Tidak Percaya Pemerintah! Penduduk di Dumai Riau Usir Petugas PSBB, Blokade Dibuang

Tidak Percaya Pemerintah! Penduduk di Dumai Riau Usir Petugas PSBB, Blokade Dibuang

Dumai, Warta Batavia –  Pelanggar Keputusan strategi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia terus bertambah. PSBB yang diberlakukan pemerintah kian hari tampaknya kian ditentang oleh masarakat. Sedikit untuk sedikit, mulai banyak masarakat yang terang-terangan mempertunjukkan penolakan, mulai dari berkerumun di pasar, mal, sampai di bandara.

Tidak tanggung-tanggung, seperti yang terjadi di Dumai, Riau baru-baru ini, ratusan masyarakat berduyun-duyun turun ke jalan membubarkan blokade yang dipakai selaku penanda PSBB. Petugas yang kalah hitungan total, tidak kuasa melarang tindakan masyarakat. Mereka menyingkirkan seluruh alat-alat pembatas tersebut dari jalan.

Dalam video berdurasi 3 menit 7 detik yang beredar luas di platform sosial medi teruatama aplikasi pesan singkat WhatsApp, tampak masyarakat seperti berunjukrasa menentang PSBB. Mulanya, aksi protes berjalan tenang. Akan tetapi lama kelamaan, mereka kian tidak takut lagi dalam melancarkan aksinya hinga aparat gabungan yang bertugas di lapangan kelihatan tidak berkutik.

Dalam postingan di Facebook oleh akun bernama Ibrahim Syah Sinambela, motif dari aksi tersebut Adalah dampak dari hilangnya kepercayaan masarakat ke pemerintah terkait imbaun di rumah saja. 

“Di Riau PSBB Di Bubarkan Penduduk Sebab Telah Gak Percaya Lagi Dengan anjuran Di Rumah, Sebab Masjid Di Tutup, Konser Malah Ramai,” tulis Sinambala seperti dilansir Warta Batavia pada Jum’at (22/5/2020). 

READ
Aguero Kecut kalau Liga Inggris Dilanjutkan

Sementara itu, dari info yang dilansir media ini dari Indozone, ternyata masyarakat tersebut Adalah para pedagang kaki 5 yang biasa membuka lapak di  Pasar Senggol Jalan Jend. Sudirman, Dumai. Mereka menyingkirkan blokade cek poin yang didirikan di depan Hotel Grand Zuri, pada Senin (18/5/2020) malam.

Penutupan akses jalan untuk cek poin di sejumlah tempat ditunaikan menyusul diterapkannya PSBB mulai hari Senin sampai 4 belas hari ke depan oleh Pemerintah Kota Dumai. Para pedagang melancarkan protes sebab PSBB akan mematikan perekonomian mereka. 

”Di akhir Ramadan ini ialah agenda tahunan pedagang berjualan di sejauh jalan. Di sinilah kami mencari rezeki menjelang hari raya. Kami ingin ke instansi terkait jangan menertibkan kami berjualan menjelang hari raya. Apabila ada penertiban kami pedagang akan melawan,” ucap seorang pedagang yang ikut dalam aksi tersebut.

Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta dan jajarannya langsung turun mendatangi pedagang. Aksi massa pedagang terkendali sesudah Kapolres Dumai menguping aspirasi mereka.

Menurut Andri Ananta, sebelum PSBB diberlakukan, pihaknya telah melaksanakan tindakan persuasif agar masarakat tidak melaksanakan aktifitas yang menimbulkan kerumunan, akan tetapi belum diindahkan.

Sementara dalam Rapat Konsolidasi Pemberlakukan PSBB, Kapolres Dumai meminta masarakat dan aparat untuk bersikap humanis. Kericuhan baru berakhir kisaran pukul 23.00 WIB malam.*

Tidak Percaya Pemerintah! Penduduk di Dumai Riau Usir Petugas PSBB, Blokade Dibuang

loading...

Recommended For You

About the Author: Ahmad Zainudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *