Ustadz Bahril Ulum Ungkap Dugaan Ancaman Pembunuhan Jelang Acara PWILS
WARTA BATAVIA – TEGAL, JAWA TENGAH – Ustadz Bahril Ulum mengungkapkan sejumlah peristiwa yang dialaminya menjelang pelaksanaan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila dan Apel Kebangsaan Laskar Sabilillah pada 1 Oktober 2026 di Lapangan Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Dalam penjelasannya yang diunggah melalui kanal YouTube Ummatina JB pada 8 November 2026, Bahril menceritakan […]

WARTA BATAVIA – TEGAL, JAWA TENGAH – Ustadz Bahril Ulum mengungkapkan sejumlah peristiwa yang dialaminya menjelang pelaksanaan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila dan Apel Kebangsaan Laskar Sabilillah pada 1 Oktober 2026 di Lapangan Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Dalam penjelasannya yang diunggah melalui kanal YouTube Ummatina JB pada 8 November 2026, Bahril menceritakan adanya dugaan upaya penggagalan acara, kedatangan sekelompok orang ke sekretariat panitia pada tengah malam, hingga informasi mengenai dugaan ancaman pembunuhan yang ditujukan kepadanya.
Bahril juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengalami kondisi kesehatan yang membuat penglihatannya menjadi gelap dan akhirnya harus dipulangkan sebelum rangkaian acara selesai.
Menurut penuturannya, berbagai kejadian tersebut berlangsung ketika dirinya bersama sejumlah pihak sedang mempersiapkan kegiatan yang melibatkan organisasi Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWILS).
Dalam tayangan bertajuk Sorotan Bahril tersebut, ia juga menceritakan informasi yang diterimanya dari Komandan Laskar Sabilillah Kecamatan Bojong dan sejumlah orang yang datang menjenguknya setelah kondisi kesehatannya menurun.
Kronologi Menjelang Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026
Bahril menjelaskan, kegiatan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila dan Apel Kebangsaan Laskar Sabilillah diselenggarakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Lapangan Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh yang disebutkan Bahril, antara lain Kanjeng Sunan Basajaga, Rhoma Irama, Gus Abbas, KH Imaduddin Utsman Al-Bantani, serta Tubagus Mogi Nurfadil.
Kegiatan itu juga dimeriahkan dengan penampilan Forsa DPW Jawa Tengah.
Bahril mengaku terlibat dalam persiapan kegiatan tersebut bersama rekan-rekannya. Namun, menurut dia, proses persiapan tidak berjalan sepenuhnya lancar karena muncul sejumlah persoalan menjelang pelaksanaan acara.
Ia menyebut terdapat pihak-pihak yang berusaha menggagalkan kegiatan tersebut melalui berbagai cara.
Bahkan, Bahril mengaku sempat menghadapi situasi yang menurutnya berpotensi membahayakan keselamatan dirinya.
“Sampai H-2 acara tersebut dilaksanakan, tengah malam saya digeruduk oleh sekelompok orang,” ujar Bahril dalam tayangan tersebut.
Ia menjelaskan, sekelompok orang itu datang ke sekretariat panitia sekitar pukul 00.00 WIB. Kedatangan mereka, menurut Bahril, disertai kemarahan dan keberatan terhadap penyelenggaraan kegiatan.
Bahril menyebut orang-orang tersebut mempertanyakan penyelenggaraan acara dan menyampaikan berbagai alasan untuk menolak kegiatan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila.
Menurut penuturannya, situasi tersebut bahkan sempat diwarnai pembicaraan mengenai upaya menutup akses menuju lapangan tempat kegiatan akan dilaksanakan.
Bahril Menyebut Ada Upaya Menghalangi Acara
Bahril mengatakan, ketika sekelompok orang datang ke sekretariat, sebagian besar panitia sudah pulang karena waktu telah menunjukkan tengah malam.
Untuk menghadapi situasi tersebut, ia kemudian menghubungi dua orang panitia agar kembali datang ke sekretariat.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya berusaha menyelesaikan persoalan tersebut agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Dalam menghadapi keberatan kelompok tersebut, Bahril menegaskan bahwa kegiatan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila tidak berkaitan dengan persoalan kepercayaan seseorang terhadap nasab Ba’alwi.
Menurut dia, acara tersebut merupakan kegiatan kebangsaan untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, khususnya berkaitan dengan Pancasila.
Bahril mengatakan bahwa persoalan seseorang percaya atau tidak percaya terhadap klaim keturunan Nabi Muhammad SAW merupakan persoalan yang berbeda dari kegiatan memperingati Kesaktian Pancasila.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan itu bertujuan mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga Pancasila sebagai falsafah negara.
Bahril juga mengungkapkan bahwa setelah kejadian di sekretariat tersebut, sejumlah orang dari daerah lain menghubungi panitia.
Mereka mempertanyakan keamanan pelaksanaan acara karena mendengar adanya dugaan upaya penggagalan kegiatan.
Namun, Bahril menyatakan bahwa panitia berupaya memastikan kegiatan tetap berjalan dengan aman dan terkendali.

Dugaan Ancaman dari Sejumlah Tokoh Menjelang Acara
Selain menceritakan kedatangan sekelompok orang ke sekretariat, Bahril juga mengungkapkan adanya persoalan lain yang menurutnya berpotensi menghambat pelaksanaan kegiatan.
Ia menyebut ada figur kiai di daerahnya yang menyampaikan bahwa sejumlah kiai tidak akan datang apabila tidak melalui dirinya.
Bahril menilai pernyataan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi panitia karena kehadiran tokoh-tokoh yang telah dijadwalkan merupakan bagian penting dari kegiatan.
Panitia kemudian berusaha melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pengurus daerah hingga pengurus wilayah.
Ia menyebut meminta bantuan kepada sejumlah pengurus PWILS, termasuk Tubagus Mukin Nurfadil.
Permintaan Kehadiran Gus Abbas dan Kiai Imad
Bahril juga menceritakan adanya komunikasi langsung dari Kanjeng Sunan Basajaga dan Rhoma Irama sekitar H+2 setelah terpilihnya kepengurusan PBNU yang dimaksud dalam penuturannya.
Menurut Bahril, keduanya menyampaikan persyaratan mengenai kehadiran Gus Abbas dan KH Imaduddin Utsman Al-Bantani dalam acara 1 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan bahwa pihak yang menghubunginya menyatakan tidak akan menghadiri acara apabila hanya Gus Abbas atau hanya KH Imaduddin yang datang.
Keduanya diharapkan hadir bersama-sama.
Menurut Bahril, permintaan tersebut berkaitan dengan keinginan menunjukkan soliditas PWILS di berbagai daerah di Indonesia.
Panitia kemudian berusaha memastikan kedua tokoh tersebut dapat menghadiri kegiatan sesuai dengan harapan pihak yang menyampaikan permintaan.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, Bahril mengaku lebih memusatkan perhatian pada persiapan teknis dan pelaksanaan acara.

Bahril Mengaku Tidak Bisa Menghadiri Acara karena Kondisi Kesehatan Menurun
Salah satu bagian penting dalam penjelasan Bahril adalah pengalamannya ketika hari pelaksanaan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila tiba.
Ia mengatakan bahwa dirinya justru tidak dapat menghadiri acara secara penuh meskipun selama ini menjadi salah satu pihak yang terlibat dalam persiapannya.
Bahril mengaku mengalami kondisi ketika pandangannya tiba-tiba menjadi gelap.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan melihat dan akhirnya harus dibawa pulang ke rumah sebelum kegiatan selesai.
Ia menyebut Ketua PD Pemalang, Kiai Ismail, ikut menyaksikan kondisinya saat itu.
Dalam penjelasannya, Bahril mengatakan bahwa dirinya sempat mengikuti sebagian rangkaian kegiatan sekitar pukul 11.00 WIB sebelum akhirnya dipulangkan.
“Saya harus terpaksa dipulangkan, dibawa pulang ke rumah,” kata Bahril.
Ia mengaku tidak memahami secara pasti penyebab kondisi tersebut. Bahril juga menyampaikan kemungkinan bahwa kelelahan akibat berbagai persiapan kegiatan turut memengaruhi kondisi fisiknya.
Menurut Bahril, gangguan penglihatan tersebut bahkan berlangsung selama beberapa hari.
Meskipun dirinya tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, acara tetap terlaksana.
Ia menyampaikan bahwa Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila dan Apel Kebangsaan Laskar Sabilillah berjalan lancar tanpa kehadirannya.
Bahril juga menceritakan bahwa sejumlah tokoh yang hadir sempat mempertanyakan ketidakhadirannya. Mereka mengetahui bahwa Bahril merupakan salah satu orang yang sangat aktif mempersiapkan kegiatan tersebut.
Komandan Laskar Sabilillah Mengirimkan Informasi Dugaan Ancaman
Setelah kegiatan selesai, Bahril mengaku menerima pesan suara atau voice note dari Komandan Laskar Sabilillah Kecamatan Bojong.
Pesan tersebut berisi cerita mengenai pengalaman seseorang yang mengaku melihat kejadian mencurigakan menjelang pelaksanaan acara.
Bahril kemudian menyampaikan isi informasi tersebut kepada penonton kanal Ummatina JB.
Menurut penuturannya, informasi itu berasal dari seseorang bernama Muhajirin, yang disebut berasal dari wilayah sekitar Kecamatan Bojong.
Muhajirin dikabarkan baru saja membantu sebuah mobil yang mengalami kecelakaan atau terperosok di wilayah desa sebelah.
Ketika melintas di sekitar lapangan tempat kegiatan akan dilaksanakan, ia mengaku melihat sebuah benda menyerupai bola api yang bergerak dan jatuh ke arah panggung.
Bahril mengatakan, Muhajirin menghubungkan kejadian tersebut dengan dugaan serangan mistik atau santet.
Dugaan Sasaran Serangan Mengarah kepada Bahril dan Komandan Laskar
Berdasarkan informasi yang diterima melalui pesan suara tersebut, Bahril menyampaikan bahwa Muhajirin menduga sasaran utama dari kejadian yang dilihatnya adalah dirinya dan Komandan Laskar Sabilillah Kecamatan Bojong, Abdul Af.
Bahril mengaku bahwa informasi itu kemudian diteruskan kepadanya oleh komandan laskarnya.
Ia menuturkan bahwa Muhajirin tidak secara langsung menghubunginya, tetapi menyampaikan cerita tersebut melalui pesan suara kepada Abdul Af.
Dalam penjelasannya, Bahril beberapa kali menegaskan bahwa dirinya menjadi sasaran utama dalam dugaan ancaman tersebut.
Namun, informasi mengenai bola api dan dugaan serangan gaib itu merupakan kesaksian yang disampaikan melalui pihak lain sebagaimana diceritakan Bahril. Tayangan tersebut tidak menyertakan bukti independen yang dapat memastikan penyebab ataupun kebenaran dugaan serangan tersebut.
Bahril Mengaitkan Dugaan Ancaman dengan Pernyataannya tentang Nasab Ba’alwi
Dalam tayangan tersebut, Bahril juga menghubungkan dugaan ancaman yang diterimanya dengan pernyataan-pernyataan yang pernah disampaikan sebelum kegiatan 1 Oktober 2026.
Ia mengaku pernah membuat sejumlah video yang membahas keyakinannya mengenai polemik nasab Ba’alwi.
Menurut Bahril, dalam video-video tersebut dirinya menyampaikan pernyataan bersyarat berkaitan dengan keyakinan dan perjuangannya di PWILS.
Ia mengatakan bahwa apabila perjuangan yang dilakukan PWILS benar, Allah akan memberikan kemudahan sehingga kegiatan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila dapat terlaksana.
Sebaliknya, apabila keyakinannya mengenai persoalan nasab Ba’alwi ternyata salah, ia menyampaikan kesiapan menerima konsekuensi atas keyakinan tersebut.
Bahril bahkan mengaku telah menyampaikan pesan kepada rekan-rekannya agar meninggalkan PWILS apabila dirinya meninggal dunia sebelum acara 1 Oktober terlaksana.
Pesan serupa, menurut dia, juga telah disampaikan kepada istrinya.
Pernyataan Bahril dalam Doa dan Wasiat
Bahril mengatakan bahwa selama kurang lebih satu bulan menjelang acara, ia sering menyampaikan pernyataan tersebut, termasuk dalam doa setelah melaksanakan salat.
Ia menceritakan bahwa dirinya berdoa agar diberikan kematian apabila keyakinannya mengenai persoalan nasab yang sedang diperdebatkan ternyata salah.
Pernyataan tersebut, menurut Bahril, menjadi salah satu alasan mengapa dirinya menduga ada pihak yang menginginkan kematiannya sebelum kegiatan 1 Oktober dilaksanakan.
Ia menganggap kematiannya sebelum tanggal tersebut berpotensi digunakan oleh pihak tertentu sebagai bahan untuk mempertanyakan kebenaran perjuangan PWILS.
Bahril kemudian mengaitkan dugaan tersebut dengan kondisi yang dialaminya pada hari pelaksanaan acara.
Namun, hubungan antara pernyataan Bahril mengenai nasab Ba’alwi dan dugaan ancaman pembunuhan tersebut merupakan penilaian serta dugaan yang disampaikan Bahril dalam tayangan. Belum terdapat keterangan pembuktian mengenai identitas pihak yang diduga bertanggung jawab.

Dugaan Serangan Gaib dan Cerita dari Sejumlah Orang yang Menjenguk Bahril
Selain informasi dari Muhajirin, Bahril juga menyampaikan cerita dari beberapa orang yang datang menjenguknya ketika kondisi penglihatannya belum pulih.
Menurut Bahril, orang-orang tersebut menyampaikan informasi mengenai kejadian lain yang diduga berkaitan dengan upaya menghalangi acara.
Salah satu cerita yang disampaikan berkaitan dengan pemasangan spanduk informasi kegiatan sekitar dua minggu sebelum acara berlangsung.
Bahril mengatakan bahwa ketika itu terdapat seseorang yang sedang berkeliling di sekitar lapangan tempat kegiatan akan diselenggarakan.
Orang tersebut disebut sebagai salah satu pengasuh pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bojong.
Menurut cerita yang diterima Bahril, orang tersebut bertemu dengan seseorang bernama Kang Sepudin.
Ketika ditanya mengenai kegiatannya di sekitar lapangan, orang tersebut disebut memberikan jawaban yang kemudian memicu perselisihan.
Kang Sepudin dikabarkan merasa keberatan ketika diminta agar tidak ikut campur dalam persoalan tersebut.
Bahril mengatakan bahwa dirinya baru mengetahui cerita tersebut ketika orang-orang yang menyampaikannya datang menjenguk setelah kondisi kesehatannya menurun.
Ia mengaku terkejut karena sebelumnya menganggap orang yang menjenguknya tersebut tidak terlalu memperhatikan aktivitas PWILS.
Klaim Adanya Gangguan dari Berbagai Arah
Bahril kemudian menyampaikan bahwa menurut cerita orang yang menjenguknya, dugaan gangguan terhadap kegiatan tersebut datang dari beberapa arah.
Ia menyebut arah selatan, timur, barat, serta lingkungan sebuah pondok pesantren.
Bahril mengaku mendapatkan informasi bahwa sejumlah orang menduga terdapat upaya gangguan secara gaib menjelang pelaksanaan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila.
Dalam tayangan tersebut, Bahril menyampaikan kembali cerita-cerita yang diterimanya tanpa memperlihatkan bukti yang dapat digunakan untuk memastikan dugaan serangan gaib tersebut.
Ia juga tidak menyebutkan identitas lengkap orang-orang yang dituding terlibat.
Bahril menyatakan bahwa dirinya sengaja tidak menyampaikan nama pihak tertentu karena informasi yang diterimanya masih berasal dari cerita orang lain.
Bahril Menyinggung Polemik Mubahalah dan Tuduhan Santet
Dalam penjelasan berikutnya, Bahril turut menyinggung polemik mubahalah yang sebelumnya menjadi pembicaraan di media sosial.
Ia mengatakan bahwa pernah muncul tuduhan dari sejumlah pihak yang menghubungkan kematian beberapa orang dengan kegiatan mubahalah bersama Gus Ahmadi.
Menurut Bahril, ada pihak yang menuduh bahwa orang-orang yang meninggal dunia setelah mubahalah mengalami serangan santet dari Gus Ahmadi.
Bahril kemudian membandingkan tuduhan tersebut dengan informasi mengenai dugaan serangan gaib yang menurutnya terjadi menjelang acara 1 Oktober.
Ia menyampaikan pandangan bahwa dugaan serangan gaib terhadap dirinya justru datang dari pihak yang selama ini berseberangan dalam polemik nasab Ba’alwi.
Akan tetapi, dalam tayangan tersebut tidak disampaikan bukti independen yang memastikan siapa pelaku maupun pihak yang bertanggung jawab atas dugaan serangan tersebut.
Pernyataan mengenai keterlibatan pihak tertentu dalam dugaan serangan gaib tetap merupakan klaim yang disampaikan Bahril berdasarkan informasi yang diterimanya.
Bahril Mengaku Mulai Membatasi Aktivitas di Media Sosial
Setelah mengalami berbagai kejadian tersebut, Bahril mengatakan bahwa dirinya mulai lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu di media sosial.
Ia mengaku tidak lagi terlalu sering membuat unggahan seperti sebelumnya.
Menurut Bahril, kehati-hatian diperlukan, baik dalam menyampaikan ucapan maupun ketika membagikan informasi kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa perjuangan yang diyakininya benar tetap harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan diri dan orang-orang di sekitarnya.
Bahril mengingatkan bahwa seseorang yang merasa berada di jalan yang benar tetap perlu berhati-hati.
Dalam tayangan tersebut, ia menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan sejumlah informasi yang membuatnya lebih waspada terhadap keadaan di lingkungan sekitarnya.

Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila Tetap Berlangsung Tanpa Kehadiran Bahril
Meskipun Bahril tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila dan Apel Kebangsaan Laskar Sabilillah tetap dilaksanakan pada 1 Oktober 2026.
Bahril menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancar.
Ia menyebut sejumlah tokoh yang hadir, termasuk Kanjeng Sunan Basajaga, Rhoma Irama, Gus Abbas, KH Imaduddin Utsman Al-Bantani, dan Tubagus Mogi Nurfadil.
Kegiatan tersebut juga dihadiri para pendukung dan anggota organisasi PWILS dari sejumlah daerah.
Bahril mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan acara menjadi salah satu hal yang disyukurinya setelah melewati berbagai persoalan selama masa persiapan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada para pembeli kaus kegiatan, donatur dari dalam maupun luar negeri, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan kepada panitia.
Bahril Menegaskan Tetap Melanjutkan Aktivitas di PWILS
Pada bagian akhir penjelasannya, Bahril menyampaikan bahwa hingga video tersebut dibuat, dirinya masih hidup dan telah mendapatkan kembali kesehatannya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah memberikan dukungan dan doa selama dirinya mengalami kondisi kesehatan yang menurun.
Bahril juga menyampaikan keyakinannya terhadap perjuangan PWILS dan pandangannya mengenai polemik nasab Ba’alwi.
Menurut dia, PWILS merupakan organisasi yang memperjuangkan marwah Nabi Muhammad SAW.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan terhadap organisasi tersebut tidak harus selalu diwujudkan melalui keanggotaan struktural atau keterlibatan langsung dalam setiap kegiatan.
Bahril menyebut orang-orang yang memberikan dukungan di luar struktur organisasi juga menjadi bagian dari pihak yang mendukung perjuangan tersebut.
Di akhir tayangan, Bahril kembali mengajak masyarakat untuk memperhatikan keselamatan diri dan lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu.
Ia kemudian menutup penjelasannya dengan menyampaikan informasi mengenai kaus Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila bergambar Rhoma Irama yang masih dapat dipesan melalui nomor kontak yang dicantumkan dalam tayangan.

Fakta Penting dalam Pengakuan Ustadz Bahril Ulum
Berdasarkan penjelasan Bahril dalam tayangan kanal Ummatina JB pada 8 November 2026, terdapat beberapa peristiwa utama yang menjadi pokok pembahasannya.
- Persiapan Tabligh Akbar: Kegiatan Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila dan Apel Kebangsaan Laskar Sabilillah diselenggarakan pada 1 Oktober 2026 di Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.
- Kedatangan sekelompok orang: Bahril mengaku didatangi sekelompok orang di sekretariat panitia sekitar tengah malam pada H-2 acara.
- Dugaan upaya penggagalan: Bahril menyebut adanya pihak yang berusaha menghalangi kegiatan, termasuk melalui keberatan terhadap penggunaan lapangan.
- Kondisi kesehatan: Bahril mengaku mengalami gangguan penglihatan hingga harus dipulangkan sebelum acara selesai.
- Informasi dugaan ancaman: Bahril menerima pesan suara dari Komandan Laskar Sabilillah Kecamatan Bojong mengenai cerita Muhajirin yang mengaku melihat bola api menuju panggung.
- Dugaan sasaran serangan: Berdasarkan cerita tersebut, Bahril menyebut dirinya dan Abdul Af diduga menjadi sasaran.
- Cerita dari orang yang menjenguk: Bahril juga menerima informasi mengenai dugaan gangguan dari sejumlah arah menjelang kegiatan.
- Kehati-hatian setelah kejadian: Bahril mengaku mulai mengurangi aktivitas unggahan di media sosial dan lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi.
Informasi mengenai dugaan ancaman, serangan gaib, dan pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut masih berdasarkan penuturan Bahril dan cerita pihak lain sebagaimana disampaikan dalam tayangan. Belum disertai hasil penyelidikan atau bukti independen yang memastikan dugaan tersebut.
FAQ: Pertanyaan Seputar Pengakuan Ustadz Bahril Ulum
1. Siapa Ustadz Bahril Ulum?
Ustadz Bahril Ulum atau Ustadz Bahril merupakan sosok yang menyampaikan penjelasan mengenai pengalaman dan sejumlah peristiwa menjelang Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 di Desa Buniwah, Kabupaten Tegal.
2. Kapan Ustadz Bahril Ulum mengungkap dugaan ancaman pembunuhan?
Penjelasan tersebut diunggah melalui kanal YouTube Ummatina JB pada 8 November 2026.
3. Apa kegiatan yang diselenggarakan pada 1 Oktober 2026?
Kegiatan tersebut adalah Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila dan Apel Kebangsaan Laskar Sabilillah yang berlangsung di Lapangan Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
4. Apa yang terjadi di sekretariat panitia menjelang acara?
Bahril mengaku didatangi sekelompok orang sekitar tengah malam pada H-2 acara. Menurut penuturannya, kelompok tersebut menyampaikan keberatan dan berusaha menghalangi penyelenggaraan kegiatan.
5. Mengapa Bahril tidak hadir dalam seluruh rangkaian acara?
Bahril mengatakan dirinya mengalami kondisi kesehatan yang membuat penglihatannya menjadi gelap. Ia akhirnya dibawa pulang sebelum seluruh rangkaian kegiatan selesai.
6. Apa informasi yang diterima Bahril mengenai dugaan serangan bola api?
Bahril mengaku menerima pesan suara dari Komandan Laskar Sabilillah Kecamatan Bojong yang berisi cerita Muhajirin mengenai benda menyerupai bola api yang terlihat menuju panggung kegiatan. Muhajirin menduga kejadian tersebut berkaitan dengan serangan mistik.
7. Siapa yang disebut menjadi sasaran dugaan serangan?
Berdasarkan informasi yang disampaikan Bahril, dirinya dan Komandan Laskar Sabilillah Kecamatan Bojong, Abdul Af, disebut sebagai pihak yang diduga menjadi sasaran.
8. Apakah dugaan keterlibatan orang-orang Ba’alwi telah terbukti?
Dalam tayangan tersebut, Bahril menyampaikan dugaan dan pandangannya mengenai pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan perjuangan PWILS. Namun, tayangan itu tidak menyertakan bukti independen atau hasil penyelidikan yang memastikan identitas pelaku maupun keterlibatan kelompok tertentu.
9. Apakah Tabligh Akbar Kesaktian Pancasila tetap dilaksanakan?
Ya. Kegiatan tersebut tetap berlangsung pada 1 Oktober 2026 meskipun Bahril tidak dapat mengikuti seluruh rangkaian acara karena kondisi kesehatannya.
10. Apa pesan Bahril setelah mengalami berbagai kejadian tersebut?
Bahril mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berbicara, menyampaikan informasi, dan menjalankan aktivitas perjuangan. Ia juga menyatakan tetap mendukung perjuangan PWILS.
Sumber: Penjelasan Ustadz Bahril Ulum dalam tayangan kanal YouTube TV Alwaha, 6 Nov 2026.



