Telepon Jokowi ke Kapolri Berujung Puluhan Pelaku Pungli Masuk Jeruji

Telepon Jokowi ke Kapolri Berujung Puluhan Pelaku Pungli Masuk Jeruji Telepon Jokowi ke Kapolri Berujung Puluhan Pelaku Pungli Masuk Jeruji

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk memilah-milah pelaku pencurian di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Setelah panggilan itu, polisi bergerak cepat. Puluhan pemeras ditangkap.

Jokowi awalnya menelepon Jenderal Sigit karena keluhan dari sopir truk kontainer tentang pemerasan. Sopir mengeluhkan maraknya kejahatan di Tanjung Priok.

“Pak Kapolri, pagi, tidak… saya di Tanjung Priok, banyak pengaduan sopir peti kemas terkait pungutan liar, pungli, rejeki, NBC PT, lalu Depo Dipa. Pertama itu. Kedua, meskipun demikian. Sesuai. Ada macet, banyak pengendara yang dikeroyok preman. Ini komplain, tolong bisa diselesaikan, itu saja Pak Kapolri,” kata Jokowi seperti dalam siaran video di Youtube. Sekretariat Presiden, Kamis (10/6).

“Siap Pak,” jawab Jenderal Sigit.

Jenderal Sigit kemudian dengan cepat menanggapi instruksi Presiden Jokowi. Ia meminta stafnya melengkapi berkas pemerasan dan tunggakan di Tanjung Priok.

Sebanyak 49 pemeras ditangkap

Polisi bergerak sigap menangkap pelaku penculikan (pemerasan) ilegal di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejauh ini 49 orang telah ditangkap.

“Yang kami asuransikan 49 orang dengan peran masing-masing dengan kelompoknya masing-masing dan tempat pertanggungan. Dari lingkup Polres Jakut mengasuransikan 42 orang dan Polsek Tanjung Priok menjadi 7 orang,” kata Kabag Humas Polda Metro Jaya saat jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6/2021).

Yusri mengatakan, para pemeras itu bertebaran atau dikenal dengan sebutan tempat di sepanjang jalan menuju pelabuhan. Masing-masing meminta uang kepada sopir truk yang lewat.

“Saya ambil contoh ada lima pos. Di pos 1, Rejeki hanya membayar Rp 2.000 di pintu masuk keamanan. Kemudian masuk pos 2, biayanya lagi Rp 2.000. Masuk pos 3, Anda harus membayar Rp. 2.000-5.000. Ini saya. Ambil kecil-kecilan karena siang beda dengan malam. Pengawasan di siang hari lebih ketat,” kata Yusri.

BACA JUGA :   Ini Janji Jokowi Kepada Keluarga Korban KRI Nanggala-402

“Pengawasan bayar minimal Rp 5.000, terakhir keluar toko harus bayar lagi Rp 2.000. Jadi total di Fortune sekitar Rp 15.000. Sehari bisa dapat 300 kendaraan kontainer. Coba kalikan itu. Sopir masalah Rp 6 juta, jadi perusahaan DKM, ada 4 tempat. Total semuanya untuk 1 kontainer Rp 11 ribu. Sehari bisa Rp 350-500 ribu untuk kendaraan untuk 1 kontainer, belum lagi preman-preman yang keluar. . Mereka sengaja membuat macet, lalu mengetuk kaca, meminta uang,” lanjutnya.

Polisi selidiki dugaan keterlibatan “orang dalam”

Polisi menduga bahwa “orang dalam” terlibat dalam pemerasan. Polisi terus mendalami dugaan tersebut.

“Saya ulangi, sudah lama sekali. Ini bukan pertama kalinya kami menangkap preman yang melecehkan pengemudi di lapangan. Adapun pelaku lain dari perusahaan Fortune 2 dan Dwipa Kharisma. Ini karyawan internal, semua internal. Itu kenapa kita mudah-mudahan. Ayo segera laporkan ke kita. Ini kan di perusahaan sendiri, mereka main-main. Kita sudah sering menangkap preman di lapangan,” kata Yusri.

Yusri menegaskan pihaknya akan mengusut keterlibatan orang dalam dengan pelaku pemerasan. Dia meminta perusahaan membantu mengungkap keterlibatan orang dalam.

“Masih kita kerjakan. Mari kita selesaikan masalahnya. Ini baru satu permukaan yang sudah diamankan, ada yang lain? Apakah ada jaringan? Apakah ada yang memesan? Kami akan mencari tahu,” katanya.

“Ini tidak berhenti di situ. Tim ini akan bergerak. Kami sedang mencarinya. Polisi turun untuk menyelesaikannya bersama. Polisi turun untuk mencari tahu bagaimana menyelesaikan masalah, sama seperti masalah saat ini. Soalnya truknya nyangkut. Macet. Sengaja. Ini salah satu cara mereka. Makanya perlu kita diskusikan dengan stakeholder terkait. Kita berharap penulis ini dihukum dan direkomendasikan untuk diberhentikan,” lanjutnya. [detik.com]
BACA JUGA :   Terbukti Terima Suap Ekspor Benur, Edhy Prabowo Divonis 5 Tahun Bui


Telepon Jokowi ke Kapolri Berujung Puluhan Pelaku Pungli Masuk Jeruji

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *