Wabah dan Wafatnya Sepupu Nabi, al-Fadl bin ‘Abbas

Page Visited: 17
Read Time:4 Minute, 40 Second

Wabah dan Wafatnya Sepupu Nabi, al-Fadl bin ‘Abbas

Al-Fadl bin Abbas ialah sepupu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kakak Sayyidina Abdullah bin Abbas. Dia ialah anak tertua dari Sayyidina Abbas bin Abdul Muttalib (kânâ asanna waladil ‘abbâs) (Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Ishâbah fî Tamyîz al-Shahâbah, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, tt, juz 3, h. 212). 


Dalam kitab al-Mustadrak ‘alâ al-Shahihain, Imam al-Hakim mengumpulkan beberapa riwayat yang berhubungan dengan Sayyidina al-Fadl. Salah satunya menceritakan kiprah dan jasa Sayyidina al-Fadl bin ‘Abbas. Dari riwayat Khalifah bin al-Khayyat, al-Fadl berperang berbarengan Rasulullah di Makkah (Fathu Makkah) dan Hunain. Ia juga melihat dan berbarengan Rasulullah di haji wada’ (wa syahida ma’ahu hijjatal wadâ’) (Imam al-Hakim, al-Mustadrak ‘alâ al-Shahihain, Dar al-Haramain, juz 3, h. 333)


Ibunya bernama Lubabah binti al-Harits (Ummu Fadl), saudara wanita istri Rasulullah, Sayyidah Maimunah binti al-Harits, dan bibi Sayyidina Khalid bin Walid. Abdullah bin Abbas (anaknya), Tammam, Anas bin Malik, Abdullah bin al-Harits meriwayatkan hadits darinya. Dalam sebuah riwayat dikatakan:

قيل: لم يسلم من النساء أحد قبلها، يعني بعد خديجة


Terjemah bebas: “Diceritakan: ‘Tidak (memeluk) Islam seorang pun dari (kalangan) perempuan sebelumnya. Artinya (ia memeluk Islam) sesudah Khadijah.” (Imam al-Dzahabi, Siyar A’lâm al-Nubalâ’, Beirut: Muassasah al-Risalah, tt, juz 2, h. 315)


Sebab usia Sayyidina al-Fadl tidak panjang (kisaran 25 tahun), ia tidak meriwayatkan hadits sebanyak saudara dan sahabat nabi lainnya. Tapi, banyak dari mereka yang mengambil hadits darinya, seperti Abdullah bin Abbas (adiknya), Rabi’ah bin al-Harits, Abu Hurairah dan lain sebagainya. Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani mecatat:

BACA JUGA :   Propaganda Kubu Teroris | The Truly Islam

له أحاديث، روى عنه أخواه: عبد الله، وقثَم؛ وابن عمه ربيعة بن الحارث بن عبد المطلب، وأبو هريرة، وابن أخيه عباس بن عبيد الله بن العباس، وعُمير مولى أم الفضل، وسليمان بن يسار، والشعبي وغيرهم


Terjemah bebas: “Ia (hafal cukup) banyak hadits, meriwayatkan darinya saudaranya (sendiri): Abdullah (bin Abbas), Qutsam (bin Abbas); dan putra pamannya, Rabi’ah bin al-Harits bin Abdul Muttalib, Abu Hurairah, dan anak saudaranya, Abbas bin ‘Ubaidillah bin Abbas, ‘Umair budak Ummu al-Fadl, Sulaiman bin Yassar, al-Sya’bi dan lainnya.” (Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Ishâbah fî Tamyîz al-Shahâbah, juz 3, h. 212).


Al-Fadl bin Abbas juga Ikut memandikan dan mengebumikan jenazah mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbarengan Sayyidina Ali bin Abu Thalib. Dalam al-Mustadrak dikatakan (jalur Khalifah bin al-Khayyath):

وكان فيمن غسّل رسول الله صلي الله عليه وعلي آله وسلم وولي دفنه


Terjemah bebas: “Al-Fadl termasuk orang yang memandikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam dan membantu pemakamannya.” (Imam al-Hakim, al-Mustadrak ‘alâ al-Shahihain, juz 3, h. 333).


Terjadi perbedaan pandangan soal waktu dan penyebab al-Fadl meninggal. Ibnu Sakan menjelaskan, al-Fadl wafat di Perang Ajnadain di masa Khalifah Abu Bakr al-Shiddiq. Pandangan lain menjelaskan, al-Fadl meninggal di Perang Yamamah tahun 15 H, dan ada juga yang berpendapat, ia wafat di Perang Yarmuk. Menurut al-Waqidi, Zubair dan Ibnu Hatim, al-Fadl bin Abbas wafat dikarenakan oleh thâ’ûn ‘amwâs (wabah Amwas) di Syam (mâta fî th â’ûn ‘amwâs). (Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, al-Ishâbah fî Tamyîz al-Shahâbah, juz 3, h. 212). 

BACA JUGA :   Perusahaan Tidak Indahkan Ramadhan, 107 Member Sarbumusi Jember di-PHK


Wabah Amwas (thâ’ûn ‘amwâs) terjadi di Syam kisaran tahun 18 Hijriah di masa Khalifah Umar bin Khattab. Kata “Amwas” (Emmaus Nicopolis) dinisbatkan pada sebuah daerah di Syam. Letaknya tidak jauh dari Ramlah dan Baitul Maqdis. Imam Ibnu Katsir menggambarkannya dengan kalimat:

هذا الطاعون منسوب إلى بليدة صغيرة يقال لها: عمواس وهي بين القدس والرملة


Terjemah bebas: “Wabah ini dinisbatkan pada sebuah daerah kecil yang disebut “Amawas”, (letaknya) di antara al-Quds (Jerusalem) dan Ramlah.” (Imam Ibnu Katsir, al-Bidâyah wa al-Nihâyah, Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub, tt, juz 10, h. 76-77).

 


Di sisi lain, Imam al-Muhallabi melukiskan Amawas dengan berkata:

كورة عمواس هي ضيعة جليلة على ستة أميال من الرملة على طريق بيت المقدس ومنها كان ابتداء الطاعون في أيام عمر بن الخطاب رضي الله عنه ثم فشا في أرض الشام فمات فيه خلق كثير لا يحصى من الصحابة رضي الله عنهم ومن غيرهم وذلك


Terjemah bebas: “Distrik ‘Amawas Adalah perkampungan kecil yang asri (berjarak kisaran) enam mil dari Ramlah di (arah) jalan ke Baitul Maqdis. Dari (tempat) itulah tha’un (wabah) di masa (Khalifah) Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu berawal, lalu menyebar di tanah Syam…” (Imam Abu ‘Abdillah Yaqut al-Hamawi al-Baghdadi, Mu’jam al-Buldân, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, tt, juz 4, 177-178).

BACA JUGA :   Pengadilan Israel: Tahanan Palestina Tidak Berhak Melakukan Social Distancing


Wabah ‘Amawas memakan banyak korban jiwa. Menurut Imam al-Waqidi, korban meninggal akibat thâ’ûn ‘amwâs kisaran 25.000 jiwa. Ada juga yang berpendapat sampai 30.000 jiwa (Imam Ibnu Katsir, al-Bidâyah wa al-Nihâyah, juz 10, h. 76-77). Imam al-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa korban meninggal mencapai 25.000 jiwa. Ia mecatat:

ثم طاعون عمواس في زمن عمر بن الخطاب رصي الله عنه، وكان بالشام مات فيه خمسة وعشرون ألفا


Terjemah bebas: “Lalu wabah ‘Amawas di masa (Khalifah) Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu yang terjadi di Syam, korban jiwa di wabah tersebut (kisaran) 25.000 (jiwa).” (Imam al-Nawawi, Shahih Muslim bi Syarh al-Nawâwi, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2017, juz 1, h. 96).


Semoga kita terselamatkan dari segala macam wabah dan bencana. Amin.

Wallahu a’lam bish-shawwab…

 

Muhammad Afiq Zahara, alumni Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen

 

Wabah dan Wafatnya Sepupu Nabi, al-Fadl bin ‘Abbas
Sumber: NU-Online

loading...

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *