Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 18

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Kahfi Ayat 18
Penjelas Surat al-Kahfi ayat 18 (sumber:istimewa)

Tafsir Surat al-Kahfi ayat 18 membincang mengenai hal cerita Ashabul Kahfi yang tertidur di dalam gua. Surat al-Kahfi ayat 8 ini menggambarkan bagaimana bagaimana kubu Ashabul Kahfi tampak tidak tertidur.

Islam Nusantara – Surat al-Kahfi ayat 18 tersebut dengan gamblang mengumumkan bahwa kubu Ashabul Kahfi ini dalam kondisi tertidur. Walaupun seperti ini, banyak yang beranggapan bahwa mereka tengah terjaga.

Surat al-Kahfi ayat 18 ini menepis anggapan yang mengumumkan bahwa kubu Ashabul Kahfi dalam kondisi terjaga. Padahal, mereka tengah tertidur.

وَتَحْسَبُهُمْ أَيْقَاظًا وَهُمْ رُقُودٌ وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَذَاتَ الشِّمَالِ وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ ذِرَاعَيْهِ بِالْوَصِيدِ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَارًا وَلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا (18)

“Dan kau mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, tengah anjing mereka mengunjurkan ke-2 lengannya di muka pintu gua. Dan kalau kau melihat mereka tentulah kau akan berpaling dari mereka dengan melarikan [diri] dan tentulah [hati] kau akan dipenuhi dengan ketakutan kepada mereka. (QS. Al-Kahfi: 18)

Di dalam dijelaskan bahwa waktu kubu Ashabul Kahfi tertidur, mereka tidak seperti orang tidur pada umumnya. Mata mereka tetap terbuka laiknya orang yang terjaga.

Atas dasar itu, Allah SWT di dalam Surat al-Kahfi mengatakan dengan tegas Ashabul Kahfi di dalam gua Disangka dalam kondisi sadar. Allah SWT menidurkan mereka dalam kondisi seperti itu sebab agar tidak mudah rusak dan tetap langgeng.

ذكر بعض أهل العلم أنهم لما ضرب الله على آذانهم بالنوم ، لم تنطبق أعينهم ؛ لئلا يسرع إليها البلى فإذا بقيت‌ ظاهرة للهواء كان أبقى لها ؛ ولهذا قال تعالى : ( وتحسبهم أيقاظا وهم رقود )

“Sebagian ahli ilmu menerangkan saat Allah SWT menidurkan telingan mereka, mata mereka tetap terbuka. Hal itu ditunaikan agar tidak mudah rusak. Karena, kalau tetap dalam kondisi terbuka akan udara, maka itu membikin lebih langgeng. Oleh sebab itu, Allah SWT berfirman ( وتحسبهم أيقاظا وهم رقود .

Lalu, anjing yang bersama-sama kubu Ashabul Kahfi setia menanti bahkan berjaga selama mereka tertidur. Anjing tersebut berdiri di pintu gua untuk menjaga tuannya.

Diriwayatkan dari Imam Ibnu Juraij, anjing peliharaan Ashabul Kahfi selalu menjaga di depan pintu gua. Anjing tadi berbaring seraya menyimpuhkan kakinya di depan pintu, seakan-akan dia menjaga mereka.

Siapapun yang menyaksikan Ashabul Kahfi tertidur dalam kondisi seperti itu, pasti ia akan diselimuti rasa takut dan kuatir. Terlebih lagi, di depan gua tersebut Ada anjing penjaga yang siap siaga. Allah SWT menjadikan hal itu agar Ashabul Kahfi tidak terjamah oleh siapapun sampai batas waktu yang ditetapkan.

Demikianlah cerita Asahabul Kahfi yang termaktum di dalam Surat al-Kahfi ayat 18. Cerita tersebut dapat memberikan inspirasi manfaat berteman dengan orang-orang baik. [Islam Nusantara/in]


Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Kahfi Ayat 18 by Ahmad Zainuddin

You might like

About the Author: Ahmad Zainudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *