images 24
images 24

Ridwan Kamil: Penularan COVID-19 di Jabar Terbagi dalam 4 Kluster

Diposting pada 27 views

Ridwan Kamil: Penularan COVID-19 di Jabar Terbagi dalam 4 Kluster

Warta Batavia|KOTA BANDUNG _ Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengabarkan, penularan COVID-19 yang telah terdeteksi di Jabar sampai waktu ini dikelompokkan dalam 4 kluster penyebaran.

Kluster ke-1 ialah Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pebisnis Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Kabupaten Karawang. Kluster ke-2 dan ketiga yaitu 2 seminar di Bogor. Terakhir, seminar keagamaan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– meminta masarakat yang datang dalam aktifitas tersebut atau kluster untuk melapor ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota setempat dan melaksanakan tes COVID-19.

“Ini seluruh (tujuh Perkara positif COVID-19 di Karawang) ialah hasil tes mandiri. Jadi, kami betul-betul memutuskan yang benar, yaitu melaksanakan tes mandiri yang hasilnya dapat dicek oleh laboratorium kami sendiri,” kata Kang Emil dalam konferensi pers terkait Kemajuan terkini COVID-19 di Jabar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (24/3/20).

“Hasilnya ada pola persebaran. 1 pola ialah lebih dari tujuh orang itu terpapar positif (COVID-19) ialah orang-orang yang Hadir ke acara Musda Hipmi di Karawang, 9 Maret (2020) lalu, sehingga saya meminta seluruh yang datang di acara Musda Hipmi agar cepat lapor untuk Dinkes (Dinas Kesehatan) di kota/kabupaten masing-masing, cepat hari ini atau besok pagi untuk ditunaikan tes, yang Alhamdulillah persiapan rapid test telah siap Dilakukan mulai besok,” imbuhnya.

Kecuali itu, kata Kang Emil, pihaknya telah memegang data penduduk yang datang dalam 2 seminar di Bogor, dan seminar keagamaan di Lembang. menurutnya, ada kisaran 2.000 peserta dalam seminar keagamaan di Lembang.

READ
KH Mahfudh Salam, Ayah Kyai Sahal yang Istimewa

“Kami imbau untuk para peserta seminar GBI di Lembang agar cepat mengabarkan juga untuk Dinkes setempat untuk cepat melaksanakan rapid test, di rapid test yang telah siap,” ucapnya.

“2 acara di Bogor, 1 di lembang , dan 1 di Karawang ini ialah temuan dari hasil tes mandiri yang kita lakukan semenjak delapan hari yang lalu. Saya sendiri ikut acara yang Musda Hipmi itu, saya telah tes berbarengan istri dan hasilnya buruk. Tetapi, saya akan melaksanakan tes ke-2 untuk memastikan keamanan dari kami sendiri,” tambahnya.

Kang Emil juga memastikan kesiapan tes masif yang akan diawali besok (Rabu, 25 Maret 2020). Tes masif di daerah dengan penyebaran COVID-19 paling besar itu tidak ditujukan bagi semua penduduk Jabar, melainkan cuma untuk 3 kategori.

Ke-1, Kategori A yaitu masarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, Pasien Dalam Kontrol (PDP) dan Famili, Jiran, dan temannya, serta petugas kesehatan di RS yang menangani COVID-19.

Ke-2, Kategori B yaitu masarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular. Ketiga, Kategori C meliputi masarakat luas yang mempunyai gejala sakit yang Disangka penyakit COVID-19. Sangkaan tersebut mesti mereferensi Penjelasan dari Sarana kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

“Kategori A ini mulai besok akan dites oleh ribuan test kit yang hitungan 15 menit akan keluar dalam bentuk tes di Sarana kesehatan, di rumah sakit-rumah sakit yang telah ditetapkan. Jadi, prioritas untuk hari besok di Jawa Barat ialah melaksanakan rapid test secara masif untuk golongan Kategori A,” ujar Kang Emil.

READ
Perspektif Revolusi Industri 4.0

“Kami menginginkan dengan hasil tes masif ini yang berdasar undangan, analisis, itu akan menghasilkan peta persebaran yang terukur di hari Jumat atau Sabtu, sehingga hasilnya kita dapat memutuskan apakah bekerja dan bersekolah di rumah dilanjutkan menambah 1 minggu atau dapat kembali lagi ke sekolah atau tempat bekerja dengan tetap menjaga jarak,” imbuhnya.

Bagi penduduk Jabar yang masuk dalam 3 kategori tersebut, dapat melakukan registrasi melalui aplikasi PIKOBAR (Pusat Info dan Koordinasi COVID-19 Jabar) atau daftar ke Dinkes kabupaten/kota secara manual. Tapi, ke-2 pintu registrasi ini akan diregistrasi secara digital, sehingga hasil tes pun akan diinformasikan secara digital.

Kang Emil menjelaskan, pihaknya menyediakan 20 ribu test kit untuk tes masif tersebut. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar telah menganggarkan Rp48 miliar untuk berbelanja bermacam alat kesehatan termasuk alat rapid test.

“Tantangan terbesar ialah untuk berbelanja alat pelindung diri (APD), masker, dan alat rapid test. Kita telah belanjakan Rp48 miliar sampai hari ini. Kita akan siapkan biaya sampai Rp500 miliar, biaya itu tengah didiskusikan dengan DPRD (Jabar) untuk dicari sumber-sumbernya,” katanya.

“Arahan Presiden (Jokowi) ialah mengambil dari anggaran-anggaran yang tidak prioritas, di-mayoritas-kan di zona anggaran kesehatan seraya juga mempersiapkan biaya untuk social safety net terkait subsidi sembako dan subsidi keuangan bagi penduduk yang terpapar dari sisi kemungkinan jadi rawan miskin,” tambahnya.

*Bupati Karawang Positif COVID-19*

Dalam konferensi tersebut, Kang Emil juga mengabarkan, ada 3 kepala daerah di Jabar yang positif COVID-19. Dia menjelaskan, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dinyatakan positif COVID-19 bakda ikut hadir Musda Hipmi Jabar yang dihelat di Karawang.

READ
Mempertegas Perlunya RUU Keamanan Laut

“Ada 1 lagi kepala daerah di Provinsi Jawa Barat yang positif, yaitu Bupati Karawang, Ibu Cellica. Ibu Cellica tadi memberikan info yang juga saya telah tahu terkait hasilnya dan saya telah minta izin untuk mengabarkan,” ujar Kang Emil.

“Jadi, di Jawa Barat telah ada 3 kepala daerah (positif Covid-19), Wali Kota Bogor, ke-2 Wakil Wali Kota Bandung, dan ketiga ialah Bupati Karawang,” imbuhnya.

Kang Emil juga meminta penduduk Jabar untuk tidak melaksanakan bepergian atau pulang kampung. Khususnya, penduduk Jabar yang bekerja di Jakarta atau jauh dari kampung halaman.

“Saya imbau seluruh penduduk untuk tidak mudik. Sebab sumber pandemi di Indonesia itu kebanyakan ada di Jakarta. Jikalau Anda-Anda pulang sebelum rapid test ini Dilakukan Anda punya kemungkinan selaku ODP,” katanya. (Agus)

Ridwan Kamil: Penularan COVID-19 di Jabar Terbagi dalam 4 Kluster

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *