invisible hit counter
Nasional

Ceramah KH Marzuki Mustamar Bahas Nasab Habaib, Peran Kiai Pribumi, dan Ajakan Waspada terhadap Pengaruh Ideologi

Warta Batavia – KH Marzuki Mustamar, salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal luas di Indonesia, menyampaikan ceramah yang membahas sejumlah isu, mulai dari nasab sebagian habaib, peran kiai pribumi dalam membina umat, hingga ajakan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh ideologi yang dinilai dapat memengaruhi kehidupan beragama.

Dalam ceramah tersebut, KH Marzuki Mustamar menguraikan pandangannya mengenai dinamika dakwah di tengah masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga hubungan antara umat dengan para kiai yang selama ini membimbing pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Menyinggung Keraguan Sebagian Masyarakat terhadap Nasab Habaib

Pada awal ceramahnya, KH Marzuki Mustamar menyinggung adanya fenomena sebagian masyarakat yang mulai mempertanyakan nasab sebagian habaib.

Menurutnya, pembahasan tersebut tidak dapat dipisahkan dari persoalan ideologi yang berkembang di sejumlah negara, termasuk Yaman.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat diperbolehkan untuk bersikap waspada terhadap berbagai perkembangan yang terjadi, selama tetap didasarkan pada informasi dan pengetahuan yang memadai.

Dalam penyampaiannya, KH Marzuki Mustamar mengaitkan persoalan tersebut dengan kondisi politik di Yaman yang menurutnya perlu dipahami secara lebih mendalam.

KH Marzuki Mustamar
Ceramah KH Marzuki Mustamar Bahas Nasab Habaib, Peran Kiai Pribumi, dan Ajakan Waspada terhadap Pengaruh Ideologi

Mengingatkan Pentingnya Sikap Waspada

KH Marzuki Mustamar menegaskan bahwa kewaspadaan merupakan hal yang diperbolehkan.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami siapa saja tokoh yang menjadi panutan, termasuk memahami latar belakang pemikiran maupun ideologi yang berkembang di lingkungan tokoh tersebut.

Ia menyampaikan bahwa sikap waspada bukan berarti memusuhi pihak lain, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Menyoroti Peran Kiai Pribumi dalam Membina Umat

Bagian terbesar dari ceramah KH Marzuki Mustamar berisi penjelasan mengenai besarnya peran kiai pribumi dalam membangun pendidikan Islam di Indonesia.

Menurutnya, sejak lama para kiai dan ustaz dari pesantren telah menjadi pihak yang mendidik masyarakat melalui berbagai lembaga pendidikan maupun kegiatan keagamaan.

Ia menyebut bahwa guru-guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Ibtidaiyah (MI), madrasah diniyah, hingga para ustaz yang mengajar di berbagai daerah merupakan alumni pondok pesantren yang dibimbing oleh para kiai.

Selain itu, para kiai juga menjadi pihak yang selama ini mengisi khutbah Jumat, ceramah pernikahan, pengajian rutin, tahlilan, talqin jenazah, hingga berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Menurut KH Marzuki Mustamar, seluruh proses pembinaan umat tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun melalui perjuangan para ulama dan pesantren di Indonesia.

Menilai Terjadi Pergeseran Takzim Sebagian Umat

Dalam ceramahnya, KH Marzuki Mustamar juga menyinggung fenomena berkembangnya majelis-majelis maulid yang dipimpin sejumlah habaib.

Ia mengatakan bahwa sebagian masyarakat diyakinkan bahwa menghadiri majelis tertentu dianggap lebih membawa keberkahan dibanding mengikuti pengajian yang diasuh para kiai setempat.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan sebagian umat beralih mengikuti tokoh-tokoh baru, meskipun pendidikan agama mereka sebelumnya diperoleh dari para kiai dan ustaz di daerah masing-masing.

KH Marzuki Mustamar menyampaikan bahwa para kiai telah menanamkan ilmu, iman, dan akhlak kepada masyarakat sejak awal.

Karena itu, ia berpandangan bahwa sudah sewajarnya umat tetap memberikan penghormatan kepada para kiai yang selama ini membimbing mereka.

Mengajak Tetap Menjaga Persaudaraan

Meski menyampaikan sejumlah kritik, KH Marzuki Mustamar juga mengingatkan agar masyarakat tidak menghina pihak lain.

Ia mengajak jamaah untuk tetap menjaga persaudaraan sesama umat Islam.

Menurutnya, hubungan baik antarsesama tetap perlu dipelihara, meskipun masing-masing memiliki pilihan dalam mengikuti majelis ilmu.

Ia menekankan bahwa penghormatan kepada kiai sendiri tidak harus diwujudkan dengan merendahkan atau mencela kelompok lain.

Dalam ceramah tersebut, ia berulang kali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan umat.

Menyoroti Fenomena Majelis Maulid

KH Marzuki Mustamar juga menyinggung penyelenggaraan sejumlah majelis maulid yang menurutnya menggunakan simbol-simbol tokoh nasional maupun ulama.

Ia menyampaikan bahwa sebagian kegiatan menampilkan foto pendiri Nahdlatul Ulama maupun tokoh bangsa, namun masyarakat kemudian lebih mengenal tokoh-tokoh tertentu yang menjadi pengisi acara.

Menurutnya, fenomena tersebut menjadi perhatian para kiai karena dikhawatirkan dapat menggeser kedekatan emosional masyarakat dengan ulama yang selama ini membina mereka.

Ceramah KH Marzuki Mustamar Bahas Nasab Habaib, Peran Kiai Pribumi, dan Ajakan Waspada terhadap Pengaruh Ideologi

Mengingatkan Pentingnya Menyaring Informasi

Dalam bagian lain ceramahnya, KH Marzuki Mustamar mengingatkan agar masyarakat tidak menerima seluruh informasi tanpa proses penyaringan.

Ia mengajak jamaah untuk melakukan tabayun serta memahami latar belakang berbagai tokoh maupun organisasi sebelum menjadikannya sebagai panutan.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar masyarakat tidak ikut terbawa kepada pemikiran yang menurutnya bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang selama ini diajarkan di lingkungan pesantren.

Ia juga menyampaikan pesan kepada aparat agar memahami persoalan berdasarkan ilmu pengetahuan dan data sebelum mengambil sikap.

Menyinggung Sejumlah Nama Marga

Dalam ceramahnya, KH Marzuki Mustamar menyebut beberapa nama marga yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan sejumlah tokoh di Yaman maupun dalam sejarah Indonesia.

Ia menyampaikan pandangannya mengenai hubungan sejumlah nama tersebut dengan perkembangan politik maupun sejarah yang diketahuinya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penjelasan mengenai alasan mengapa ia mengajak masyarakat bersikap waspada terhadap berbagai pengaruh ideologi.

Namun demikian, dalam ceramah tersebut KH Marzuki Mustamar juga mengimbau agar informasi mengenai hubungan-hubungan tersebut tetap dicek dan dipelajari kembali.

Penutup

Ceramah KH Marzuki Mustamar berisi sejumlah pesan yang mencakup pembahasan mengenai nasab sebagian habaib, pentingnya memahami perkembangan ideologi, serta ajakan untuk terus menghargai peran para kiai pribumi dalam membina umat Islam di Indonesia.

Selain mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai pengaruh yang dinilainya dapat memengaruhi kehidupan beragama, ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, tidak menghina pihak lain, serta tetap menjalin ukhuwah Islamiyah.

Ceramah tersebut menjadi salah satu materi yang kembali memunculkan diskusi mengenai hubungan antara tradisi pesantren, peran kiai lokal, perkembangan majelis keagamaan, serta pentingnya literasi sejarah dan ideologi di tengah masyarakat.

Tonton dan simak wejangannya di YouTube:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button