Teroris JAD, Munawar Kholil Perekrut 57 WNI Turut Teroris ISIS ke Suriah

Teroris Jad, Munawar Kholil Perekrut 57 Wni Ikut Teroris Isis Ke Suriah

Teroris JAD, Munawar Kholil Perekrut 57 WNI Turut Teroris ISIS ke Suriah

Warta Batavia, JAKARTA – Namanya masuk dalam radar penting kepolisian Indonesia dalam daftar buruan kombatan ISIS. Ajun Kombes Didik Novi Rahmanto dari Satgas Penindakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyebutnya selaku “fasilitator” orang-orang Indonesia yang berangkat ke Suriah. Namanya juga disebut dalam kesaksian sidang Aman Abdurrahman, ideolog jema’ah Ansharut Daulah (JAD), yang berbaiat pada Abu Bakar al-Baghdadi, pendiri ISIS, pada 2015. Di JAD, sosoknya berpengaruh selain Aman dan jadi murid kepercayaan Aman. Munawar Kholil, nama pria itu, lahir di Jakarta pada 6 Januari 1987 dan berangkat ke Suriah semenjak 2015 lalu jadi perantara orang-orang Indonesia berkoalisi ISIS. Saat ini, sesudah ISIS jatuh, Munawar masih hidup dan jadi bagian kombatan yang ditahan prajurit Kurdi di sel Al-Malikiyah, pusat distrik pemerintahan Kota Al-Hasakah, dekat tapal batas Irak. Di sel ini pula Utsman Mahdamy atau Abu Tsabitah, ahli IT asal Solo yang bertugas di bagian komunikasi ISIS, ditahan. Kecuali itu, ada Hadid Nashirul Haq (putra ke-2 Dr. Amir Machmud), Abu Aisha, dan Abu Tariq. Kelima orang itu ditahan prajurit Kurdi semenjak awal 2018.

Baca: Indonesia Peringkat Ke-2 Dalam Hitungan total Anggota milisi ISIS yang Ditangkap di Turki

Memfasilitasi WNI ke Suriah

Di kalangan member ISIS di Indonesia, Munawar Kholil dikenal dengan nama Ushdul Wagha. Ada juga yang menyebut Usdul Waqa. Ajun Kombes Didik Novi Rahmanto dari BNPT menyebut peran fasilitator yang dijalankan Munawar ialah menghubungkan dan mendanai WNI ke Suriah dan Filipina. Dalam dokumen internal yang dipegang redaksi Tirto, memuat ratusan WNI yang berangkat ke Suriah, nama Munawar kerap muncul di kolom profil orang-orang Indonesia yang berangkat ke negara konflik dan markas Daulah Islamiyah itu. Total, ada 16 Kelompok Terbang pengikut ISIS, terdiri 57 WNI, yang berangkat ke Suriah via jalur Turki selama 2015 berkat peran Munawar. sebagian besar WNI itu ialah member jema’ah Ansharut Daulah dari pelbagai daerah di Indonesia. Ada yang berasal dari Bantul, Bima, Bogor, Cilacap, Depok, Demak, Jakarta, Karanganyar, Nganjuk, Sampang, Semarang, Sragen, Tangerang, dan Tegal. Orang-orang ini direkrut Munawar sesudah diberi pemahaman soal “jihad” dan terhasut propaganda di negeri khilafah. Di JAD cabang Bandung, Jawa Barat, Munawar ialah 1 petingginya bareng Khairul Anam dan Syamsul Hadi. Khairul ialah deportan Suriah dan terlibat planning teror. Tatkala pulang dari Suriah, Khairul dibiarkan otoritas Indonesia tanpa dikarantina. Sementara Syamsul Hadi jadi bagian dari 3 ulama berpengaruh di komite pusat JAD yang “mengafirkan” Aman Abdurrahman sebab berbaiat pada ISIS.

Baca: Polisi Diraja Malaysia Sahkan Wahabi Ajaran Terorisme

Sidney Jones, peneliti terorisme dari Institute for Policy Analysis of Conflict, menyebut tugas Munawar selain merekrut member baru berkoalisi dengan JAD-ISIS, juga mendanai mereka yang berangkat ke Suriah dan ke Marawi, medan perang para kubu pemberontak yang menyokong ISIS di Filipina selatan. “Dia berhubungan dengan Dr. Mahmud yang jadi pendana dari Malaysia,” menurut Jones untuk Tirto beberapa waktu lalu. Dalam laporan yang ditulis Jones soal konflik Marawi, kontak Munawar dan Dr. Mahmud terjadi sebelum medio 2017. Perang kota antara Tentara bersenjata Filipina dan para petempur ISIS sudah meluluhlantakkan ibu kota di pusat Pulau Mindanao itu bak kota hantu. Waktu itu Dr. Mahmud mengontak Munawar, yang Ada di Suriah, dan memintanya mempersiapkan jihadis asal Indonesia untuk berkoalisi ke Marawi. Munawar lalu memberangkatkan beberapa orang JAD dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Tapi, mereka tertahan di imigrasi dan dideportasi.

Penerjemah Majalah Propaganda ISIS

Menurut Sidney Jones, Munawar Kholil terhubung dengan Ganna Pryadharizal Anaedi Putra, eks-wartawan Sindo yang jadi algojo ISIS. Ganna ditempatkan di divisi komunikasi ISIS dan diberi akses ke Amaq News Agency, media legal propaganda organisasi terorisme tersebut. Hubungan Munawar dengan Ganna terjalin waktu jadi penerjemah konten-konten Dabiq, media online propaganda dan perekrutan ISIS. Dabiq diambil dari nama sebuah kota di sebelah utara Suriah yang dipercayai ISIS selaku tempat kaum muslim dan kafir bersemuka dan saling menghabisi.

Baca: Bahaya Mengintai, Kalau WNI Penyokong ISIS Pulang ke Indonesia

Munawar rutin menerjemahkan isi majalah Dabiq untuk pembaca Indonesia. Terjemahannya bertebaran di internet dan dikutip di situs milik JAD, millahibrahim.net. Terjemahannya pernah diolok-olok oleh Muhammad Jibriel Abdul Rahman via situs arrahmah.com dengan menyebut Aman Abdurrahman, guru Munawar, selaku “kafir”. Munawar juga berhubungan dengan Rochmat Septriyanto, perekrut WNI ke Suriah, yang ditangkap Densus 88 pada 6 Juni 2017. Rochmat ialah operator penyandang biaya bagi WNI yang ingin berkoalisi dengan ISIS di Marawi.

Achmad Supriyanto, terdakwa pidana Perkara terorisme yang berafiliasi dengan Bahrun Naim -disebut otak di balik bom Thamrin 2016- pernah menyebut nama Munawar waktu bersaksi di persidangan. Achmad berkata pernah mendatangi kajian agama yang pendakwahnya ialah Munawar. Achmad berkata Munawar ialah penghubung member JAD berjumpa Aman Abdurrahman yang waktu itu mendekam di sel Nusakambangan. Waktu Munawar Ada di Suriah, Achmad mengklaim kenal dengan Munawar lewat grup yang dibuat oleh Ubaidah atau Abu Umar, Ketua JAD Jawa Timur. Grup itu ialah tempat merekrut WNI yang ingin hijrah ke Suriah. Ajun Kombes Didik Novi Ramanto dari BPNT membenarkan peran Munawar tersebut. “Tugasnya mengatur masuknya orang Indonesia ke Suriah,” ucap Didik. (ARN)

Sumber: Tirto

Source by Asep Komarudin

You might like

About the Author: Asep Komarudin

Silahkan nonaktifkan adblock anda untuk membaca konten kami.
Segarkan Kembali