1554564032
1554564032

UU Cipta Kerja Pangkas Birokrasi dan Tingkatkan Daya Saing

Diposting pada
Views: 32
Read Time:2 Minute, 32 Second

UU Cipta Kerja Pangkas Birokrasi dan Tingkatkan Daya Saing

Undang-Undang (UU) Cipta Kerja dinilai sebagai upaya reformasi besar pemerintah untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif dalam menggaet investor. Beleid ini bisa mendukung pemulihan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang karena menghapus hambatan investasi dan memberi sinyal bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis.

Tokoh politik Sidarto Danusubroto dalam keterangan yang diterima Sabtu (17/10/2020) menilai, UU Cipta Kerja, telah diakui Bank Dunia sebagai terobosan besar untuk mengakselerasi ekonomi. “Substansi UU ini diakui Bank Dunia, dan dibutuhkan sebagai terobosan memajukan ekonomi. UU Cipta Kerja ini juga merampingkan birokrasi perizinan, mafia ini telah lama ada dalam kehidupan ekonomi, menjadi parasit,” ujar Sidarto, dalam dialog obrolan santai bertema Omnibus Law dan Covid-19, Jumat malam (16/10/2020).

Menurut Sidarto, UU Cipta Kerja sebagai terobosan ampuh untuk mengundang investasi Hanya saja, berbagai hal positif itu justru tertutupi hoax, digerakkan oleh kelompok yang tak ingin birokrasi makin efisien serta kepentingan politik jangka pendek yang merugikan kepentingan publik yang lebih besar. “Hoax telah menjungkirbalikkan materi UU Cipta Kerja, tanpa membaca mengetahui isi, mereka asal menolak,” kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini.

Antropolog Kartini Sjahrir menambahkan, nilai positif UU Cipta Kerja tidak masuk ke publik, karena kultur masyarakat yang masih lebih percaya hoax. Selain itu, publik belum sampai pada tahap literasi dan tahap tradisi oral dimana setiap tuntutan disampaikan melalui jalur formal maupun informal leader.

READ  Menag: Covid-19 Tidak Boleh Kurangi Kegembiraan Kita Rayakan Idul Fitri

Di sisi lain, kata dia, dalam UU Cipta Kerja ada berbagai kepentingan politik, terutama kelompok yang anti terobosan Jokowi. Mereka punya motif jangka pendek sehingga memutar balik cerita. Padahal dalam UU Cipta Kerja, ada poin penting dimana sektor usaha kecil menengah (UKM) makin dimudahkan, dari sisi perizinan. Bahwa UU Cipta Kerja tak sempurna, ada kekurangan, bisa diperbaiki di aturan turunan.

Pakar Teknologi Informasi Marsudi Wahyu Kisworo menilai, UU Cipta Kerja sejatinya memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menjadi pengusaha karena berbagai aturan terutama perizinan menjadi lebih ringkas. “Hal ini perlu diketahui masyakat luas, sampaikan melalui berbagai instrumen informasi,” ujar Marsudi.

Menurut dia, perlu ada tim khusus yang melakukan komunikasi ke publik, dan dilakukan secara terkoordinasi. Semua kementerian dan lembaga pemerintah kompak satu suara agar gaung positif bisa diterima publik. “UU Cipta Kerja berupaya membangkitkan daya saing,” kata dia.

Ketua Umum Pertiwi Putri Kusumawardhani, mengajak relawan Jokowi untuk terus aktif menjelaskan ke masyarakat sesuai bidang masing-masing gugus relawan. “Jokowi harus kita kawal sampai 2024 untuk memastikan legasi ini berjalan,” pungkas Putri, yang juga anggota Wantimpres.[beritasatu.com]


UU Cipta Kerja Pangkas Birokrasi dan Tingkatkan Daya Saing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *