Rahasia Cerita Gus Baha’ Tolak Uang Milyaran untuk Bangun Pesantren

Breaking News 67

Rahasia Cerita Gus Baha’ Tolak Uang Milyaran untuk Bangun Pesantren

KH Ahmad Bahauddin Nursalim (akrab dipanggil Gus Baha’) senantiasa mengisahkan banyak cerita hikmah dari bermacam Nabi, sahabat, ulama’ salaf dan ulama’ Nusantara. Dengan kisah-kisah itu, Gus Baha’ memberikan ilmu hikmah yang luar biasa ke para santri dan pecintanya. Tanpa terasa, pemahaman kitab kuning yang sulit akhirnya mudah dipahami santri dan warga awam.

Dalam suatu ngajinya, Gus Baha’ mengisahkan dirinya sendiri. Suatu hari, ada seorang donatur Hadir ke Gus Baha’. Dari Arab Saudi, donatur ini Hadir membawa uang milyaran rupiah.

“Gus, jikalau panjenengan mau membesarkan pesantren, maka saya akan sumbangkan uang saya ini untuk panjenengan,” kata donatur itu.

Para santri dan jama’ah yang mendengarkan sungguh amat suka, sebab Gus Baha’ akan memperoleh uang milyaran untuk pembangunan pesantren. Dengan uang milyaran itu, maka pesantren Gus Baha’ dapat makin maju dan menampung lebih banyak santri lagi.

Ternyata, Gus Baha’ Tidak mau donatur itu. Apa alasannya?

“Ciri Inti ulama’ itu mengajak orang ke Allah. Jikalau saya terima dan Sarana pondok saya bagus, takutnya saya malah mengajak orang ke Sarana bukan ke Allah. Kalaupun ada ulama’ yang menerima sumbangan sebab berprinsip bahwa Sarana bagus akan menghasilkan produk bagus ya itu silahkan. Yang pasti saya mempunyai prinsip sendiri dan kau jangan tiru saya,” cerita Gus Baha’.

“Jikalau ada yang mau nyumbang kau uang banyak ya terima saja, gak usah sok-sokan nolak,” lanjut Gus Baha’ disambut tawa para santri dan jama’ah.

Itulah sosok Gus Baha’. Punya prinsip sendiri dalam hidupnya. Kita seluruh boleh ikut gaya beliau, tapi juga boleh ikut ulama’ lain yang tak sama. Seluruh diambil hikmah saja.

Dalam suatu ngaji, Gus Baha’ mengisahkan sosok Mbah Maksum Lasem. Waktu awal-awal jadi kyai, Mbah Maksum rajin sekali baca wiridan. Tiap-tiap waktu tidak dapat lepaskan dari wirid. Seketika, ada sahabatnya yang mengkritiknya.

“Kang Maksum, sampeyan ini wirid terus kayaknya sebab dilihat para santri dan warga. Kau dulu kan jarang wirid. Sekarang tiap habis shalat wiridan terus.”

Kritik sahabatnya ini akhirnya dijawab Mbah Maksum muda.

“Iya, dulu sungguh jarang wirid. Awalnya sungguh sebab dilihat orang lain, tapi lama-kelamaan akhirnya lupa, jadi ikhlas,” jawab Mbah Maksum.

Cerita ini, bagi Gus Baha’, mengajarkan kita untuk senantiasa belajar ikhlas. Dengan ikhlas itulah manusia akan mencapai derajat kewalian.

Sumber: bangkitmedia

Rahasia Cerita Gus Baha’ Tolak Uang Milyaran untuk Bangun Pesantren

Rahasia Kisah Gus Baha’ Tolak Uang Milyaran untuk Bangun Pesantren

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *