a291272936e6c5eda571a74ebb2690e2 1
a291272936e6c5eda571a74ebb2690e2 1

Sebanyak 15.000 Maha siswa FK Siap Jadi Relawan Korban Covid 19

Diposting pada 41 views

Sebanyak 15.000 Maha siswa FK Siap Jadi Relawan Korban Covid 19

Jakarta, Warta Batavia — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Ikatan Senat Maha siswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) terus menggalang sokongan secara sukarela dari para maha siswa untuk membantu penanganan pandemi Coronavirus Disease (Covid-19). Sampai ditutupnya registrasi tahap ke-1, Selasa, 24 Maret 2020, tercatat 15.000 maha siswa secara sukarela sudah siap jadi relawan untuk terlibat dalam program ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi sokongan yang amat besar dari para maha siswa tersebut.

“Ini amat luar biasa. Gerakan ini dapat terwujud sebab motivasi kuat para maha siswa kesehatan dan bidang-bidang lain yang ditunjang antusias gotong royong memberikan Andil secara sukarela bagi masarakat untuk memerangi pandemi yang mengancam masa depan Indonesia,” disampaikan Mendikbud di Jakarta pada pembukaan “Pelatihan Literasi Dasar Covid-19 bagi Relawan Maha siswa Kesehatan” secara daring (dalam jaringan) pada Kamis (26/3).

“Mari kita tunjukkan bahwa anak kecil muda Indonesia secara sukarela punya nyali dan dapat menyelamatkan nyawa-nyawa masarakat Indonesia. Mari bersama-sama kita taklukkan pandemi Covid-19. Mari kita tunjukkan bahwa institusi-institusi pendidikan dapat bergerak jadi ujung tombak melawan pandemi ini,” tegas Nadiem melalui siaran pers Humas Kemdikbud.

Mendikbud menerangkan ajakan sukarela untuk maha siswa bidang kesehatan dan bidang-bidang terkait lain jadi relawan Adalah sesuatu yang amat penting ditunaikan waktu ini untuk membantu pemerintah menangani wabah Covid-19. Relawan maha siswa ini diterjunkan untuk melaksanakan program-program preventif dan promotif melalui komunikasi, info, dan edukasi ke masarakat terkait Covid-19. Relawan maha siswa juga dapat membantu pemerintah daerah melaksanakan pelacakan (tracing and tracking), membantu servis call center di pusat maupun daerah serta pusat-pusat servis Covid-19.

READ
Pompeo Desak Irak Lindungi Pasukan Koalisi Pimpinan AS

Pelaksana Tugas Direktur Jend. Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Nizam, menambahkan, selain mengajak relawan dari maha siswa bidang kesehatan secara sukarela, Kemendikbud juga memotivasi dan berkolaborasi dengan bermacam perguruan tinggi negeri untuk mempersiapkan Fakultas Kedokteran dan Hospital Pendidikan selaku sub center tes Covid-19. Hospital Pendidikan di bawah Kemendikbud juga disiapkan untuk merawat pasien Covid-19 sesuai kemampuan masing-masing.

“Waktu ini Ada 13 Fakultas Kedokteran dan 13 Hospital Pendidikan yang ditunjuk Kementerian Kesehatan selaku laboratorium untuk tes Covid-19,” gamblang Nizam.

Lebih detail, Nizam menambahkan, pelatihan secara daring tersebut diikuti kebanyakan relawan maha siswa kesehatan yang terdaftar, sebagian melalui video conference, sementara lainnya mempergunakan video streaming. Pelatihan pembekalan bagi relawan maha siswa akan dilangsungkan selama 3 hari dengan pemateri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan dan para dokter senior. Pelatihan ini jadi bagian amat penting agar para relawan paham dan bertindak sesuai protokol yang diberikan.

“Pelatihan berhadapan dengan Covid-19 ini amat penting untuk menjaga keamanan dan menaikkan kompetensi relawan dengan baik. Walaupun lewat daring, pelatihan tetap berjalan optimal dan diinginkan nanti relawan maha siswa akan berjalan sesuai prosedur yang diberikan,” ungkap Nizam.

Dalam Peluang yang sama, Perwakilan WHO, Navaratnasamy Paranietharan, menjelaskan keadaan dunia waktu ini makin negatif akibat wabah COVID-19. Pandemi yang tersebar secara global menyerbu nyaris tiap-tiap negara di dunia.

READ
Usia Muda Bukan Jaminan Dapat Terbebas Dari Ganasnya Covid-19

“Dunia mesti siap berhadapan dengan pandemi berskala besar, yang terbesar yang pernah terjadi selama 1 abad ini. Pesan bagi maha siswa yang akan jadi relawan bahwa diinginkan mempergunakan Peluang ini untuk memperoleh pelajaran berharga dan membantu masarakat,” ungkap Paranietharan.

Ia menambahkan, WHO sudah melaksanakan eksperimen dalam skala besar untuk menangani Covid-19. WHO membagi percobaan metode penanganan/pengobatan ke dalam 4 kubu besar dimana Indonesia masuk dalam metode penanganan tersebut. Dengan seperti ini, masarakat diinginkan akan memperoleh perawatan sesuai kondisinya.

“Selama masa jadi relawan, maha siswa mesti sanggup menjaga diri. Ambil langkah pencegahan dan penanganan yang pas selama ikut aktivitas. Kalau merasakan intimidasi selama masa pengabdian, bicaralah ke guru besar atau profesor di tempat Anda semua agar dapat menenangkan diri,” jelas Paranietharan.

Ia juga meminta para relawan tetap tenang, menjaga kesehatan, dan tetap berpikir positif. “Kami ingin Anda tetap aman. Jadi silakan mengambil langkah-langkah penjagaan dasar yang diperlukan seperti sering cuci tangan, melaksanakan taktik yang pas, siapapun yang sakit ingin menjauhkan diri, berusaha menjaga jarak secara fisik. Ini ialah langkah-langkah penting untuk menjaga diri Anda tetap aman dan sehat,” tutupnya. (Very)

Sebanyak 15.000 Maha siswa FK Siap Jadi Relawan Korban Covid 19

loading...

READ
Bassil Sambut Baik Kontak Telepon Assad-Bin Zayed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *