Terbukti Terima Sogok, 2 Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun

Terbukti Terima Sogok, 2 Hakim PN Jaksel Divonis 4,5 Tahun

loading…

JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 2 hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan nonaktif R Iswahyu Widodo dan Irwan dengan pidana bui selama 4 tahun 6 bulan.

Majelis hakim yang dipimpin Ni Made Sudani dengan member M Arifin, Rustiono, Agus Salim, dan Titi Sansiwi menilai, R Iswahyu Widodo dan Irwan sebagai hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum melaksanakan tindak kejahatan korupsi (tipikor) dalam delik penerimaan sogok.

Iswahyu dan Irwan bersama-sama dengan eks panitera pengganti PN Jaksel sekaligus panitera pengganti PN Jaktim nonaktif Muhamad Ramadhan dan berlanjut sudah menerima sogok dengan total Rp150 juta dan SGD47.000 (setara waktu itu Rp500 juta).

Uang sogok tersebut berasal dari terdakwa pemberi Direktur PT Asia Pacific Mining Resources (APMR) Martin P Silitonga melalui terdakwa advokat Arif Fitrawan. Majelis meyakini, uang sogok bersandi ‘titipan’, ‘kemang 5’, ‘operasional untuk makan’ sampai uang entertain untuk mempengaruhi Iswahyu dan Irwan dalam menjatuhkan putusan perkara perdata Nomor: 262/Pdt.G/2018/PN JKT.SEL.

Perkara ini yaitu gugatan pembatalan perjanjian akuisisi antara CV Citra Lampia Mandiri dan PT Asia Pacific Mining Resources. Iswahyu bertindak selaku ketua majelis yang menangani perkara tersebut dan Irwan ialah member majelis.

Majelis menekankan, berdasar fakta-fakta persidangan maka dapat dipastikan uang sogok terbagi 3 bagian. Ke-1, sebesar Rp110 juta untuk Iswahyu. Ke-2, Rp40 juta untuk Irwan. Ketiga, dan SGD47.000 ke Ramadhan pada 27 November 2018 yang belum diberikan ke Iswahyu dan Irwan sebab terjadi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi. Kecuali itu secara sendiri, Ramadhan menerima dan menikmati sekitat Rp40 juta.

“Mengadili, mengambil keputusan, menjatuhkan pidana oleh sebab itu kepada terdakwa R Iswahyu Widodo dan terdakwa Irwan masing-masing dengan pidana bui selama 4 tahun dan 6 bulan dan pidana denda masing-masing Rp200 juta subsider pidana kurungan selama 2 bulan,” tegas hakim Sudani waktu membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Majelis mengumumkan, Iswahyu dan Irwan terbukti menabrak Pasal 12 huruf c UU Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana, sebagaimana dalam dakwaan ke-1. Dalam menjatuhkan putusan, majelis mempertimbangkan hal-hal meringankan dan memberatkan. Yang meringankan, berlaku sopan selama persidangan, belum pernah diganjar, spesial Iswahyu sudah mengabdi selaku hakim selama 30 tahun, dan masih mempunyai tanggungan Famili.

“Hal-hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak menyokong antusias dan usaha pemerintah dalam memberantas tindak kejahatan korupsi. Perbuatan terdakwa sudah mencoreng wibawa lembaga peradilan,” tegas hakim Sudani.

Atas putusan ini, R Iswahyu Widodo dan Irwan bareng tim penasihat hukum masing-masing serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan pikir-pikir selama 1 Minggu apakah akan mengusulkan banding atau menerima putusan.

(pur)

SindoNews by Abrori

You might like

About the Author: Abrori Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *