Astaghfirullah! Senantiasa Posting Twit Provokatif, Tengku Zul Disemprot Warganet
Astaghfirullah! Senantiasa Posting Twit Provokatif, Tengku Zul Disemprot Warganet

Terdepak dari Kepengurusan MUI, Begini Respon Tengku Zulkarnain

Diposting pada

Terdepak dari Kepengurusan MUI, Begini Respon Tengku Zulkarnain

Ilustrasi, Foto: Google Image


Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan susunan kepengurusan organisasi periode 2020-2025. Hasilnya, KH Miftachul Akhyar, Plt Rois Syuriah PBNU menjabat sebagai ketua umum MUI.

“Ketua umum KH Miftachul Akhyar,” kata Ketua Tim Formatur MUI, KH Ma’ruf Amin, Jumat (27/11/2020).

Dalam kepengurusan MUI yang baru, nama Tengku Zulkarnain tidak ada tercantum dalam susunan kepengurusan.

Wasekjen MUI 2015-2020 tersebut tidak terpilih kembali menjadi pengurus MUI 2020-2025. Mengetahui dirinya tidak lagi berada di kepengurusan MUI terbaru, Tengku Zul buka suara.

“Kan harus ada regenerasi. Kalau saya merasa cukuplah, 10 tahun jadi wasekjen sudah cukup lama. Jadi saya pikir cukuplah, apalagi saya kan tidak dari organisasi besar awalnya, seperti MUI dan Muhammadiyah,” kata Tengku Zul ketika dihubungi, Jumat (27/11/2020).

BACA JUGA :   HTI: Dari Jualan Ideologi Bobrok Hingga Jualan Sejarah Palsu

Baca: Alhamdulillah! Pengurus MUI 2020-2025: KH Miftachul Akhyar Ketum, Nama Tengku Zulkarnain Dicoret

Tengku Zul mengatakan, selepas tidak jadi pengurus MUI, dirinya bisa lebih fokus pada kegiatan lain, seperti berdakwah hingga mengurus pesantrennya.

“Saya bisa konsentrasi ke yang lainlah, ngurus pesantren saya dan lain-lain, terus dakwah lagi dengan jemaah tablig, bisa keliling dunia. Ini kan suatu kegembiraan besar juga bagi saya,” ujar Tengku Zulkarnain.

Lebih lanjut, terkait hasil fatwa yang dikeluarkan MUI dari hasil Munas X, Tengku Zul tidak mempermasalahkan hal itu. Dia yakin fatwa MUI tetap terjaga dari dulu.

Baca: Resmi! Din Syamsuddin dan Geng 212 Dicoret dari Kepengurusan MUI 2020-2025

BACA JUGA :   Guru besar UIN Jakarta Salurkan Sokongan untuk Guru Ngaji Terdampak Covid-19

Namun Tengku Zulkarnain meminta MUI tetap bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak prorakyat.

“Kalau fatwa kan terjaga MUI dari dulu ya, kan ada 50-an orang yang duduk dalam memutuskan fatwa itu, jadi fatwa tetap terjaga dari dulu, apalagi tiga tahun sekali ada ijtima ulama fatwa. Kalau fatwa, insyaallah nggak masalah,” tuturnya.

“Cuma kita berharap ke depan MUI tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap tidak prorakyat, itu saja harapan saya,” lanjut Tengku Zul.

Tengku Zulkarnain sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI. Namun, pada struktur kepengurusan baru ini, namanya tidak ada, baik di jajaran dewan pertimbangan maupun dewan pimpinan MUI.

BACA JUGA :   PBNU Ajak Bersolidaritas untuk Korban Banjir Masamba

(Warta Batavia)


Terdepak dari Kepengurusan MUI, Begini Respon Tengku Zulkarnain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *