Rezim Suriah Bombardir Idlib dan Aleppo, Puluhan Meninggal

Breaking News 67

Rezim Suriah Bombardir Idlib dan Aleppo, Puluhan Meninggal

loading…

IDLIB – Lebih dari 20 penduduk sipil meninggal pada hari Selasa sesudah Tentara rezim pemerintah Suriah membombardir wilayah Idlib dan Aleppo. Pemboman itu untuk memerang pemberontak yang tersisa di 2 wilayah tersebut.

Serbuan teranyar terjadi tatkala PBB mengkritik keras negara-negara power dunia sebab tidak melaksanakan tindakan apa pun untuk menghentikan pertumpahan darah dan kehancuran di negeri Bashar al-Assad tersebut.

Menurut badan amal Perhimpunan Perawatan dan Sokongan Medis (UOSSM), pemboman intensif dalam sebulan terakhir oleh rezim Suriah dan sekutunya; Rusia, sudah mematikan 229 penduduk sipil dan melukai 727 lainnya.

Sembilan anak termasuk di antara 21 yang meninggal dalam serbuan angkatan bersenjata pemerintah Assad di beberapa kota di provinsi Idlib dan Aleppo pada Selasa. Data itu diungkap Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Versi tim penyelamat dan pertahanan sipil yang bekerja di wilayah yang dikuasai oposisi Suriah, hitungan total korban jiwa mencapai 24 orang.

Observatorium menjelaskan serbuan angkatan bersenjata berlangsung di jalan yang sibuk di desa Kafr Halab, di ujung barat provinsi Aleppo. Sedikitnya sembilan penduduk sipil meninggal.

Seorang fotografer AFP mengonfirmasi bahwa dia menyaksikan mayat para korban. Jalan itu dipenuhi orang-orang sebelum berbuka puasa tatkala serbuan terjadi.

Idlib dan wilayah Aleppo—khususnya Hama dan Latakia—Ada di bawah kendali Hay’et Tahrir al-Sham (HTS), yang sebelumnya Adalah afiliasi al-Qaeda cabang Suriah. Kubu itulah yang ingin dihancurkan pemerintah Suriah.

Jubir kantor kemanusiaan PBB, David Swanson, menjelaskan sebuah RS di Kanfranbel, Idlib, juga terkena tembakan artileri dan Saat ini tidak berfungsi lagi. Menurut dia, setidaknya 20 Sarana kesehatan terkena dampak eskalasi, 19 di antaranya tetap tidak berfungsi lagi.

Menurut PBB, Kisaran 200.000 orang Saat ini sudah meninggalkan wilayah itu untuk keamanan.

“Tidak bisakah dewan ini mengambil tindakan konkret tatkala serbuan kepada sekolah dan RS sudah jadi strategi perang yang tidak lagi memicu kemarahan? Apakah tidak ada yang dapat dikatakan atau ditunaikan tatkala bom barel sembarangan dijatuhkan di wilayah sipil?,” kata Ursula Mueller, pejabat urusan kemanusiaan Inti Sekretaris Jend. PBB Antonio Guterres.

Pemerintah Amerika Serikat menjelaskan rezim Suriah dan Rusia sudah menaikkan eskalasi secara sembrono.

“Serbuan tanpa pandang bulu kepada penduduk sipil dan infrastruktur publik seperti sekolah, pasar, dan RS ialah eskalasi konflik yang ceroboh dan tidak dapat diterima,” kata Jubir Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus, seperti dilansir Reuters, Rabu (29/5/2019). “Aksi anarkis itu mesti berakhir.”

(mas)

Source by Agus

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *