Wujudkan Pendidikan yang Inklusif

Wujudkan Pendidikan yang Inklusif

PENDIDIKAN inklusif dalam sistem pendidikan nasional masih jauh dari selayaknya. Oleh sebab itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendukung agar cepat muncul gerakan untuk mengarusutamakan pendidikan inklusif di Tanah Air.

Pendidikan inklusif ialah sistem pelayanan pendidikan yang mengatur agar penyandang cacat dapat dilayani di sekolah terdekat di kelas reguler berbarengan temen seusianya.

“Bila dasar pemikiran yang dipakai dalam pemenuhan pelayanan pendidikan inklusif ialah hak asasi manusia, saya kira dorongan untuk mewujudkannya akan makin besar,” ujarnya dalam dialog daring bertema Pendidikan inklusif di masa pandemi covid-19, Rabu (20/5).

Ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Pers, Dewan Pers, Asep Setiawan, menjelaskan, pers dapat jadi partner untuk mengangkat isu pendidikan inklusif ini ke permukaan agar jadi diskursus di ruang publik. “Agar dapat cepat terwujud,” katanya.

Analis Keputusan strategi Ahli Muda, Direktorat Pendidikan Warga dan Pendidikan Spesial, Kemendikbud, Ngadirin, menyampaikan, pendidikan inklusif di Indonesia telah mempunyai dasar hukum UU No 8 Tahun 2016 mengenai hal Penyandang Cacat dan PP No 13 Tahun 2020 mengenai hal Akomodasi yang Patut untuk Peserta Didik Penyandang Cacat.

“Kendalanya ada di daerah. Dari 514 kabupatan/kota di Indonesia, baru 80 kabupaten/kota yang mempunyai peraturan daerah yang mengatur pendidikan inklusif,” gamblang Ngadirin.

Di masa pandemi covid-19, Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi, Memperingatkan, tantangan peserta didik dengan cacat jauh lebih berat. “Yang Penting memperoleh pelatihan ialah para orangtua agar proses belajar dari rumah dapat berjalan dengan baik,” sebutnya. (RO/H-2)

READ
Sekolah Jadi Tempat Isolasi Buat Masyarakat Kisaran Sekolah Cemas




Wujudkan Pendidikan yang Inklusif

loading...

Recommended For You

About the Author: Hendro Purwanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *