Rusia-Israel Memanas, Tel Aviv Tidak mau Disalahkan atas Tragedi Il-20

alexametrics

Rusia-Israel Memanas, Tel Aviv Tidak mau Disalahkan atas Tragedi Il-20

loading…

TEL AVIV – Perseteruan antara Israel & Rusia memanas sesudah Tel Aviv Tidak mau disalahkan Moskow atas tragedi jatuhnya pesawat Spionase Il-20 di Suriah yang mematikan 15 serdadu Moskow. Moskow tetap anggap Tel Aviv bersalah dengan menjadikan pesawat Spionase itu selaku tameng jet-jet perang F-16 Israel dari tembakan sistem rudal S-200 Suriah di Latakia.

Moskow pada hari Minggu (23/9/2018) telah mengumumkan data menit-menit tragedi pesawat Il-20. Kesimpulan Moskow di luar espektasi Tel Aviv yang percaya ketegangan atas insiden itu telah diselesaikan Minggu lalu dengan penjelasan rinci angkatan bersenjata Israel.

“IAF (Angkatan Udara Israel) tak bersembunyi di balik pesawat apapun & … pesawat Israel Ada di wilayah udara Israel pada waktu jatuhnya pesawat Rusia,” kata prajurit Pertahanan Israel (IDF) melalui Twitter yang dilansir dari akun resminya, @IDFSpokesperson, semalam.

“Mekanisme deconfliction (dengan Tentara Rusia) beroperasi dalam jangka waktu yang relevan,” lanjut IDF.

“Keamanan & kesejahteraan Tentara Rusia yang beroperasi di Suriah ialah komponen fokus di tiap-tiap persetujuan dari tiap-tiap aktifitas oleh pejabat senior di IDF & di Israel,” imbuh IDF.

Menhan Israel Avigdor Lieberman bahkan menekankan Tel Aviv tak akan merubah keputusan strategi militernya di Suriah meski pesawat Il-20 Rusia telah jadi korban.

sebelum ini, Kemenhan Rusia menyajikan data menit-demi-menit dari tragedi jatuhnya pesawat Il-20 di Suriah pada 17 September 2018. “Kekhilafan atas insiden itu, di mana 15 serdadu Rusia terbunuh, terletak sepenuhnya pada Angkatan Udara Israel,” kata Kementerian itu.

Data radar & komunikasi yang sebelumnya dirahasiakan memperlihatkan bahwa pesawat Moskow itu ditembak jatuh oleh sistem rudal pertahanan udara Suriah saat jet F-16 Israel secara efektif mempergunakan pesawat Il-20 selaku perisai selama serbuan berlangsung.

Menurut kementerian itu, Angkatan Udara Israel memberi Rusia waktu warning kurang dari 1 menit sebelum pemboman di Latakia. Kecuali itu, Tel Aviv juga memberikan info yang salah mengenai hal posisi jet tempurnya & target mereka.”Tindakan tersebut ialah pelanggaran terang dari perjanjian Rusia-Israel 2015,” lanjut kementerian tersebut, seperti dilansir dari media pemerintah Moskow, Russia Today.

“Kepemimpinan angkatan bersenjata Israel tak mempunyai penghargaan untuk hubungan erat dengan Rusia, atau tak mempunyai kontrol atas perintah individu atau perwira komandan yang mengerti bahwa tindakan mereka akan mengarah pada tragedi,” papar Kemenhan Rusia.

Moskow juga mengumumkan bahwa mereka mempunyai data tidak terbantahkan lain yang menyokong materi yang disajikan pada briefing hari Minggu & membuktikan bahwa Israel sungguh mesti bertanggung jawab.

(mas)

Source by Agus

You might like

About the Author: Agus Mulyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *