Tukang Bubur Divonis Denda Rp5 Juta karena Melanggar PPKM Darurat, Habib Muannas Angkat Bicara

Muannas-a-696x421.jpg


Direktur Eksekutif Komite Hukum Pemberantasan Mafia (KPMH), Muannas Alaidid atau habib Muannas, menanggapi putusan denda Rp 5 juta yang diterima dari pedagang bubur karena melanggar darurat PPKM.

Peristiwa naas yang menimpa pembuat bubur itu terjadi di Tasikmalaya saat pelaksanaan PPKM Darurat.

Pedagang bubur bernama Endang Uloh dinyatakan bersalah dan dinyatakan bersalah melanggar PPKM darurat dalam sidang online yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Tasikmalaya.

Oleh karena itu, hakim memvonis Endang Uloh dengan denda Rp 5 juta atau subsider 5 hari penjara.

Habib Muannas merasa putusan hakim itu salah, menurutnya perlu ada pendekatan sosialisasi kepada pedagang kaki lima.

“Ini salah kata saya, pedagang kaki lima harus ada pendekatan sosialisasi,” kata Habib Muannas di akun Twitternya @muannas_alaidid pada malam 9 Juli 2021.

Ketidaksetujuannya terhadap vonis tersebut karena terlalu mendadak, apalagi PKL tidak pernah mendapat imbauan atau teguran.

“Orang jangan pernah diperingatkan, diperingatkan, diberi peringatan, tiba-tiba divonis pengadilan dengan membayar denda 5 juta/5 hari penjara,” kata Muannas.

Politisi PSI itu mengatakan pendapatan pembuat bubur itu tidak seberapa. Bahkan hasil yang didapat hari ini hanya cukup untuk makan keesokan harinya, dan seterusnya.

“Jual bubur untung berapa? Hasilkan uang hari ini hanya untuk besok, mendapatkan keuntungan besok cukup hanya untuk lusa,” kata Muannas Alaidid.

Pembuat bubur itu mengaku sulit menerima vonis tersebut. Alasannya adalah dia mencoba melarang pelanggannya makan di restoran, tetapi dia tidak menurut

(suara islami)


Tukang Bubur Divonis Denda Rp5 Juta karena Melanggar PPKM Darurat, Habib Muannas Angkat Bicara

BACA JUGA :   Habib Muannas Minta YouTuber Muhammad Kece Ditangkap

Recommended For You

About the Author: Asep Komarudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *