Rahmat Baiquni Segitiga Sebar Fitnah Racun Rokok dalam Tubuh Petugas KPPS

Baca Juga

Rahmat Baiquni “segitiga bermuda” menebar fitnah akhir zaman terkait petugas PPS yang meninggal. Bagi Baiquni, ratusan petugas KPPS yang meninggal ialah sebab racun gas di rokok. Rokoknya kok tidak meledak dan terbakar yah? (Foto: istimewa)



Islam Nusantara – seusai menebar phobia simbol segitiga selaku bagian dari iluminti, Rahmat Baiquni kembali terungkap melontarkan ocehan percum tidak bergun bernada fitnah untuk para petugas TPS yang meninggal.

Dalam sebuah video berdurasi 2:19 menit yang dikirim tim Islam Nusantara dari Purworejo pada Selasa (18/06/2019) pagi, Baiquni tampak tidak berdosa menyebut para petugas TPS Pemilihan Umum 2019 diracun. Ia membandingkan dengan Pemilihan Umum sebelumnya.

“Seumur-umur Pemilihan Umum dilaksankan, jujur yah saya boleh jujur,” katanya untuk jemaah seraya cengengesan senyum gedibal, “ada tidak petugas KPPS yang meninggal?” sambungnya.

Baca: [Ngakak] Baequni: Habib Rizieq Salah 1 7 Ulama yang Akan Membaiat Imam Mahdi

Dia lalu menyebut, Pemilihan Umum 2019 kemarin ada petugas KPPS yang meninggal sampai ratusan orang. Dan menurut Baiquni, mereka meninggal bukan tanpa karena kecuali diracun. Innalillah.

Baca Artikel Lainnya:  Ini Lafadz Niat Puasa Syawal Beserta Dalilnya Komprehensif

“Seluruh yang meninggal ini, dalam cairan tubuhnya mengandung zat yang sama, zat racun berupa gas, yang dimasukkan ke dalam rokok, yang disebar ke saban TPS. Tujuannya apa? Untuk membikin mereka meinggal tidak dalam waktu yang lama,” jelas Baiquni.

Masih percaya Baiquni? Jangan-jangan petugas TPS yang meninggal ialah bagian dari skenario aluminium-inati untuk menghancur-leburkan Islam sebab seluruh bentuk hidungnya menyerupai segitiga bermuda.

Ya Allah, pekok kok ngajak-ngajak. Makan sendiri ndak kuat yah Ni, Baiquni! Sa’ uni-uni mu Ni, Baiquni!

Sekian editorial kali ini, agar dipahami, bahwa sempak Baiquni juga segitiga. Ini bukan hoax, insyaAllah shahih! Buka saja jikalau tidak percaya. [Islam Nusantara/ab]

Source by Ahmad Zainuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *