SDF-Israel Bekerja Sama dalam Pencurian dan Perdagangan Organ di Suriah Timur

SDF-Israel Bekerja Sama dalam Pencurian dan Perdagangan Organ di Suriah Timur

Warta Batavia, HASAKA – serdadu Demokrat Suriah (SDF) dengan dokter Israel terlibat dalam kerja sama membangun RS untuk pencurian dan perdagangan organ tubuh di Suriah Timur.

SDF sudah mendirikan RS rahasia di lapangan untuk mencuri dan memperdagangkan organ tubuh orang-orang di kota Hasaka dan Qamsehli di timur laut provinsi Hasaka. Saluran TV berbahasa Arab al-A’alam mengabarkan hal ini dengan mengutip sumber info di Hasaka pada Hari Sabtu (20/07).

Sumber-sumber menjelaskan bahwa SDF sudah terlibat dalam perdagangan organ tubuh baik dengan menculik bocah kecil atau dengan mengambil organ-organ anggota milisi mereka yang terbunuh yang sudah dipaksa jadi member kubu teroris itu.

Baca: Turki, Israel Terlibat Perdagangan Organ Pengungsi Suriah

sebelum ini dalam sebuah laporan yang relevan pada Oktober 2018 dikatakan bahwa teroris di Barat Laut Suriah sudah mengintensifkan perdagangan organ tubuh masyarakat Idlib ke Turki untuk memperoleh lebih banyak uang di pasar gelap negara itu.

Situs web berita berbahasa Suriah, al-Mahaver mengabarkan bahwa perdagangan organ tubuh oleh teroris sudah meningkat di kota Idlib dan daerah-daerah yang dikuasai anggota milisi lainnya di provinsi barat laut itu.

Lebih detail dikatakan bahwa para teroris menculik beberapa masyarakat sipil di daerah-daerah yang dikuasai anggota milisi di Idlib saban hari untuk mengeluarkan organ mereka dalam operasi yang menakutkan dan menyampaikan mereka ke Turki oleh kelompok-kelompok tertentu yang menjalankan operasi di ke-2 negara.

“Masyarakat sipil menjalani operasi tidak resmi dan organ tubuh mereka diambil dan dijual dengan harga tinggi,” lapor situs web berita itu, menambahkan bahwa orang-orang di kota Idlib di Timur Laut “sudah meminta Serdadu Suriah untuk masuk wilayah mereka dan menyelamatkan mereka dari kebrutalan kubu teroris “. (ARN)

Source by Ahmad Fawas

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *