Wacana Lapas di Pulau Terpencil, Berikan Efek Jera Napi Nakal

Wacana Lapas di Pulau Terpencil, Berikan Efek Jera Napi Nakal

loading…

JAKARTA – Wacana pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas) di pulau terpencil oleh pemerintah dianggap dapat memberikan efek jera bagi narapidana nakal.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengumumkan dukungannya kepada planning pemerintah tersebut. “Saya setuju kalau pemerintah membangun lapas di pulau terpencil untuk memberikan efek jera bagi napi nakal,” ungkap Neta di Jakarta, kemarin.

Usulan ini kembali mencuat setelah Perkara plesiran yang ditunaikan oleh narapidana Perkara korupsi e-KTP sekaligus eks Ketua DPR Setya Novanto. Setnov Disangka menyalahgunakan izin berobat untuk plesiran. Waktu ini Setnov sudah dipindahkan dari Lapas Sukamiskin, Bandung ke Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor yang mempunyai keamanan super maksimum.

Neta mengusulkan konsep lapas yang waktu ini ada di Indonesia wajib diubah. Tempat lapas yang ada di tengah kota wajib dipindahkan ke pulau terluar atau terpencil.

“Kejadian soal plesiran para narapidana nakal yang menyalahgunakan izin kemarin wajib jadi perhatian spesial. Apalagi konsep bui di Indonesia masih ada di tengah-tengah kota. Kalau tidak ditunaikan Pergantian ya akan sama saja. Masih disalahgunakan izinnya. Napi yang nakal-nakal sogok petugas, jalan-jalan di tengah kota dengan santai,” tandasnya.

Baca Artikel Lainnya:  1.580 Orang Turut Mudik Gratis Golkar

Kecuali itu, lapas yang ada waktu ini telah mengalami kelebihan kemampuan. Sehingga diinginkan dengan pembangunan lapas lagi di pulau terpencil selain memberikan efek jera juga membantu untuk mengatasi permasalahan kelebihan kemampuan.

“Saya setuju bahwa pembangunan lapas di pulau terpencil akan memberikan efek jera. Dengan begitu tidak ada lagi praktik jual beli izin untuk keluar lapas. Apalagi kalau menyaksikan kemampuan lapas waktu ini, tentu ini akan membantu menyeimbangkan hitungan total narapidana di lapas, sehingga bebannya akan berkurang. Sebab ini hak para napi juga,” ujarnya.

sebelum ini, Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto kembali merencanakan untuk membangun lapas spesial Perkara korupsi, narkotika, dan terorisme di pulau terpencil. “Kita punya pulau jika tidak salah kan 17.000 pulau yang dihuni baru 11.000 pulau masih ada 6.000 pulau yang tidak dihuni,” kata Wiranto di kantornya.

Dengan ditempatkan di pulau terpencil, Menko Polhukam meyakini seorang napi tidak akan mudah memperoleh cuti dan tidak akan dapat ngelayap. Sebab itu, pemikiran ke sana ada cuma tentunya masih Penting suatu planning rancangan sokongan lain yang dapat mengarah ke sana. (Binti Mufarida)

Baca Artikel Lainnya:  Peringati Hardiknas, Kemendikbud Sosialisasikan Program MGMP

(nfl)

SindoNews by Abrori

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close