1585195992
1585195992

Tahun Ini Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi Genap 100 Tahun

Diposting pada 32 views

Tahun Ini Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi Genap 100 Tahun

Jakarta, Warta Batavia 

Pada 1 Januari 1920 Masehi, KH Muhammad Masthuro mendirikan sebuah pesantren yang lantas bernama Al-Masthuriyah. Sampai pada titik usia 100 tahun, tentu Adalah capaian yang luar biasa bagi sebuah lembaga pendidikan yang terbilang tertua di Sukabumi. 


Selama seratus tahun itu, sebuah lembaga pendidikan tentu melewati banyak hal, tantangan dan rintangan, pengalaman pahit dan manis serta sepak terjang pendiri dan para penerusnya. Soal hal itu, termuat dalam sebuah buku yang didedikasikan untuk warning 100 Tahun Al-Masthuriyah oleh salah seorang tenaga pendidik pada Satuan Pendidikan STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Al-Masthuriyah atas nama Daden Sukendar.


Daden ialah Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Sukabumi  dan Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Kabupaten Sukabumi.  


“Alhamdulilah, 1 kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi saya selaku alumni Al-Masthuriyah waktu dipercaya untuk menyusun buku soal Al-Masthuriyah yang kami beri judul Cerita Indah Al-Masthuriyah,” ungkapnya saat dihubungi Warta Batavia, Kamis (26/3).


Menurut Daden, buku tersebut disusun selama rangkaian warning 1 Abad Al-Masthuriyah yang ia himpun dari dokumen dan pengalaman pribadi selama menuntut ilmu di Al-Masthuriyah sampai waktu ini, serta melalui Tanya Jawab dengan para masyayikh Famili besar Al-Masthuriyah, para alumni baik mutaqaddimin (alumni senior), mutawasithin (alumni generasi menengah), maupun mutaakhirin (alumni terkini). 

READ
Mengapa Tidur Setelah Makan Sahur Dilarang? Berikut Penjelasannya


Buku ini selain memuat perjalanan hidup sepak terjang pendiri dalam membangun pesantren beserta kiprah istri dan para penerusnya, juga memuat hal penting yang selama ini jadi spirit pengelolaan pesantren berupa 6 butir wasiat KH M. Masthuro sebelum beliau wafat yang disampaikan untuk putra-putri dan mantunya: 

Kudu ngahuji dina ngamajukeun pasantren, madrasah. ulah pagirang-girang tampian; 2). ulah hasud; 3). Kudu nutupan kaaeban batur; 4). Kudu silih pikanyaah; 5). Kudu boga karep sarerea hayang mere; 6). Kudu mapay tharekat anu geus dijalankeun ku Abah. 


Disamping itu kata Daden, di buku yang terdiri kisaran 140 halaman tersebut berisi cerita menarik dari para alumni yang mengumumkan bahwa al-maghfurlah KH M. Masthuro tidak cuma mengajarkan ilmu agama dan umum, tetapi juga mem berikan pendidikan soal kehidupan khususnya dalam dakwah di tengah-tengah masarakat untuk santri-santrinya yang dilanjutkan oleh para penerusnya. 


“Penyusunan buku ini cuma sebagian kecil dari rangkaian warning 1 Abad al-Masthuriyah, banyak hal menarik full hikmah di dalamnya,” ungkapnya lagi.

 

Penting diketahui, pesantren Al-Masthuriyah pernah mwlahirkan seorang Wakil Rais Aam PBNU almghfurlah KH Fakhruddin Masthuro mendampingi Rais Aam KH M.A. Sahal Mahfudh. 

 

Penulis: Abdullah Alawi

Editor: Alhafiz Kurniawan

Tahun Ini Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi Genap 100 Tahun
Sumber: NU-Online

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *