Virus Corona, Ijazah dan Khasiat Ratibul Haddad

Diposting pada 33 views

Virus Corona, Ijazah dan Khasiat Ratibul Haddad

LADUNI.ID, Jakarta – Di waktu musim kegelisahan pandemi Corona seperti waktu ini, tiba tiba saya teringat 1 ijazah doa yang pernah saya terima waktu ziarah ke makam Zanbal di kota Tarim Yaman. Kota yang dijuluki “Bumi Sejuta Wali” ini mempunyai tempat komplek makam keramat yang tersohor sampai ke Luar negeri disebut Makam Zanbal.

Waktu itu saya ziarah bareng para masyayikh, diantaranya KH Ahmad Idris Marzuqi (Lirboyo, Kediri), KH Muhaiminan Gunardo (Parakan Magelang), KH Muhammad Soebadar (Pasuruan), dan KH Ulinnuha Arwani (Kudus) dengan dipandu Habib Husein Assegaf Gresik.

Menurut Penjelasan Alm. Habib Husein Assegaf Gresik yang jadi guide ziarah kami, di Zanbal ini Ada puluhan ribu pusara aulia Allah yang kebanyakan di antaranya ialah nasab Rasulullah dari Bani ‘Alawiyyin.

Al-Habib Abdurrahman As-Segaff atau yang lebih dikenal dengan Imam Faqih Muqaddam Tsani (wafat 819 H) pernah berkata: Di Zanbal itu bersemayam para publik figur aulia yang jumlahnya lebih dari 10.000 orang. Dan di situ pula terbaring 80 wali dari kalangan sayyid yang sudah mencapai derajat Qutub.

Sungguh beruntung, di tengah kami berdoa tawassul di sana, tepatnya di depan Makam Imam ‘Abdullah bin ‘Alwi Al-Haddad, penyusun Ratibul Haddad yang amat termasyhur itu, datanglah Habib Muhammmad Alhaddad, bagian cucu nasab beliau, sehingga Habib Husein spontan memintakan iring-iringan kita agar diberi ijazah doa Ratibul Haddad oleh beliau, dan kita pun lalu duduk bareng membaca Ratibul Haddad disertai ijazahnya.

READ
Sahroni: Telah Saatnya Pemerintah Lakukan Lockdown

Doa Ratibul Haddad yang sekarang jadi amalan para ulama sholihin di semua dunia itu diambil dari nama penyusunnya ialah Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang ulama yang terkenal amat luar biasa dalam bidang keilmuan, peribadatan dan kesholihannya serta tidak diragukan lagi akan kewaliannya.

Beliau juga mengarang beberapa kitab dan qosidah yang amat berharga yang sampai sekarang tetap dijadikan pedoman ummat Islam di semua dunia khususnya di bidang tasawuf dan ilmu ma’rifat. Diantara karya beliau yang terkenal di dunia pesantren ialah kitab Risalatul Mu’awanah dan Nashoihuddiniyyah serta masih banyak lagi.

Konon, riwayat Ratibul Haddad itu disusun berdasar inspirasi yang beliau dapatkan pada malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan tahun 1071 Hijriyah sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Dakhiratul Ma’ad bisyarhi Ratibil Haddad karya Syekh Abdulloh bin Ahmad Basaudan.

Dikisahkan bahwa Ratib karangan beliau itu disusun atas permintaan salah seorang murid beliau ‘Amir dari Famili Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut.

Maksud ‘Amir membikin permintaan tersebut untuk menggelar suatu wirid dan zikir untuk amalan warga kampungnya agar mereka dapat mempertahankan dan menyelamatkan diri dari ajaran sesat yang tengah melanda Hadhramaut waktu itu.

Ke-1-tama, Ratib ini cuma dibaca di kampung Amir sendiri yaitu Kota Syibam sesudah memperoleh izin dan ijazah dari al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad sendiri. Selepas itu, Ratib ini pun dibaca di Masjid al Hawi milik beliau yang Ada di kota Tarim. Biasanya Ratib ini dibaca secara berjamaah sesudah shalat isyak.

READ
Sindikat Penipu Ngaku Ustaz dan Jelaskan Pakai Ayat untuk Yakinkan Konsumen Beli Rumah Bersyariah

Pada Ramadhan, Ratib ini biasa dibaca sebelum shalat Isya untuk mengisi kesempitan waktu menunaikan shalat Tarawih. Ini ialah waktu yang sudah ditetapkan oleh al Habib Abdullah bin Alwi al Haddad untuk daerah-daerah yang mengamalkan Ratib ini. Biidznillah, daerah-daerah yang mengamalkan ratib ini selamat dan tidak terpengaruh dari kesesatan tersebut.

sesudah al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad berangkat menunaikan ibadah haji, Ratibul Haddad mulai dibaca di Makkah dan Madinah, lantas menyebar ke bermacam penjuru dunia beranjak dari Madinah, lalu India, sampai sampai ke Asean dan Indonesia.

Ratibul Haddad berisi potongan surat-surat Al-Quran dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Saw di dalam Hadist Shahihnya, diantaranya Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, akhir Surat Al-Baqarah, Surat Al-Ikhlash, Al-Muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) serta beberapa dzikir dan shalawat yang mempunyai bermacam-macam faedah terkenal dari riwayat bermacam hadist dan aqwal ulama.

Ratibul Haddad ini telah semenjak lama dipercayai ulama mempunyai faedah dan khasiat yang amat banyak. Bahkan pengarangnya mewasiatkan untuk senantiasa dibaca.

Diantara khasiat Ratib ini diantaranya sebagaimana yang dikatakan oleh Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad penyusunnya ialah:

“Ratib ini seperti pagar besi bagi semua negeri yang dibaca di dalamnya”.

“Ratib ini menjaga negeri yang dia dibaca di dalamnya”,

“Sesiapa saja selalu istiqomah membaca Ratib ini maka akan dianugerahi mati dalam husnul khotimah,”

READ
Ikhtiar Banser Salem Brebes Cegah Covid-19 di Wilayah Tapal batas

Sampai Al Habib Ahmad bin Zain al Habsyi berkata, “Sesiapa saja yang membaca Ratibul Haddad dengan full keyakinan dan iman, ia akan memperoleh sesuatu yang di luar dugaannya”.

Diantara faedah membaca Ratibul Haddad ini sebagaimana dilansir dari “Khulasoh Al Madad Annabawi Al Habib Umar bin Hafidz”, kalau dibaca sebelum maghrib atau sesudah maghrib akan sanggup mengamankan diri, Famili dan harta-benda orang yang membacanya dari segala macam kategori sihir, teluh, dan gangguan syetan bahkan akan berbalik Soal orang yang mengirimnya dengan izin Allah.

Diriwayatkan pula dari sebagian ulama salaf bahwa diantara khasiat Ratibul Haddad ialah memanjangkan umur, jadi karena Husnul Khotimah bagi mereka yang mendawamkannya dan memperoleh rezeki yang melimpah dan halal.

Ratibul Haddad juga Adalah penjagaan dari segala bencana, baik di daratan maupun di lautan serta di udara. Karenanya amat dianjurkan membacanya di tempat sepi khususnya di malam hari, dengan khusuk menghadap kiblat serta dalam kondisi wudhu, InsyaAlah akan dikabulkan apa yang diinginkan pembacanya.

Akhirnya, saya mengajak ke segenap kawan dan handai taulan para pembaca yang budiman untuk mulai bareng membaca Ratibul Haddad di tengah suasana kegalauan ancaman virus Corona yang jadi pandemi di semua dunia waktu ini.

Semoga Allah SWT menyelamatkan kita dan semua Famili serta bangsa Indonesia dari keganasan virus corona, dan kiranya Allah SWT cepat mengangkat virus ini dari muka bumi dan diberikan ketentraman dan keamanan bagi kita seluruh, amien.

Catatan: teks Ratibul Haddad dapat didapatkan dalam bermacam cetakan atau dapat juga didownload di internet.


*) Oleh Dr KH Ahmad Fahrur Rozi, Pengasuh Pondok Pesantren Annur Bululawang, Malang dan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.


Virus Corona, Ijazah dan Khasiat Ratibul Haddad

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *