1585189346
1585189346

Tunda Aktifitas yang Datangkan Massa 

Diposting pada 32 views

Tunda Aktifitas yang Datangkan Massa 

Bangkalan, Warta Batavia 
Menyambut masuknya bulan Sya’ban, bulan ke delapan tahun hijriah yang mana sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren masuk akhir tahun. Pada Peluang tersebut marak digelarnya agenda tahunan yang dikenal dengan istilah haflatul imtihan.

 

Di tengah wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang masih belum mereda, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangkalan Jawa Timur meminta ke semua pengurus di bermacam tingkatan untuk menunda seluruh aktifitas yang dapat mendatangkan kerumunan massa.

 

“Aktifitas yang mendatangkan kerumunan massa agar ditunda, seperti yang dilaksanakan oleh pesantren-pesantren besar termasuk Bangkalan,” kata KH Muhammad Makki Nasir, Rabu (25/3) 

 

Ketua PCNU Bangkalan yang akrab dipanggil Ra Makki menyampaikan bahwa petunjuk tersebut untuk kemaslahatan berbarengan. 

 

“Hal itu sesuai dengan asas syariat yang di antaranya ialah menjaga kehidupan itu sendiri agar tetap berlangsung,” jelasnya pada acara koordinasi dan sosialisasi Covid-19.

 

Pada acara yang dihelat berbarengan Tim Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Bangkalan ini, Ra Makki meneruskan bahwa yang paling penting ialah bagaimana usaha mendekatkan diri ke Allah ditingkatkan. Pada waktu yang sama, aktifitas duniawi tetap berjalan sebagaimana biasanya dengan menghindari kerumunan massa.

 

“Dan yang paling penting ialah kita lebih takarrub ke Allah dengan memperbanyak ibadah, tetapi tetap beraktifitas duniawi, dan jangan panik,” jelasnya di depan perwakilan PCNU dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Bangkalan.

READ
Tim NU Peduli Pulung Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Sosialisasi Kesehatan

 

Kecuali ke pengurus, Ra Makki juga meminta ke Tim Satgas untuk menyederhanakan istilah yang berhubungan dengan Covid-19 sesuai kebudayaan lokal setempat. Hal itu agar pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh masarakat.

 

“Istilah yang berhubungan dengan Covid-19 disederhanakan lagi menurut local wisdom, diterjemahkan lagi pakai bahasa lokal, seperti istilah yang berbahasa Inggris, social distancing, lock down, dan lain sebagainya,” pesannya.

 

Pada aktifitas yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Cholil Demangan Barat Bangkalan tersebut, Ra Makki menekankan pembatasan interaksi sosial jangan sampai menimbulkan kepanikan ke masarakat.

 

“Social distancing jangan sampai menimbulkan kepanikan, komunikasi yang representatif dan mudah dipahami terkait data masarakat untuk penindakan langkah kesehatan,” ingin Ra Makki.

 

Sebab, lanjut Ra Makki sebelum memungkasi imbauannya, kunci kesuksesan Tim Satgas Covid-19 terletak pada komunikasi yang dilaksanakan sesederhana mungkin.

 

“Kunci kesuksesan ialah komunikasi yang sederhana dan familiar di masarakat bawah,” pungkasnya.

 

Kontributor: Abdullah Hafidi

Editor: Ibnu Nawawi

Tunda Aktifitas yang Datangkan Massa 
Sumber: NU-Online

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *