Rektor IAIN Kendari Buka-bukaan soal DO Maha siswa Pro Khilafah

Breaking News 6

Rektor IAIN Kendari Buka-bukaan soal DO Maha siswa Pro Khilafah

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari Faizah Binti Awad buka-bukaan terkait keputusannya men-drop out Hikma Sanggala, maha siswa yang Disangka menyebarkan paham khilafah.

Faizah mengakui Hikma sering mengunggah cacian kepada Pancasila. Ia juga diklaim Faizah pernah mengancam meratakan IAIN Kendari dan mengganti Pancasila dengan ideologi yang ia yakini.

“Saya tidak tersinggung sebab rektornya dikata-katain, tapi saya terpanggil bahwa bangsa ini, Pancasila akan diganti dengan ideologi khilafah,” kata Faizah dalam Forum Titik Temu: Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan di DoubleTree Hilton Hotel, Jakarta, Rabu (18/8).

Faizah menceritakan keputusan men-DO Hikma dilaksanakan sesuai prosedur dan melalui bermacam pertimbangan. Bahkan dia berujar pihaknya telah melaksanakan pembinaan terlebih dahulu.

Ia bercerita sebelumnya Hikma bahkan telah berhadapan dengan posisi serupa. Tapi pihak kampus mengambil keputusan untuk memberinya keringanan dengan cuma menskors selama 1 semester. walau begitu, Hikma tetap mengunggah hal-hal tidak layak dalam media sosial pribadinya.

“Bahwa jikalau tidak dipotong mata rantai, masih ada generasi-generasi yang kita miliki. Maha siswa yang dipunyai IAIN Kendari sejumlah kisaran sepuluh ribu akan terviruskan dengan ideologi yang sengaja menumpang Pancasila,” kata dia.

Sementara itu, Akun Instagram Hikma, @hikmasanggala banyak mengunggah kritik kepada pemerintahan Jokowi dan juga keputusan strategi kampus IAIN.

Rektor IAIN Kendari Buka-bukaan soal DO Maha siswa Prokhilafah

Hikma juga mengunggah beberapa foto mengibarkan bendera tauhid. Ia juga membagikan video-video terkait paham khilafah.

Rektor IAIN Kendari Buka-bukaan soal DO Maha siswa Prokhilafah

Lebih detail, Faizah tidak problem meski keputusannya memancing kritik. Ia bahkan mengklaim masih dirusak atau di-bully di media sosial sebab mengeluarkan Hikma.

Dalam Peluang itu, ia mengutip pandangan Quraish Shihab bahwa pendidikan jadi elemen penting untuk membangun kehidupan masarakat yang bermacam.

“Bahwa lembaga pendidikan, bahwa untuk kerja sama multi kultural, memerlukan pendidikan multi kultural. Tidak dapat serta-merta, tapi memerlukan pendidikan dan pendidikan bukan cuma di perguruan tinggi, tapi mulai dari masa emas generasi muda kita,” ujar dia.

Acara Forum Titik Temu: Kerja Sama Multikultural untuk Persatuan dan Keadilan dibuka oleh Presiden Jokowi. Waktu Faizah berpidato, sejumlah figur publik masih di dalam ruangan, seperti Kepala KSP Moeldoko, Sinta Nuriyah Wahid, Alissa Wahid, Azyumardi Azra, dan Omi Komaria Nucholis Madjid.

Sumber : cnnindonesia

Rektor IAIN Kendari Buka-bukaan soal DO Maha siswa Pro Khilafah

Rektor IAIN Kendari Buka-bukaan soal DO Mahasiswa Pro Khilafah

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *