Telah 282 Calon, Pansel Tidak Perpanjang Registrasi Capim Komisi Pemberantasan Korupsi

Breaking News 10

Telah 282 Calon, Pansel Tidak Perpanjang Registrasi Capim Komisi Pemberantasan Korupsi

loading…

JAKARTA – Panitia seleksi calon pimpinan KPK (Pansel Capim Komisi Pemberantasan Korupsi) memastikan tidak akan memperpanjang waktu registrasi. Banyaknya calon yang berasal dari bermacam elemen jadi dasar pansel menutup registrasi.

Ketua Pansel Capim Komisi Pemberantasan Korupsi Yenti Ganarsih menjelaskan, sampai hari ini Kamis (4/7/2019), tercatat sebanyak 282 calon yang mendaftarkan diri selaku capim Komisi Pemberantasan Korupsi.

“10 menit lalu saya berangkat dari kampus ke sini, 279 (yang daftar). 10 menit nyampe sini telah 282 orang,” kata Yenti yang juga guru besar Fakultas Hukum Universitas Trisakti, di Sekretariat Negara (Sekneg), Jakarta.

Sebanyak 282 calon yang melakukan registrasi terdiri dari 57 pengacara, 53 guru besar, 26 swasta/BUMN/Pembisnis, 5 jaksa, 11 hakim, 1 member TNI, sepuluh member Polri, enam auditor, sepuluh komisioner dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi, serta 103 berasal dari elemen warga.

Yenti menjelaskan, ada 2 komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi yang legal mencalonkan kembali jadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Tetapi, angka itu akan bertambah sebab ada 1 lagi yang kembali akan melakukan registrasi.

Dia menjelaskan, adanya tambahan 1 komisoner yang akan melakukan registrasi tersebut sesudah memperoleh info dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang. “Kemungkinan ada 3. Tadi pagi sih 2. Jika ini sepuluh, mungkin komisioner nambah 1. Yang gamblang telah ada 2. Dan Pak Saut kan bilang 3 orang komisioner akan daftar kembali,” ucap Yenti.

Dia menjelaskan, sampai waktu ini pihaknya masih belum dapat menyebutkan nama-nama dari para calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang kembali melakukan registrasi. Nama-nama yang melakukan registrasi akan muncul sesudah Pansel Capim Komisi Pemberantasan Korupsi selesai rapat.

Dengan hitungan total pendaftar yang mencapai 282, Yenti menambahkan, pihaknya tidak akan melaksanakan perpanjangan registrasi. Tak sama pada periode sebelumnya yang dilaksanakan perpanjangan.

Dia membandingkan, pada periode ke-1 waktu pembukaan cuma Ada 134 pendaftar sehingga dilaksanakan perpanjangan, lantas sesudah diperpanjang Ada 611 pendaftar. Waktu itulah dilaksanakan sistem pengguguran dan menyaring sebanyak 450 orang.

“Menyaksikan perkembangannya kelihatannya tidak (diperpanjang). Telah cukup, sebab kita cuma memerlukan 10 orang,” kata Yenti.

(maf)

SindoNews by Abrori

You might like

About the Author: Abrori Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *