WASPADA! Jaringan Terorisme JI Bangkit, Mereka Main ‘2 Kaki’ Gunakan Pemilihan Umum

Terorisme dan Politik

Warta Batavia, Jakarta – Komentar member Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan setuju dengan pernyataan pengamat terorisme Noor Hadi yang menjelaskan terorisme berstandar ganda. Di 1 sisi, mereka ikut proses demokrasi, di sisi lain teroris berniat mendirikan negara baru.

“Ada kubu garis keras yang menunggangi. Biasanya mereka menggunakan pilkada, pileg, dan pemilihan presiden,” kata Trimedya waktu dihubungi, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.

Baca: Ninoy Karundeng Bongkar Alur Makar Gerombolan Pengkhianat NKRI dalam Kerusuhan 22 Mei

Bahkan, lanjut Trimedya, tidak sedikit dari kubu teroris masuk dalam penyokong caleg dan Calon Presiden. Puncaknya, waktu aksi 21 dan 22 Mei di Badan Pengawas Pemilu beberapa waktu lalu. “Meraka punya agenda sendiri. Namun seluruh telah tercium oleh BIN (BIN), TNI, dan Polri,” ucap dia.

pemain politik PDI Perjuangan ini Memperingatkan TNI/POLRI senantiasa menaikkan kewaspadaan. Mereka tidak boleh lengah.

Baca: Mabes Polri: Jaringan Teroris JAD Akan Ledakkan Bom di Aksi ‘People Power’

“Tidak boleh ‘tidur’ sebab bahaya itu tetap ada,” ucap dia.

Trimedya percaya sejauh TNI/POLRI dan BIN solid ancaman terorisme dapat ditangani. Karena, ketiga lembaga itu pandai membaca bibit terorisme dari akar.

Baca: Polri Tangkap Teroris Sel JAD yang Terafiliasi dengan ISIS

“Sejauh TNI/POLRI dan BIN solid tidak Penting kuatir. BIN dapat Mengawasi dari bawah, dari kabupaten. Itu telah dapat dia deteksi dini,” pungkas dia.

sebelum ini, pengamat terorisme Noor Hadi menjelaskan jaringan terorisme jema’ah Islamiah (JI) kembali bangkit. Para pengikutnya aktif di gerakan sosial. Bahkan, beberapa diantara aktif dalam bidang kebudayaan dan bahkan pendidikan. Tidak cuma itu, member JI ‘menyamar’ dalam demokrasi Indonesia. (ARN)

Sumber: Medcom.id

Source by Asep Komarudin

You might like

About the Author: Asep Komarudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *