Terjerat Banyak Kasus Hukum, Rizieq: Semua Kasus yang Saya Alami Bermula dari Ahok

Rizieq.jpg
Foto: Twitter


Mantan pentolan FPI Rizieq Shihab mengatakan semua persoalan hukum yang menjeratnya saat ini bermula ketika dia secara agresif meminta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok untuk diadili dalam aksi 411 dan 212 pada 2016.

Hal tersebut disampaikan Rizieq saat pembacaan pledoi atau nota pembelaan dalam kasus massa Petamburan dan Megamendung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

“Tak bisa dipungkiri, semua berawal dari 411 dan 212 pembelaan Islam pada 4 November dan 2 Desember 2016, ketika umat Islam menuntut Ahok, sang penistir, diadili karena memfitnah Alquran,” kata Rizieq dalam sidang persidangan.

Menurut Rizieq saat itu, Ahok yang notabene bakal calon gubernur DKI pada Pilkada DKI 2017 itu didukung semua elemen, baik presiden, menteri, TNI-Polri dan seluruh aparatur sipil negara. atau DKI ASN.

Selain itu, Rizieq juga menyebut Ahok digaet media arus utama untuk memuji sejumlah lembaga dan pemantau polling.

“Jangan lewatkan buzzer berbayar yang terus menyerang siapa saja yang tidak mendukung Ahok serta dukun dan paranormal yang meminta kesaktian dan gerombolan preman untuk mengintimidasi publik, belum lagi fatwa ulama sesat dan palsu pendukung Ahok dan memutarbalikkan ayat dan hadits serta memanipulasi puja dan diskusi. Selain itu, juga terjadi limpahan dana dari cukong dan oligarki, ”kata Rizieq.

Menurut Rizieq, saat itu ia melakukan aksi semata-mata sebagai sikap politik yang mengacu pada aturan agama dan konstitusi negara. Ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang politikus atau anggota partai politik.

“Posisi politik saya dan umat Islam sangat jelas pada tahun 411 dan tahun 212 sangat jelas bahwa Anda tidak ingin seorang penghujat menjadi sombong dan korup,” katanya.

BACA JUGA :   Penjelasan Gus Baha soal Misteri Malam Lailatul Qadar

“Sejak saat itu saya dan teman-teman menjadi sasaran kriminalisasi, sehingga selama tahun 2017 kita dirujuk berbagai kasus fabrikasi, bahkan kita menjadi sasaran operasi black intelligence skala besar,” lanjutnya.

Sebagai catatan, Rizieq kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan nota pembelaan atas permintaan jaksa.

Dalam kasus rombongan Megamendung dan Petamburan, Rizieq didakwa masing-masing 10 bulan dan 2 tahun penjara. Selain kejahatan lebih lanjut, dilarang melakukan normalitas selama 3 tahun.

(Warta Batavia)


Terjerat Banyak Kasus Hukum, Rizieq: Semua Kasus yang Saya Alami Bermula dari Ahok

Recommended For You

About the Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *