Soal Doa dari Semua Agama, Menag: Salahnya Doa Ini Apa Sih? Orang Disuruh Doa Kok Ribut

605dcf647f747.jpg
605dcf647f747 Soal Doa dari Semua Agama, Menag: Salahnya Doa Ini Apa Sih? Orang Disuruh Doa Kok Ribut

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengaku heran, tuntutannya agar acara Kementerian Agama diisi dengan doa-doa dari semua agama disambut pro dan kontra dari masyarakat.

“Jadi ada apa dengan sholat ini? Orang disuruh sholat, karena berisik, apa salahnya sholat ini? Itu pertanyaan saya, saya bisa tanya. 8/4/2021).

Yaqut pun memaparkan asal mula permintaan acara Kemenang diisi dengan doa semua agama saat Yaqut menghadiri Rapat Kerja Nasional Kementerian Agama yang dihadiri oleh pejabat Kelas I dan II Kementerian Agama. Agama se-Indonesia.

Faktanya, kata Yaqut, sholat hanya diucapkan dalam Islam. Memang menurutnya perilaku koruptif dan perilaku negatif lainnya bisa dijauhkan jika seseorang dekat dengan Tuhan melalui doa.

“Sekarang menurut saya begini, karena masyarakat disuruh menjauhi penipuan, menjauhi korupsi, menjauhi birokrasi yang mengabdi sendiri, hanya muslim, sedangkan ada pegawai yang bukan muslim,” kata Yaqut.

Oleh karena itu, ia mendorong karyawan yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu untuk juga berdoa mengenang Tuhan dan dijauhkan dari perilaku buruk.

“Ini asumsi, benarkah? Menurut saya setiap orang (yang menentukan), dengan doa dapat mencegah perilaku itu. Jika doa saja tidak menghalangi mereka untuk berperilaku buruk, apa lagi yang bisa menjauhkan mereka selain kematian. Kata Yaqut.

Ia juga mencontohkan, doa semua agama hanya berlaku di lingkungan Kementerian Agama dalam acara yang dihadiri seluruh pegawai dari berbagai agama.

Yaqut mengatakan, tidak ada upaya untuk mengubah amalan shalat di acara kenegaraan atau sholat menjadi kegiatan yang erat kaitannya dengan agama tertentu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yaqut menuntut agar setiap acara yang berlangsung di Kementerian Agama diisi dengan doa-doa dari seluruh agama di Indonesia.

BACA JUGA :
Didukung Ganjarist Maju Pilpres 2024, Begini Respons Ganjar Pranowo

“Pagi ini saya senang Rakernas diawali dengan pengajian. Ini memberikan pencerahan dan penyegaran bagi kita semua. Tapi alangkah baiknya jika semua agama memberikan kesempatan salatnya untuk salat,” kata Yaqut. seperti dikutip Antara, Senin (5/4/2021).

Ia ingin Kementerian Agama menjadi rumah bagi semua agama di Indonesia agar bisa mengabdi dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pemeluk agama.

Ia mengatakan pembacaan doa bagi agama tertentu hanya di Kementerian Agama akan menunjukkan bahwa acara di Kementerian Agama seperti acara bakti sosial.

“Jadi ini tidak memberi kesan bahwa kita sedang rapat dengan ormas-ormas Islam di Kementerian Agama. Kita adakan rapat nasional Kementerian Agama yang tidak hanya memuat soal-soal agama Islam,” ujarnya. [kompas.com]


Soal Doa dari Semua Agama, Menag: Salahnya Doa Ini Apa Sih? Orang Disuruh Doa Kok Ribut

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *