PSBB Banjarmasin Diperpanjang Sampai Akhir Mei

PSBB Banjarmasin Diperpanjang Sampai Akhir Mei

Pemerintah Kota Banjarmasin kembali memperpanjang keputusan strategi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah ibukota provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hasil evaluasi penerapan PSBB di 4

wilayah Kalsel dianggap belum efektif.

Perpanjangan keputusan strategi PSBB ini secara legal dirilis Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. PSBB Kota Banjarmasin tahap III ini berlaku sampai 10 hari ke depan atau sampai tanggal 30 Mei 2020.

Menurut Ibnu, kian meningkatnya hitungan total Perkara penduduk positif terpapar virus covid-19 dan belum efektifnya penerapan PSBB jadi pertimbangan perpanjangan keputusan strategi PSBB ini.

“menurut hasil evaluasi ditemukan banyak catatan baik dari aspek Peraturan Walikota, satuan tugas,

penyelenggaraan keputusan strategi di lapangan seperti di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial dan sistem pengamanan kota, juga penegakan hukum,” kata Ibnu, Jumat (22/5).

Keputusan strategi PSBB Kota Banjarmasin mulai diterapkan pada 24 April lalu. Banjarmasin jadi daerah tertinggi Perkara positif virus covid-19 lebih dari 200 Perkara.

Baca juga: Tuntuntan Masyarakat Terpenuhi, Bupati Sikka Copot Kades Lela

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan hasil evaluasi keputusan strategi PSBB di 4 wilayah, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala dianggap belum efektif. “Masih banyak kelemahan dalam penerapan keputusan strategi PSBB ini,” ucap Hanif.

READ
Indeks Literasi Ekonomi Syariah Nasional Cuma 16,3 %

Sampai Jumat (22/5) pagi, hitungan total Perkara positif virus covid-19 di Kalsel mencapai 557 Perkara. Ada penambahan 73 Perkara dari hari sebelumnya.

Hitungan total penderita covid-19 terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin, yaitu 205 Perkara, disusul Kabupaten Tanah Bumbu 111 Perkara, Kabupaten Barito Kuala 53 Perkara, Kabupaten Tanah Laut  49 kasusu, dan Kabupaten Banjar 47 Perkara.

Tercatat ada sebanyak 424 orang sekarang tengah menjalani perawatan di RS atau di tempat karantina spesial dan karantina mandiri. Ada 77 orang dinyatakan sembuh dan 56 orang meninggal dunia.

Kecuali itu, ada 938 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 85 orang berstatus pasien dalam kontrol (PDP).

ujung tertinggi pandemi virus covid-19 di Kalsel diperkirakan terjadi pascaIdul Fitri. (OL-14)




PSBB Banjarmasin Diperpanjang Sampai Akhir Mei

loading...

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *