainnya serta antek-antek mereka di wilayah menggelontorkan semua uangnya dan mengerahkan segenap kemampuannya supaya isu Palestina terlupakan.

Poin ke-1 Soal tragedi besar penjarahan negara Palestina dan pembentukan “tumor ganas” rezim Zionis Israel. Di antara kejahatan kemanusiaan pada masa-masa yang dekat dengan periode sekarang tidak ada kejahatan apapun sebesar kejahatan yang ditunaikan Zionis Israel. Penjarahan sebuah negara dan penghalauan penghuninya dari rumah dan tanah mereka untuk selamanya, dengan melaksanakan tindakan mematikan dan kejahatan yang paling bengis serta penghancuran yang terus berlanjut beberapa generasi selama puluhan tahun, gamblang Adalah catatan baru kejahatan kemanusiaan.

Penyebab dan pelaku Inti tragedi ini ialah pemerintah-pemerintah Barat dan keputusan strategi jahat mereka. Tatkala negara-negara pemenang Perang Dunia I membagi wilayah Asia Barat ــyaitu wilayah Asia Kekaisaran Ottomanــ selaku pampasan perang penting di antara mereka pada Konferensi Paris, mereka sudah merasa memerlukan adanya pangkalan yang aman di jantung wilayah ini untuk menjamin dominasi mereka yang berkelanjutan.

Inggris semenjak bertahun-tahun lalu sudah mempersiapkan landasan pacu melalui prakarsa Deklarasi Balfour dengan menggandeng para pemimpin Yahudi arogan, untuk mewujudkan sebuah plot sesat bernama “Zionisme”. Sekarang pijakan praktisnya telah terbentang. Dari tahun-tahun itu, mereka secara berangsur menyatukan persiapan, dan akhirnya sesudah Perang Dunia II, mereka melancarkan pukulannya dengan mengambil keuntungan dari kelalaian dan problem yang dihadapi negara-negara wilayah dengan mendeklarasikan rezim palsu dan pemerintah tanpa rakyat, rezim Zionis Israel.

Target pukulan ini pertama-tama ialah bangsa Palestina dan lantas seluruh bangsa di wilayah. Dengan menyaksikan peristiwa-peristiwa selanjutnya di wilayah mempertunjukkan bahwa target Inti dan target cepat Barat dan korporasi Yahudi dari pendirian negara Zionis Israel ialah membangun pangkalan dan menacapkan pengaruh permanen mereka di Asia Barat serta akses yang memungkinkan untuk campur tangan dan mendominasi negara-negara di wilayah.

Untuk itu, mereka melengkapi rezim palsu dan perampas (rezim Zionis Israel Israel) dengan segala macam Sarana yang kuat, angkatan bersenjata dan non-militer, bahkan senjata nuklir, dan memasukkan pertumbuhan “tumor kanker ganas” ini dari Nil sampai Eufrat dalam agenda mereka.

Sayangnya, sebagian besar pemerintah Arab secara berangsur menyerah sesudah perlawanan ke-1 mereka, yang beberapa (perlawanan itu) di antaranya amat mengagumkan. Apalagi sesudah kehadiran Amerika Serikat selaku penjaga kepentingan ini, mereka sudah melupakan tugas-tugas kemanusiaan, Islam, dan politik, serta ghirah dan kebanggaan Arab-nya; dan dengan harapan palsu, mereka malah membantu musuh mewujudkan tujuannya, di mana perjanjian Camp David ialah contoh nyata dari fakta pahit tersebut.

Kubu-kelompok pejuang, sesudah melaksanakan beberapa perjuangan yang full perngorbanan pada tahun-tahun ke-1, mereka secara berangsur juga terseret ke dalam Perundingan tanpa hasil dengan penjajah dan para pendukungnya, dan meninggalkan garis perjuangan yang mengarah pada realisasi cita-cita Palestina.

Berunding dengan Amerika Serikat dan pemerintah-pemerintah Barat lainnya serta badan-badan Internasional yang tidak berguna ialah pengalaman pahit dan gagal bagi Palestina. Mempertunjukkan “Cabang Zaitun” di Majelis Umum PBB tidak mempunyai hasil apapun, kecuali Perjanjian Oslo yang merugikan, dan pada akhirnya berakhir dengan nasib Yasser Arafat, yang membawa banyak pelajaran.

Bangkitnya Revolusi Islam di Iran membuka babak baru dalam perjuangan Palestina. Bagian langkah ke-1 ialah Menyuruh pergi elemen-elemen Zionis Israel, di mana Iran pada era taghut Adalah bagian pangkalan paling aman mereka. Pemberian kedutaan ilegal rezim Zionis Israel untuk wakil Palestina dan penyetopan pasokan minyak sampai pekerjaan-pekerjaan besar serta aktivitas politik yang luas, seluruh ini menyebabkan munculnya “Front Muqawama” (Front Perlawanan) di semua wilayah. Akhirnya, harapan untuk memecahkan problem tumbuh dan berkembang di hati mereka.

Dengan munculnya Front Muqawama, ruang gerak rezim Zionis Israel jadi sulit dan makin sulit, dan tentu saja akan jauh lebih sulit di masa depan, Insya Allah. Tetapi usaha para penyokong rezim ini, yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk membela dan mempertahankannya juga makin meningkat.

Munculnya Tentara Mukmin, muda dan full pengorbanan seperti Hizbullah di Lebanon dan pembentukan kelompok-kelompok full motivasi seperti Hamas dan Jihad Islam di dalam perbatasan-perbatasan Palestina tidak cuma membikin kuatir para pemimpin Zionis Israel, tetapi juga membikin cemas Amerika Serikat dan Barat. Mereka lantas memprioritaskan usaha untuk meraih sokongan dari dalam wilayah, khususnya perkumpulan Arab dalam agendanya sesudah memberikan sokongan perangkat keras dan lunak untuk rezim agresor Zionis Israel. Buah kerja keras mereka hari ini kelihatan gamblang dalam perilaku dan ujaran beberapa pemimpin negara-negara Arab dan sejumlah aktivis politik dan budaya Arab yang berkhianat.

Sekarang bermacam aktifitas ditunaikan ke-2 pihak di medan perang, akan tetapi Ada perbedaan. Front Muqawama bergerak ke arah peningkatan ketangguhan dan optimismenya, juga menyerap unsur-unsur power yang makin tumbuh. Namun sebaliknya, Front lalim, kafir dan arogan kian hari makin lemah dan putus asa. Indikasi yang gamblang dari pengakuan ini ialah keadaan angkatan bersenjata Zionis Israel, yang pernah dinilai selaku Tentara tidak terkalahkan dan sanggup menghentikan Tentara besar 2 negara penyerbu cuma dalam beberapa hari, Saat ini terpaksa mesti mundur dan mengakui kekalahannya tatkala berhadapan dengan Tentara pejuang rakyat di Lebanon dan Jalur Gaza.

Walaupun sedemikian, perjuangan penting dan dinamis ini memerlukan perawatan konsisten, sebab subjek perjuangan ini amat penting, menentukan, dan vital. Oleh sebab itu, tiap-tiap kelalaian dan kekhilafan dalam kalkulasi dasar akan menimbulkan kebangkrutan besar.

menurut pertimbangan ini, saya akan menyampaikan poin-poin penting untuk seluruh orang yang menyokong perjuangan Palestina.

Ke-1, perjuangan untuk pembebasan Palestina ialah jihad di jalan Allah dan kewajiban dalam Islam. Kemenangan dalam perjuangan ini dijamin, sebab jikapun gugur, akan meraih tempat the best dan mulia.

Kecuali itu, problem Palestina ialah problem kemanusiaan. Penghalauan kepada jutaan orang dari rumah mereka, lahan pertanian dan tempat tinggal serta mata pencahariannya yang ditunaikan dengan tindakan mematikan dan kejahatan, pasti akan menyakiti tiap-tiap hati nurani manusia; dan siapapun yang mempunyai keberanian pasti akan menghadapinya. Oleh sebab itu, membatasi problem ini cuma pada isu Palestina semata, ataupun problem Arab tentu saja Adalah kekhilafan besar.

Mereka yang menganggap langkah kompromis beberapa elemen Palestina atau para penguasa sejumlah negara Arab dengan rezim Zionis Israel selaku legitimasi untuk melalaikan problem Islam dan kemanusiaan ini gamblang amat salah dalam memahami problem tersebut, dan termasuk pengkhianatan dengan mendistorsi persoalannya.

Ke-2, target dari perjuangan ini ialah pembebasan semua wilayah Palestina dari laut ke sungai, dan kembalinya seluruh masyarakat Palestina ke tanah air mereka. Mereduksi problem ini melalui pembentukan pemerintahan di sudut wilayah ini yang ditunaikan dengan cara memalukan, sebagaimana dimaksud dalam literatur Zionis Israel yang kasar, gamblang sekali bukanlah tanda kebenaran maupun tindakan yang realistis.

Faktanya, Saat ini jutaan orang Palestina sudah mencapai tingkat kematangan pemikiran dan pengalaman serta kepercayaan diri yang menjadikan jihad besar selaku spiritnya untuk meraih kemenangan akhir dengan bersandar pada pertolongan ilahi, sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Quran,

وَلَيَنصُرَنَّ اللَّـهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللَّـهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah sungguh-sungguh Maha Kuat lagi Maha Perkasa,”.

Ketiga, walaupun diperbolehkan untuk mengambil keuntungan dari segala cara yang sah dan halal dalam perjuangan ini, termasuk meraih sokongan global, tapi kita mesti menghindari untuk menggantungkan harapan secara lahir maupun batin dengan mempercayai negara-negara Barat maupun perkumpulan dunia afiliasinya.

Mereka memusuhi eksistensi Islam yang berpengaruh, mereka melalaikan hak-hak manusia dan bangsa-bangsa, mereka sendiri sudah menyebabkan kerusakan dan kejahatan terbesar bagi ummat Islam; Saat ini lembaga global ataupun power kriminal mana yang waktu ini bertanggung jawab atas terjadinya tindakan mematikan, pembunuhan masal, perang, pemboman dan kelaparan buatan di sejumlah negara Muslim dan Arab?

Sekarang, publik dunia terus menghitung hitungan total korban virus Corona 1 persatu di semua penjuru dunia, tetapi tidak ada yang pernah menanyakan siapa yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban ratusan ribu martir dan tawanan di negara-negara tempat Amerika Serikat dan Eropa mengobarkan api perang. Siapa yang bertanggung jawab atas seluruh pertumpahan darah di Afghanistan, Yaman, Libya, Irak, Suriah, dan negara-negara lainnya? Siapa yang bertanggung jawab atas seluruh kejahatan, perampasan, penghancuran, dan penindasan di Palestina?

Kenapa tidak ada yang menghitung jutaan anak kecil yang tertindas, perempuan dan lelaki di dunia Islam? Kenapa tidak ada yang menyampaikan belasungkawa atas pembunuhan masal kepada ummat Islam? Kenapa jutaan orang Palestina mesti hidup di dalam pengasingan selama tujuh puluh tahun jauh dari rumah mereka sendiri? Kenapa Quds Sharif, kiblat ke-1 ummat Islam dihina dan dinistakan? Lalu apa fungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tidak menunaikan tugasnya. Seperti ini juga dengan lembaga hak asasi manusia yang telah mati. Kelihatannya, slogan “Membela hak-hak anak kecil dan wanita” tidak termasuk anak kecil dan wanita yang tertindas di Yaman dan Palestina.

Inilah keadaan tatkala power Barat yang menindas dan perkumpulan afiliasinya berkuasa di dunia. Beberapa pemerintahan pengekor mereka di wilayah aibnya terbuka dengan keadaan yang lebih negatif lagi. Oleh sebab itu, masarakat yang bersemangat dan religius tertentu mesti mengandalkan power dirinya sendiri, dengan menyingsingkan lengan baju bareng ketawakalan dan keimanan untuk Allah swt untuk berhadapan dengan rintangan yang menghadang.

Ke-4, poin penting yang tidak boleh diabaikan oleh elit politik dan angkatan bersenjata dunia Islam ialah keputusan strategi Amerika Serikat dan Zionis Israel dalam mentransfer konflik ke belakang front perlawanan. Pecahnya perang saudara di Suriah, pengepungan angkatan bersenjata, tindakan mematikan sehari-hari di Yaman, pembunuhan masal, penghancuran dan pembentukan kubu teroris Daesh di Irak, dan kasus-kasus serupa di beberapa negara lain di wilayah; seluruh itu plot untuk mengalihkan perhatian front perlawanan dan memberi Kesempatan untuk bernafas untuk rezim Zionis Israel.

Beberapa politisi di negara-negara Muslim tidak tahu apa-apa, bahkan ada yang mengamini tipuan musuh. Cara untuk melarang hal ini ialah gerakan serius dari para pemuda aktif di dunia Islam. Orang-orang muda di seluruh negara Muslim, khususnya di dunia Arab, tidak boleh melalaikan nasihat Imam Khomeini, yang menjelaskan, “Apapun yang Anda teriakan lantang mengenai hal [perlawanan terhadap] Amerika Serikat, dan tentu saja Zionisme.”

Kelima, keputusan strategi menormalkan kehadiran rezim Zionis Israel di wilayah Adalah bagian dari keputusan strategi Inti Amerika Serikat. Beberapa negara Arab di wilayah – yang berperan selaku antek-antek AS – mempersiapkan prasarana yang diperlukan termasuk hubungan ekonomi dan sejenisnya. Bermacam usaha ini secara total akan gagal dan tidak membuahkan hasil.

Rezim Zionis Israel ialah penumpang gelap yang membawa kehancuran dan kebangkrutan besar bagi wilayah, dan secara pasti akan tercerabut dan binasa. Rasa malu dan kehinaan akan jadi milik orang-orang yang menyerahkan sarananya untuk mengabdi untuk keputusan strategi arogan tersebut.

Beberapa pihak yang berusaha menjustifikasi perilaku negatif ini berpendapat bahwa rezim Zionis Israel ialah sebuah realitas di wilayah, tanpa mengingat lagi bahwa keadaan sebenarnya yang membawa kehancuran dan kebangkrutan mesti diperangi dan dibinasakan.

Hari ini, virus Corona ialah sebuah keadaan sebenarnya dan seluruh manusia yang brilian menganggapnya wajib untuk memerangi virus ini. Virus Zionis Israel yang telah lama bercokol tentu tidak akan bertahan lama dan berkat kerja keras, iman, dan keberanian kaum muda, akan tercerabut.

Keenam, anjuran Inti saya ialah merekomendasikan berlanjutnya perlawanan dan mengoordinasikan lembaga-lembaga jihad, kerja sama di antara mereka, serta memperluas medan jihad di dalam wilayah Palestina.

Saban orang mesti membantu rakyat Palestina dalam jihad suci ini. Saban individu mesti mengisi kepalan tangan pejuang Palestina dan memperkuat punggungnya. Kami dengan bangga akan melaksanakan ini dengan segenap kesanggupan.

Hasil identifikasi kami ialah bahwa pejuang Palestina mempunyai agama, ghirah, dan keberanian, dan satu-satunya hambatan mereka ialah tidak mempunyai senjata. Kami sudah menyusun planning dengan petunjuk dan pertolongan Tuhan, dan hasilnya ialah perimbangan power di Palestina sudah berubah dan hari ini Gaza dapat bertahan kepada agresi angkatan bersenjata musuh Zionis Israel dan dapat mencapai kemenangan.

Pergantian perimbangan ini di bagian yang disebut wilayah pendudukan, akan membawa problem Palestina lebih dekat ke langkah-langkah final. Pemerintah Otorita Ramallah mempunyai tugas besar dalam hal ini.

Kita tidak dapat berbicara dengan musuh yang buas, kecuali dengan power dan dengan posisi yang kuat, dan benih-benih power ini – segala puji bagi Allah – telah siap di tengah bangsa punya nyali dan tangguh Palestina.

Para pemuda Palestina sekarang haus untuk mempertahankan martabatnya. Hamas dan Jihad Islam di Palestina serta Hizbullah di Lebanon sudah menyempurnakan argumentasi untuk seluruh.

Dunia belum lupa dan tidak akan pernah melupakan hari tatkala serdadu Zionis Israel menabrak tapal batas Lebanon dan bergerak ke Beirut, dan hari tatkala seorang pembunuh kriminal bernama Ariel Sharon melaksanakan pertumpahan darah di Sabra dan Shatila.

Dunia juga belum lupa dan tidak akan pernah melupakan hari tatkala serdadu yang sama Ada di bawah pukulan keras Hizbullah, sehingga tidak punya jalan lain kecuali mundur dari tapal batas Lebanon dengan menanggung kebangkrutan besar dan mengakui kekalahan, dan memohon gencatan senjata. Inilah yang dimaksud dengan tangan full dan posisi kuat.

Sekarang saksikanlah beberapa pemerintah Eropa – yang semestinya malu selamanya sebab menjual bahan kimia ke rezim Saddam – menganggap Hizbullah, pejuang yang membanggakan selaku tidak resmi.

Yang disebut tidak resmi ialah sebuah rezim seperti Amerika yang menciptakan Daesh, dan rezim seperti pemerintah Eropa yang menghabisi ribuan orang di kota Baneh, Iran dan Halabja, Irak, sebab bahan-bahan kimia mereka.

Ketujuh, Palestina ialah milik orang-orang Palestina dan mesti diatur oleh kehendak mereka sendiri. Prakarsa referendum yang melibatkan seluruh agama dan Suku Palestina, yang sudah kami sampaikan nyaris 2 dekade lalu ialah satu-satunya kesimpulan yang Penting diambil untuk berhadapan dengan tantangan Palestina waktu ini dan esok.

Prakarsa ini mempertunjukkan bahwa pengakuan anti-Semit yang ditiupkan orang-orang Barat dengan terompet mereka sama sekali tidak berdasar. Sesuai planning ini, orang-orang Palestina, baik Yahudi, Kristen, maupun Muslim bersama-sama ikut referendum untuk menentukan sistem politik negara Palestina. Pastinya, yang mesti sirna ialah sistem Zionis Israel, dan Zionisme itu sendiri Adalah bidah dalam Yudaisme, yang sungguh-sungguh asing bagi mereka sendiri.

Selaku penutup, saya mengajak untuk mengenang perjuangan syuhada Quds dari Sheikh Ahmad Yassin, Fathi Shaghaghi dan Sayid Abbas Mousavi sampai komandan agung Islam dan muka tidak terlupakan dari front perlawanan, Syahid Soleimani dan mujahid besar Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, dan syuhada lainnya, juga salam untuk Imam Khomeini, yang sudah membukakan jalan kemuliaan dan jihad di depan kita. Kecuali itu, saya juga memohon rahmat ilahi untuk saudara almarhum Mujahid Hossein Sheikh al-Islam yang berjuang di jalan ini selama bertahun-tahun.

Wassalamualaikum Warahmatullah

(mm)

READ
Tangani Corona, Joko Widodo Tambah Anggaran Rp405,1 Triliun pada APBN 2020

Baca juga:

Ayatullah Khamenei: Penghapusan Israel Tidak Artinya Penghapusan Yahudi

Sayid Nasrallah Bersumpah Lanjutkan Perjuangan Qasem Soleimani untuk Pembebasan Quds


Pidato Komprehensif Ayatullah Khamenei: Israel ialah Virus Yang Wajib Diperangi

loading...

Recommended For You

About the Author: Asep Komarudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *