Kategori
Berita

Profesor Soemartono Sosrosoemarsono, Bapak Entomologi Indonesia Tutup Usia

loading…

IPB University, Prof Soemartono Sosrosoemarsono meninggal dunia pada Minggu, (15/5). Bapak Entomologi Indonesia itu tutup usia pada umur 92 tahun. Foto/Dok/Humas IPB

JAKARTAIPB University kembali berduka atas meninggalnya bagian guru the best. Prof Soemartono Sosrosoemarsono meninggal dunia pada Minggu, (15/5/2022). Bapak Entomologi Indonesia itu tutup usia pada umur 92 tahun.

Prof Soemartono Sosrosoemarsono Adalah entomologis pribumi ke-1 yang diakui pada era awal kemerdekaan Indonesia. Ia juga dikenal selaku perintis jurusan hama dan penyakit tanaman serta program studi entomologi dan fitopatologi di IPB University.

Baca juga: Hasil Riset Maha siswa UI Efektif Tekan Angka Kematian Penderita Diabetes

Prof Soemartono mengawali kariernya selaku asisten guru besar entomologi Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada 1965. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah jadi Pembantu Rektor 1 IPB University (1964-1968) dan Member Presidium IPB University 1965-1966).

Ia juga tergabung dalam Komisi Pemasukan Agens Hayati dan Komisi Pestisida (1996-1997), Direktur Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu, Fakultas Pertanian IPB University (1997), Ketua II Komisi Penjagaan Tanaman, Departemen Pertanian RI, serta Member Kubu Pengarah, Kubu Kerja dan Komisi Pemeriksaan dan Pengembangan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Program Nasional PHT yang digagas oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Prof Soemartono Adalah ilmuwan yang Ada di balik lahirnya Petunjuk Presiden (Inpres) No. 3 tahun 1986 mengenai hal Peningkatan Pengendalian Hama Wereng Coklat pada Tanaman. Inpres tersebut Adalah tonggak ke-1 penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) di Indonesia.

Baca juga: UIII Buka Registrasi Maha siswa Baru Jalur Mandiri Program Magister dan Doktoral

Nama Prof Soemartono Sosrosoemarsono juga diabadikan selaku museum serangga di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB University. Museum tersebut mempunyai spesimen serangga lebih dari 4 ribu koleksi yang sudah berumur puluhan tahun (semenjak 1990).

BACA JUGA :   BMKG: Warga jangan cemas pada gempa susulan di Laut Flores

Sedikitnya ada 112 famili dari 25 ordo serangga yang dipamerkan dan ditata berdasar taksonominya. Museum serangga IPB University itu juga memamerkan 166 spesies hama yang diatur berdasar komoditas inangnya, mulai dari hama tanaman pangan, perkebunan dan hortikultura. Tidak cuma itu, museum serangga tersebut juga menyimpan spesimen serangga penyerbuk, parasitoid dan predator.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria mengungkapkan, “Prof Soemartono Sosrosoemarsono ialah seorang guru yang jadi kebanggaan IPB. Beliau bukan guru biasa, tetapi guru inspiratif yang sungguh-sungguh mendidik maha siswa untuk mencintai ilmu, peduli sosial, rendah hati, dan mencintai multi hayati. Beliau ialah ilmuwan yang mengembangkan prinsip PHT di Indonesia. IPB University kehilangan guru terbaiknya. Semoga spirit dan inspirasinya tetap hidup dan membawa manfaat untuk kemaslahatan.”

Selamat jalan Prof Soemartono Sosrosoemarsono, karya dan pengabdianmu sudah jadi ghirah bagi generasi muda untuk terus membangun pertanian Indonesia.

(mpw)

Sindo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.