Rektor UIN Apresiasi Kemajuan Teknologi Pertanian

Rektor UIN Apresiasi Kemajuan Teknologi Pertanian

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Alauddin Makassar Hamdan Juhannis mengapresiasi daya-kerja Kementerian Pertanian (Kementan) di bagian pertanian. Ia menilai, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo banyak mengeluarkan terobosan dan terobosan kreatif yang menjadikan bagian pertanian maju, mandiri, dan modern.

“Saya lihat meski di tengah pandemi Covid-19, Mentan Syahrul tidak pernah berhenti bergerak untuk memastikan ketersediaan pangan nasional. Hal itu dibuktikan sampai detik ini dengan tidak kekurangan bahan pokok,” ucap Hamdan waktu dihubungi di Makasar, Jumat (22/5).

Menurut Hamdan, terobosan kreatif yang dikerjakan itu di antaranya dengan melaksanakan kerja sama berbarengan perusahan jasa termasuk start up untuk mengatur sistem distribusi bahan pokok lebih baik. Lantas Kementan juga dianggap sukses mengembangkan bermacam benih dan bibut unggul dan terus mendukung mekanisasi bagian pertanian.

“Baru-baru ini bahkan mereka (Kementan) sanggup mengambil peran dalam pengembangan antivirus berbahan eukaliptus. Saya kira ini amat luar biasa,” katanya.

Di samping itu, Hamdan memuji, Kementan juga sanggup menghadirkan pusat data Agricultural War Room (AWR) yang jadi jalan keluar terkait ketepatan dan validasi data. Terobosan ini, menurut dia terbukti sanggup Mengawasi problem yang mungkin timbul dalam penanganan pangan nasional ke depan.

“AWR ialah terobosan termodern yang pernah dicetuskan oleh Mentan. Saat ini kita dapat mengetahui kemungkinan lahan yang akan panen di mana, termasuk tingkat produktivitas lahan dan kemungkinan problem yang mungkin timbul sehingga dapat diantisipasi dan keberhasilan panen pasti akan jauh lebih meningkat,” katanya.

READ
KH Hamid Pasuruan dan Kisah Nyata Bijak Penentuan Wukuf Arofah

Sebab itu, Hamdan optimistis dengan pemanfaatan Sarana AWR untuk peningkatan produksi nasional. Apalagi AWR juga sanggup bekerja secara cepat dan menopang sistem kerja Komando Taktik Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang ada sampai level Kecamatan.

“Hari ini kita masuk era di mana tiada hari tanpa terobosan di pertanian. Kalau terus berlanjut saya percaya kita sanggup mencetak produktivitas yang tinggi, unggul, dan berkualitas,” tutupnya.

Selaku info, capaian bagian pertanian dapat dilihat dari hitungan total stok beras  yang cukup sampai akhir Juni 2020, di mana  diperkirakan mencapai 6,84 juta ton. Adapun kemungkinan panen padi Mei 2020 saja dapat mencapai 1,25 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 3,43 juta ton. Lantas kemungkinan panen padi pada Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 1,94 juta ton.

Seterusnya pemerintah menargetkan luas tanam padi secara nasional pada 2020 minimal 11,66 juta ha yang berkemungkinan menghasilkan minimal 33,6 juta ton beras. (RO/OL-10)




Rektor UIN Apresiasi Kemajuan Teknologi Pertanian

loading...

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *