1585235881
1585235881

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 9

Diposting pada 28 views

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 9

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

Yukhādi‘ūnallāha wal ladzīna āmanū. Wa mā yakhda‘ūna illā anfusahum wa mā yasy‘urūn.

Artinya, “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman. Mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri dan mereka tidak menyadarinya.”

Ragam Tafsir

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini bahwa orang-orang munafik mengumumkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran pada waktu yang bersamaan. Mereka mengira sebab kebodohan sudah menipu Allah dan hal itu mendatangkan manfaat untuk mereka. Mereka dengan perbuatan itu tidak memperdaya dan menipu siapapun kecuali diri mereka sendiri. Adapun mereka tidak sadar sebagaimana penjelasan Surat An-Nisa ayat 142.

Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur’anil Azhim mengutip Ibnu Abi Hatim dari Juraij yang menjelaskan bahwa orang munafik mengucapkan “Lā ilāha illallāh” dengan maksud mengamankan jiwa dan harta mereka. Sejatinya di dalam hati mereka tidak ada keyakinan seperti ini.

Ibnu Katsir juga mengutip Sa‘id dari Qatadah yang menjelaskan, sifat orang munafik dalam banyak Perkara mempunyai kecenderungan untuk membenarkan dengan ujaran, mengingkari dengan hati, dan berbuat sesuatu yang berlainan dengan ikrar. Pagi hari mereka bersikap A. Sore hari mereka bersikap B. Sore hari mereka bersikap A. Besok paginya sikap mereka berubah jadi B. Mereka berlayar seperti sampan ke mana saja embusan angin laut bertiup.

READ
Cegah Corona, Fatayat NU Jember Buat Ribuan Masker

Al-Baghowi menjelaskan, kata “al-khada‘” secara bahasa artinya menyembunyikan. Kata ini juga dapat disematkan pada rumah sebab rumah menyembunyikan perhiasan di dalamnya. Kata ini dapat juga disematkan pada lemari. (Al-Baidhawi). Tetapi al-mukhadi‘ ialah orang yang mengumumkan apa yang tersembunyi. (Al-Baghowi, Ma‘alimut Tanzil fit Tafsir wat Ta’wil, [Beirut, Darul Fikr: 2002 M/1422 H], juz I, halaman 25-26).

Kata “al-khada‘” oleh Allah pada Surat An-Nisa ayat 182 artinya mengumumkan dan menyegerakan nikmat di dunia untuk mereka yang tak sama dari siksa akhirat yang tidak tampak oleh mereka. Ada ulama memberikan arti kerusakan untuk terjemahan kata “al-khada‘”. Jadi maknanya ialah orang munafik merusak keimanan yang mereka nyatakan dengan kekufuran yang mereka sembunyikan. Dengan ujaran “kami beriman ke Allah dan hari akhir” waktu berjumpa, orang munafik menipu orang beriman. Padahal, mereka sesungguhnya tidak beriman. (Al-Baghowi, 2002 M: 26).

“Mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri” sebab tindakan penipuan itu akan berpulang ke mereka sendiri. Allah memberitahukan kemunafikan mereka ke Nabi Muhammad SAW sehingga rahasia mereka terkuak dan mereka berhak menerima siksa di akhirat. “Mereka tidak menyadarinya” mereka tidak tahu bahwa mereka cuma menipu diri sendiri dan dampak atas penipuan mereka akan berpulang ke mereka sendiri. (Al-Baghowi, 2002 M: 26).

READ
Ternyata "Tidak Keluar Rumah Waktu Wabah Penyakit" Ialah Konsep Al-Quran

Al-Baidhawi menjelaskan, penyamaran orang munafik bermaksud untuk menyelematkan diri dari ekses seperti yang dialami oleh orang kafir selain mereka. Mereka juga melaksanakan hal itu untuk memperoleh kemuliaan dan pemberian sebagaimana yang didapatkan oleh orang beriman. Mereka dapat bergaul bebas dengan orang beriman, mengetahui rahasia mereka, dan menyebarkan rahasia tersebut ke lawan perang serta bermacam maksud dan target lain. (Al-Baidhawi, Anwarut Tanzil wa Asrarut Ta’wil, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], juz I, halaman 79-80).

Penipuan orang munafik akan jadi senjata makan tuan. Mudharatnya berpulang ke mereka sendiri. Mereka menipu diri sendiri sebab terpedaya oleh tindakan tersebut. Nafsu sudah membutakan mereka sebab membisikkan angan-angan kosong dan membawa mereka untuk menipu Allah, Zat yang bagi-Nya tiada yang tersembunyi. “Mereka tidak menyadarinya” maksudnya mereka tidak merasakannya sebab terus-menerus dalam kelalaian. (Al-Baidhawi, tanpa tahun: 80).

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman” dengan mengumumkan sikap yang tak sama dengan kekufuran yang mereka sembunyikan agar mereka dapat terbebas dari hukum duniawi. (Al-Jalalain, Tafsirul Qur’anil Azhim). Wallahu a’lam. (Alhafiz Kurniawan

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 9
Sumber: NU-Online

loading...

READ
Masalah Persekusi Muslim Uighur, PBNU: Islam Telah Berkembang Baik di China

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *