Tidak Punya nyali Bangun Rumah yang Besar, Mbah Maimoen Malu Sama Rasulullah

Breaking News 1

Tidak Punya nyali Bangun Rumah yang Besar, Mbah Maimoen Malu Sama Rasulullah

Simbah KH Maimoen Zubair dikenal selaku sosok ulama’ besar. Cahaya ilmunya bukan saja menyinari Indonesia, tapi juga dunia. Tamu-tamunya mulai rakyat kecil pelosok desa sampai Presiden dan para ulama’ dunia. Seluruh disambut sama tanpa beda sedikitpun.

Penyambutan atas tamunya ya di rumah Mbah Moen yang amat sederhana. Sungguh rumah beliau kecil, amat sederhana, apalagi bila dilihat dari jabatan dan tamunya yang lintas kubu dan agama.

“Senajan omahku cilik saya emoh bangun omahku, senajan tamu yo akeh, ben sak kamote.”

“Walaupun rumahku kecil, saya tidak mau bangun rumahku. Walaupun tamu ya banyak, ya biar secukupnya saja,” tegas Mbah Moen suatu waktu.

“Mergo biasane nek dibangun gedhe-gedhe malah ora iso dienggo ngaji opo maneh saya isin karo Kanjeng nabi seng daleme yo cilik, rompok utowo gubug.”

“Sebab biasanya jika dibangun besar, malah gak dapat dipakai untuk ngaji, apalagi saya malu sama Kanjeng Nabi yang rumahnya kecil, rompok atau gubug,” pungkas Mbah Moen.

Ini dikisahkan bagian Mbah Moen, ialah kiai Ahmad Dawam Afandi Montong Tuban pada Kamis pagi 22 Dzulqo’dah 1440 H yang waktu itu sowan ke Mbah Moe.

Source: bangkitmedia.com

Tidak Punya nyali Bangun Rumah yang Besar, Mbah Maimoen Malu Sama Rasulullah

Tidak Berani Bangun Rumah yang Besar, Mbah Maimoen Malu Sama Rasulullah

You might like

About the Author: Ahmad Fawas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *