Kategori
Islami

Waspada! RRI Dukung Teroris FPI Sumbang ISIS Lewat ACT


Waspada! Warga membongkar PT PAL yang disusupi PKS Kuntjoro Pinardi. Kini keturunan Mohammad Rohanudin, Direktur Utama RRI, sudah dibongkar. Seperti Kominfo, RRI dikendalikan oleh PKS dan kelompok radikal. RRI menjadi alat propaganda, alat proxy untuk membela kepentingan pentolan PKS Jazuli Juweni. RRI juga mendukung teroris FPI.

RRI telah mendonasikan US $ 25.000 untuk dana teror ISIS di Suriah melalui ACT. Kegilaan pengkhianatan terhadap Republik Indonesia. Jelas, ACT adalah saluran dana teroris ke Suriah. Ini adalah perilaku Mohammad Rohanudin.

RRI menjadi juru bicara radikalisme yang membahayakan negara. Yakni, RRI membela organisasi teroris FPI, HTI, FPI. Tak tanggung-tanggung, direktur presiden RRI itu biang keladi pengkhianat di tubuh RRI.

Fakta bahwa Presiden Direktur RRI sebagai kadal gurun dan mendukung teroris RRI membela tewasnya 6 teroris FPI di KM 50. RRI mendukung kunjungan Amien Rais. RRI.co.id mengatakan: Amien Rais lapor Jokowi, tentara FPI tewas.

Tajuk berita RRI dengan jelas menyebutkan telah terjadi perbuatan melawan hukum. Bahwa 6 teroris mengalami pembunuhan yang bukan merupakan pembunuhan ilegal. RRI merumuskan opini dengan menyebut kematian 6 teroris FPI sebagai pembunuhan yang melanggar HAM. Meski aparat membunuh 6 teroris karena diancam, mereka membela diri sebagai pejabat negara.

Saya punya data. Tentang kegilaan terstruktur Mohammad Rohanudin. Ada 10 pemberitaan media tentang tewasnya 6 preman oleh teroris FPI. Namun, hanya RRI yang menyebut dalam pemberitaan: yang menggunakan kata bunuh. Tembakan yang memojokkan polisi.

Mohammad Rohanudin juga menentang pembubaran FPI dengan mengaitkan isu demokrasi. RRI menjadi tajuk utama yang mengejutkan: Larangan yang didukung FPI tidak merugikan demokrasi. Bagi pengamat media dan sosial, jelas RRI menggerakkan opini.

RRI mengatakan pelarangan FPI dibenarkan oleh siapa, jika bukan pemerintah. Artinya, RRI menilai pelarangan organisasi teroris FPI merugikan demokrasi. Benar, Mohammad Rohanudin.

RRI yang disusupi oleh PKS dan kader seperti Mohammad Rohanudin tidak ingin organisasi teroris FPI dibubarkan. RRI menulis: FPI bubar, Pemprov DKI cuci tangan. Setiap orang waras pasti mengerti apa yang dimaksud RRI.

RRI ingin menyatakan bahwa FPI berperan mengangkat Anies ke DKI-1, menjadi gubernur. RRI menginginkan Anies Baswedan sebagai kaki tangan organisasi teroris FPI untuk membela FPI. RRI mendesak Anies kembali ke FPI.

Bukan hanya melawan Anies. Bahkan di Prabowo, RRI membuat kabar aneh. RRI mengelompokkan Rizaa Patria, Anies Baswedan, Prabowo sebagai stakeholders teroris FPI. Saya harus membayar kembali teroris FPI.

RRI.co.id juga melansir tajuk utama: Berbeda dengan FPI yang dibubarkan, Prabowo dijuluki sebagai pesawat tak berawak Tiongkok. Artinya, RRI meminta Prabowo menarik kembali jasa FPI, agar dirinya membela FPI. RRI tidak suka komentar Prabowo tentang drone China di Selayar, yang menghadapi dua masalah yang sama sekali tidak relevan.

Dukungan Mohammad Rohanudin terhadap teroris FPI juga muncul saat RRI menggagalkan pernyataan Ferdinand Hutahean terhadap pernyataan PKS Mardani Ali Sera.

Pernyataan Gerindra melalui Wakil Ketua Rahayu Saraswati tentang pembubaran FPI juga ditentang RRI. RRI secara taktis mengutip ketidaksetujuan Fadli Zon. RRI menulis: Massa netizen juga mengomentari Partai Gerindra yang diyakini akhirnya berpihak pada pemerintah.

RRI ingin menyatakan: Tahukah Anda, Gerindra juga mendukung pembubaran FPI. Gerindra harus melawan pemerintah, membela organisasi teroris FPI. Inilah jepretan RRI ke publik. Provokasi Mohammad Rohanudin benar-benar cerdik dan terencana dengan baik.

Mohammad Rohanudin melalui RRI mempraktekkan komunikasi pada level tinggi. Namun, tindakannya, bahkan oleh wartawan RRI, dalam mendukung teroris FPI jelas mengkhianati Tri Prasetya RRI. Mengkhianati Pancasila dan NKRI.

RRI menjadi juru bicara PKS, jelas melanggar UU Pers, UU Penyiaran, Penyiaran Umum PP, dan Lembaga Penyiaran Publik PP RRI. Karena wartawan RRI mengacaukan opini dan fakta.

Direktur LPP RRI Mohammad Rohanuddin jelas membawa agenda PKS tersebut. Sebagai corong PKS, diberitakan PKS sebanyak 67 kali. Partai lain tidak lebih dari setengah. Golkar dilaporkan oleh RRI 26. NasDem 17. Gerindra dan PDIP hanya 38 kali. Partai lain nol. Tidak diawasi oleh RRI.

Isi berita di PDIP sepanjang Januari 2021 semuanya negatif. Harun Masiku. Korupsi Bansos. Penolakan Rika Ciptaning terhadap vaksin. Tujuh pemberitaan Gerindra tak lain adalah RRI yang akan berangkat ke Papua untuk meliput Yan P Mandenas, 19-25 Februari 2021.

Mohammad Rohanuddin juga membuat agenda menggunakan RRI. Pribadi PKS Jazuli Juwaini sudah menjadi sosok. Jazuli dilaporkan lebih sering (11 kali) lebih banyak daripada tokoh kerajaan seperti Ibu Megawati (5), Bamsoet (5), Mbak Puan (4) lainnya tidak dipertimbangkan oleh Direktur RRI.

Munculnya perilaku Taliban dan di dalam RRI merusak etika penyiaran. Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI memiliki Tri Prasetya. Salah satunya: netralitas dalam pemberitaan. Ia dilanggar oleh kadal gurun bernama Mohammad Rohanudin.

Dari uraian tersebut terbukti bahwa ideologi Wahhabi radikal, Ikhwanul Muslimin, teroris FPI, HTI, PKS memiliki jurnalis RRI. Sebuah agenda dengan liku-liku menentang negara, NKRI, Pancasila muncul. Juga lawan domba. Direktur Utama RRI Mohammad Rohanudin berperan penting dalam membahayakan negara. Tidak pantas baginya menjadi anggota Dewan Pengawas RRI. #saveRRI

Penulis: Ninoy Karundeng

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10224893394029966&id=1468423442

(Warta Batavia)


Waspada! RRI Dukung Teroris FPI Sumbang ISIS Lewat ACT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *