Prodi Teknologi Hasil Pertanian ITSNU Kembangkan Kopi Pasuruan

Prodi Teknologi Hasil Pertanian ITSNU Kembangkan Kopi Pasuruan

Prodi Teknologi Hasil Pertanian ITSNU Kembangkan Kopi Pasuruan

Pasuruan, Warta Batavia

Indonesia kaya dengan sumber daya alam. Bila dikelola dengan benar, hasilnya dapat dioptimalkan untuk keberlangsungan ekosistem dan tentu saja menghasilkan. Dan hal itu juga yang berlaku di Kabupaten Pasuruan  Jawa Timur dengan kopinya.  

 

Di wilayah ini, kemungkinan kopinya yang luar biasa. Tahun 2019, yang sukses dihasilkan mencapai 1.365,43 ton. Terlebih, perhatian pemerintah daerah setempat juga cukup membanggakan, mulai dari rebranding sampai adanya hari wajib minum kopi pun ada. 

 

Menyadari hal tersebut, Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian (THP) Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pasuruan meneguhkan tekadnya dalam mengawal dan menyokong produk unggulan daerah di bidang pertanian, khususnya kopi tersebut.

 

“Alhamdulillah secara formal telah diteken, kerja sama Prodi THP dengan Asosiasi Petani Kopi atau Apeki, ialah kerja sama perkuliahan teknologi pengolahan kopi,” kata Anis Nurhayati, Selasa (30/6).

Kaprodi THP ITSNU Pasuruan tersebut menerangkan dari kerja sama tersebut ditunaikan proses pendirian kafe selaku laboratorium praktik dan memproduksi kopi khas ITSNU Pasuruan. 

 

Dijelaskan Anis bahwa program studi di kampusnya juga akan mendampingi pengembangan kopi Pasuruan agar terus berkembang. “Sehingga memberikan dampak positif bagi petani kopi dan secara umum untuk kemajuan industri pengolahan kopi di Pasuruan,” imbuh alumnus pascasarjana Teknologi Hasil Perkebunan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut.

 

Abdul Karim, sebagai ketua Apeki Pasuruan menerangkan bahwa ITSNU selaku ilmuan diinginkan dapat terus mendampingi petani kopi. Hal tersebut penting agar hasil produksi dan olahannya kian berkualitas dan mempunyai daya saing.

 

Apeki selaku wadah petani kopi yang tiap-tiap hari berkutat di budi daya. Tentu pemahaman bercocok tanam kopi meski dengan belajar secara otodidak, banyak mengalami kejadian di lapangan yang terkadang tidak pas dengan teori yang ada.

BACA JUGA :   Pria ini Terbakar saat Membakar Bendera Israel, Netizen: Karma Dibayar Kontan

 

“Nah ITSNU selaku lembaga pendidikan tinggi tentunya dapat mengembangkan sains terkini dengan ikut dan menggunakan Kemajuan tekhnologi teranyar,” kata Cak Karim, sapaan akrabnya.

 

Dirinya percaya perpaduan 2 hal ialah akademisi maupun praktisi akan menghasilkan sesuatu yang amat berharga. “Juga dapat digunakan oleh ke-2 belah pihak untuk kemaslahatan ummat,” pungkasnya.

 

Kontributor: Makhfud Syawaludin

Editor: Ibnu Nawawi

 

Prodi Teknologi Hasil Pertanian ITSNU Kembangkan Kopi Pasuruan
Sumber: NU-Online

Recommended For You

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *