Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA DUNIA / Rahasia Imam Syafi’i Tetap Santai Tatkala di Caci Maki

Rahasia Imam Syafi’i Tetap Santai Tatkala di Caci Maki

/
/
/
31 Views

Rahasia Imam Syafi’i Tetap Santai Tatkala di Caci Maki

Gus Baha, dalam pengajiannya, sering sekali mengajarkan sikap santai dalam berhadapan dengan hidup. Tidak Penting tegang, kuatir apalagi takut. Seluruh yang terjadi di dunia ini ialah kehendak-Nya. Cuma kehendak-Nya, tidak ada yang lain. Kita cuma diminta percaya dan percaya saja bahwa kehendak-Nya ialah yang the best.

Sikap santai dalam hidup ditunjukkan oleh para ulama, semisal Imam Syafi’i. Gus Baha bercerita jika ada seseorang yang paling baik sama Imam  Syafi’i. Orang tersebut sejatinya munafik. Jika di depan Imam Syafi’i, memuji setinggi langit. Tatkala di luar atau di belakang, mencaci dan memaki Imam Syafi’i.

Kelakuan negatif orang tersebut diketahui oleh murid sang imam. Murid itu lantas mengadu untuk Imam Syafi’i. Mengabarkan jika orang yang biasanya memuji dirinya, mencaci maki dengan hebatnya saat di belakang atau saat tidak di hadapannya.

Menguping berita itu dari muridnya, Imam Syafi’i tersenyum bahagia.

Sang murid heran. Dikasih tahu berita negatif, malah tersenyum bahagia.

“Dinilai enteng saja. Artinya saya berwibawa. Di depanku, ia tidak bernyali mencaci,” kata Imam Syafi’i

Sang murid kemudian menjelaskan jika hal tersebut bahaya bagi Imam Syafi’i. Fitnahan dan caci maki orang tersebut dapat meruntuhkan kewibawaan sang Imam.

“Yang kritiknya bahaya itu cuma Allah ta’ala. Yang lainnya gak bahaya. Sebab makhluk itu dho’if. Gak penting,” jawab Imam Syafi’i.

Sikap hidup santai dalam berhadapan dengan segala permasalahan hidup, termasuk saat dicaci maki, juga ditunaikan oleh Sayyid Ja’far Shodiq. Gus Baha menjelaskan jika dalam manaqibnya Sayyid Ja’far Shodiq, ada cerita yang menceritakan bahwa saat dicaci maki, Sayyid Ja’far Shodiq malah memberikan hadiah untuk si pencaci. Tatkala ditanya kenapa, “sebab kebaikanmu sudah kau berikan untuk saya,” jawab Sayyid Ja’far Shodiq.

Sampai di sini, betapa perlunya sikap santai dalam berhadapan dengan hidup. Tidak Penting was-was, kuatir apalagi takut. Apa yang kita takutkan sementara kita punya Allah pemilik dan pencipta semesta raya ini? (Rokhim Nur/bangkitmedia.com)

*Tulisan ini disarikan dari ceramah Gus Baha.

Rahasia Imam Syafi’i Tetap Santai Tatkala di Caci Maki

Rahasia Imam Syafi’i Tetap Santai Ketika di Caci Maki

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar