Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
Home / BERITA DUNIA / “Saya Ini Belajar Banyak Bukan untuk Jadi Orang Alim…”

“Saya Ini Belajar Banyak Bukan untuk Jadi Orang Alim…”

/
/
/
37 Views

“Saya Ini Belajar Banyak Bukan untuk Jadi Orang Alim…”

Gus Baha punya kalimat yang dipigura, dan kelak benda itu akan diwasiatkan ke anak-cucunya
Kalimat itu ditulis dalam bahasa Arab, yang kira-kira artinya: “Wahai anak-cucuku, saya ini belajar banyak bukan untuk jadi orang alim, tapi untuk memahami luasnya rahmat Allah sehingga saya dapat hormat ke seluruh ummat Kanjeng Nabi.”

Bagian golongan ummat Kanjeng Nabi yang terbesar ialah orang awam. Kanjeng Nabi sendiri juga rileks berhadapan dengan orang awam. Bagian sahabat beliau suka sekali mabuk. Namanya: Nu’aiman. Nu’aiman ini cinta sekali dengan Kanjeng Nabi. Jikalau tidak bersama-sama Kanjeng Nabi, dia pusing. Namun jikalau tidak mabuk juga pusing. Akhirnya dipilihlah jalan tengah, sering mabuk di dekat Kanjeng Nabi.

Ada banyak cerita soal Nu’aiman ini. Orangnya jenaka, mabukan, ceplas-ceplos, dan sering mengerjai Kanjeng Nabi. Namun Kanjeng Nabi amat mencintainya

Kelakuan Nu’aiman yang seperti itu, sering ditegur para sahabat. Dan Kanjeng Nabi balik menegur para sahabat tersebut. “Bagaimanapun Nu’aiman itu mencintai Allah dan rasulnya.” Dan di Peluang lain, Kanjeng Nabi berkata, “Saya itu paling gembira jikalau bercanda dengan Nu’aiman.”

Ada sekelompok wali, yang menurut Gus Baha, tidak pernah melaksanakan salat sunah qabliah dan ba’diah. Hal itu mereka pertahankan dengan target agar salat sunah itu tetap dinilai sunah dan tidak membebani orang awam. Bayangkan kalau di zaman now, para buruh kasar atau mereka yang punya kerjaan ketat dalam soal waktu seperti satpam dan driver, tentu mereka akan berat kalau dibebani dengan salat sunah seperti itu. Bahkan dapat jadi problem. Kubu wali ini seakan memasang badan jangan sampai orang-orang yang tidak mengerjakan salat qabliah dan ba’diah dinilai negatif. Dan jangan menganggap salat sunah selaku beban

Banyak wali yang suka bermain sepakbola, bahkan menari. Jadi wali itu bukan cuma orang khusyu’ saja. Jikalau sepakbola diharamkan, banyak hal diharamkan, yang rugi ya Kanjeng Nabi. Umatnya jadi berlebihan berat menjalankan dan memeluk agama Islam

Makanya, Gus Baha senantiasa berpesan, jangan suka menghukumi dan memberi cap ke orang lain. Apalagi dengan cap munafik

Disadur dari: Puthut Ea, sastrawan yang suka ngaji dengan Gus Baha’.

“Saya Ini Belajar Banyak Bukan untuk Jadi Orang Alim…”

“Aku Ini Belajar Banyak Bukan untuk Menjadi Orang Alim…”

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This div height required for enabling the sticky sidebar