Qutuz Sang Penakluk Mongol
Qutuz Sang Penakluk Mongol

Qutuz Sang Penakluk Mongol

Diposting pada 7 views

Dinasti Mamluk atau Mamalik Adalah sebuah dinasti atau pemerintahan yang didirikan oleh para budak. Pada mulanya mereka ialah budak tawanan perang dan juga budak asli dari sultan atau amir sebelumnya yang disingkirkan atau meninggal dunia, yang lalu dididik untuk dijadikan prajurit. Oleh Sultan Al Malik Al Saleh penguasa Ayyubiyah yang terakhir, mereka dijadikan pengawal untuk menjamin kelangsungan kekuasaannya. Pada masa itu mereka memperoleh hak-hak istimewa, baik dalam ketentaraan maupun dalam imbalan meteri. Tetapi sayangnya keputusan sang sultan bahkan akan menimbulkan malapetaka yang mengancam kekuasaanya di lalu hari, sebab dengan berbekal pengalaman angkatan bersenjata dan pemerintahan mereka dapat menggulingkan kekuasaan Bani Ayyubiyah.

Tatkala Sultan Al-Malik Al-Shaleh meninggal dan lalu digantikan anaknya Turansyah, para pejabat Mamluk merasa posisinya terancam, sebab Sultan Turansyah muda secara terbuka lebih memihak suku Kurdi yang waktu itu jadi saingan politik Mamluk. Maka mereka bersepakat untuk melaksanakan konfrontasi dengan menghabisi nyawa Sultan. Diawaki 2 jendral perangnya Aybak dan Baybars, mereka sukses memenggal kepala Sultan pada (1250 M), lalu secara sepihak mengangkat permaisuri Syajar Ad-dur selaku ratu. Selang 3 bulan sang ratu lalu diperistri oleh jendral Aybak, maka semenjak waktu itulah Dinasti Mamalik legal dibangun.

Periode mamluk ini jadi terkenal sebab dinasti ini melaksanakan penyempurnaaan sistem angkatan bersenjata budak pasca Abbasiyah. Sesungguhnya sebelum periode mamluk, beberapa resimen budak sudah dipakai oleh khalifah didalam semua lapisan angkatan bersenjata timur tengah. Tetapi seperti ini dinasti mamluk Adalah rezim ke-1 yang didasarkan pada angkatan bersenjata budak, sebab semua elit rezim ini termasuk sultannya ialah budak dan eks budak.

ARTIKEL LAINNYA :
Semenjak Kecil, Riyadloh Mbah Mad Watucongol ialah Melek Malam

Dinasti Mamluk dibangun diatas sistem oligarki angkatan bersenjata, dimana siapapun yang mempunyai kesanggupan dan power maka dia pantas jadi sultan. Al-Muzhaffar Sayfuddin Qutus Adalah bagian sultan Dinasti Mamluk dan juga Adalah sultan paling tangguh yang dipunyai dinasti tersebut. Sebelum jadi sultan beliau pernah bermimpi, Nabi Saw menjelaskan dalam mimpinya bahwa dia akan menguasai mesir dan memenangkan perang melawan Tatar (Mongol). Hal ini terbukti dengan dipatahkannya pameo yang terkenal pada waktu itu yaitu “kalau kau menguping Mongol dikalahkan, jangan percaya”.

Dalam misi mewujudkan mimpi rasulullah tersebut Sultan Qutuz mengambil 3 langkah jenius diantaranya ke-1, beliau mengembalikan kestabilan kondisi internal mesir. Beliau memanggil golongan istana, pembesar-pembesar para mentri, ulama, dan golongan berpengaruh dimasyarakat untuk bersatu melawan Mongol serta memberhentikan pejabat yang dinilai berkemungkinan melaksanakan konspirasi. Ke-2, melaksanakan perdamaian dan pengampunan kepada Mamalik Bahriyah yang mempunyai pengalaman lebih luas di medan perang. Ketiga, mengusahakan penyatuan antara mesir dan syam. Dalam keadaan Mesir yang krisis moneter, Sultan Qutuz sukses mengumpulkan biaya dari rakyat maupun penguasa bahkan dari musuh sekalipun, yaitu Tentara salib di Kota Akka lewat jalur perdamaian.

Planning perang Tentara Islam digariskan untuk menjumpai Tentara Mongol di negri Syiria dan tidak menanti kedatangannya di Mesir. Hal ini didasarkan pada, ke-1 untuk mempersiapkan Peluang melaksanakan serbuan awal yang juga Adalah planning Mongol. Ke-2, menjumpai Tentara mongol diluar wilayah Mesir agar Mesir tidak jadi lapangan Peperangan yang dapat mengakibatkan kehancuran dan kebinasaan. Pada awal Bulan Ramadhan tahun 657 H/1259 M  beliau berangkat dengan Tentara yang cukup besar ke Syiria. Tatkala Tentara Sultan Qutus masuk daerah Al-Salihiyah, Tentara Syiria yang Hadir ke Mesir sebab menyelamatkan diri dari mongol, akhirnya mereka ikut berkoalisi dengan Tentara Mesir. Lantas mereka berbondong ke Gaza sedangkan Tentara Mongol sendiri menyelamatkan diri.

ARTIKEL LAINNYA :
Ijazah Sholawat dari KH Ali Maksum ke Gus Mus

Pada tanggal 24 Ramadhan 658 H saat Sultan Qutuz dan Tentara Islam telah Ada di bumi Ain Jalut, Hadir seorang utusan ke Tentara islam dan memohon untuk berjumpa dengan Sultan Qutuz. Dia memperkenalkan dirinya selaku wakil Serimudin Aibak, yaitu seorang muslim yang dijadikan tawanan Mongol dan dipaksa mengabdi kepadanya. Wakil tersebut membocorkan taktik yang akan dipakai oleh Mongol serta seberapa besar power Mongol waktu itu. Dari bermacam sokongan yang didapatkan, Sultan Qutuz dapat menyeru dan mengobarkan antusias jihad kaum muslim. Tidak terlepas dari pertolongan Allah, dihari jumat 25 Ramadhan 658 H Sultan Qutuz beserta pasukannya dapat mencabik-cabik Tentara Mongol dan akhirnya mereka memperoleh kemenangan.

 

Penulis: Ani Tarsilah, Maha siswa IIQ An-Nur Yogyakarta

Source link | Qutuz Sang Penakluk Mongol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *