invisible hit counter
Nasional

Gus Mogi Nur Fadhil Tanggapi Pernyataan Fadli Zon Soal Wali Songo, Soroti Data Sejarah, Nasab, dan Genetik

Warta Batavia – Tubagus Mogi Nurfadhil atau yang akrab disapa Gus Fadhil menyampaikan tanggapan terhadap pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengenai asal-usul Wali Songo dalam sebuah diskusi yang ditayangkan melalui AW Kertapati Channel. Dalam perbincangan tersebut, Gus Fadhil mengatakan bahwa dirinya tidak bermaksud menggurui maupun meluruskan Menteri Kebudayaan, melainkan memberikan koreksi berdasarkan sudut pandang yang menurutnya didukung oleh kajian sejarah, ilmu nasab, serta penelitian yang selama ini ia pelajari.

Pada awal diskusi, pembawa acara AW Kertapati menegaskan bahwa pembahasan dilakukan sebagai bentuk diskusi ilmiah dan bukan untuk menyerang pribadi Menteri Kebudayaan. Ia juga menyampaikan bahwa siapa pun dipersilakan mengajukan data apabila memiliki pandangan yang berbeda.

Menghormati Menteri Kebudayaan

Dalam pemaparannya, Gus Fadhil menyatakan tetap menghormati Fadli Zon sebagai Menteri Kebudayaan sekaligus akademisi yang memiliki latar belakang pendidikan doktor di bidang sejarah.

Ia juga mengapresiasi perjalanan Fadli Zon yang telah mengunjungi berbagai situs sejarah Islam, termasuk makam para ulama di Uzbekistan dan sejumlah negara lain. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan perhatian terhadap kajian sejarah Islam yang patut diapresiasi.

Meski demikian, Gus Fadhil mengatakan bahwa sebagai pihak yang mengaku berasal dari keluarga besar Wali Songo, dirinya merasa memiliki hak untuk menyampaikan pandangan yang berbeda mengenai asal-usul Wali Songo sebagaimana disampaikan Menteri Kebudayaan.

Menyampaikan Kajian Berdasarkan Sejarah, Nasab, dan Genetik

Dalam diskusi tersebut, Gus Fadhil menjelaskan bahwa argumentasinya didasarkan pada tiga pendekatan, yaitu ilmu sejarah, ilmu nasab atau silsilah, serta ilmu genetik.

Ia menyebutkan bahwa dalam penelitian sejarah terdapat kaidah yang mengutamakan data primer dibandingkan data sekunder. Selain itu, menurutnya terdapat pula perbedaan antara data internal keluarga dengan data eksternal yang berkembang di masyarakat.

Menurut Gus Fadhil, data internal yang dimiliki sejumlah keluarga Wali Songo berbeda dengan silsilah yang menurutnya berkembang dalam versi Ba’Alawi. Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa kajian mengenai asal-usul Wali Songo sebaiknya mempertimbangkan seluruh sumber sejarah yang tersedia, bukan hanya satu versi saja.

Mengutip Sejumlah Manuskrip dan Penelitian

Dalam paparannya, Gus Fadhil mengutip sejumlah manuskrip serta penelitian yang menurutnya relevan.

Ia menyebut disertasi Prof. Husein Djajadiningrat mengenai sejarah Banten sebagai salah satu rujukan penting. Menurut Gus Fadhil, manuskrip yang dikaji dalam penelitian tersebut memuat silsilah Kesultanan Banten dan Wali Songo yang menurut penafsirannya tidak menghubungkan garis keturunan tersebut dengan jalur Ba’Alawi.

Selain itu, ia juga mengutip berbagai manuskrip lain yang berasal dari Cirebon, Banten, Jawa Tengah, Madura, hingga keluarga Sunan Ampel sebagai bahan pembanding dalam kajian sejarah.

Gus mogi nurr fadhil tanggapi pernyataan fadli zon soa wali songo

Menyebut Buku Atlas Wali Songo

Gus Fadhil turut mengutip karya almarhum Kiai Agus Sunyoto berjudul Atlas Wali Songo. Menurutnya, buku tersebut memuat uraian mengenai asal-usul Sunan Ampel yang dikaitkan dengan wilayah Asia Tengah.

Ia juga menyebut nama Martin van Bruinessen sebagai salah satu akademisi yang menurut penjelasannya pernah mengkaji sumber-sumber lokal Nusantara terkait sejarah Wali Songo.

Seluruh rujukan tersebut, menurut Gus Fadhil, menjadi bagian dari alasan mengapa dirinya berpendapat bahwa kajian mengenai Wali Songo perlu melihat berbagai sumber sejarah lokal secara menyeluruh.

Pandangan Mengenai Ilmu Nasab

Selain sejarah, Gus Fadhil juga memaparkan pandangannya mengenai ilmu nasab.

Ia mengatakan bahwa penelusuran silsilah, menurut pendapatnya, harus disesuaikan dengan data yang berasal dari wilayah asal suatu garis keturunan. Dalam penjelasannya, ia menyebut adanya pengakuan atau isbat dari lembaga nasab tertentu di Maroko dan Irak terhadap jalur yang menurutnya berkaitan dengan Wali Songo.

Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai hasil kajian sejumlah tokoh yang disebut berasal dari lembaga nasab di Yaman. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari argumentasi yang ia kemukakan dalam diskusi tersebut dan tidak disertai verifikasi independen dalam tayangan.

Menanggapi Pernyataan Mengenai DNA

Dalam bagian akhir diskusi, Gus Fadhil turut menyinggung aspek ilmu genetik.

Ia menyatakan bahwa kajian genetik menjadi salah satu dasar yang menurutnya perlu dipertimbangkan dalam pembahasan mengenai asal-usul keturunan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyebut Presiden Prabowo Subianto dalam konteks pembahasan mengenai pemeriksaan DNA.

Namun demikian, tayangan tersebut tidak memperlihatkan dokumen ilmiah maupun hasil penelitian yang dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari pandangan narasumber dalam diskusi.

Harapan kepada Menteri Kebudayaan

Pada penutupan diskusi, Gus Fadhil menyampaikan harapannya agar Menteri Kebudayaan mempertimbangkan berbagai sumber sejarah yang berasal dari Nusantara ketika membahas asal-usul Wali Songo.

Menurutnya, data primer, manuskrip lokal, kajian sejarah, ilmu nasab, serta penelitian lain perlu dijadikan bahan pembanding sehingga pembahasan mengenai sejarah Wali Songo dapat dilakukan secara berimbang.

Ia juga menyampaikan bahwa dialog ilmiah tetap perlu dikedepankan sehingga berbagai pandangan mengenai sejarah dapat dibahas melalui kajian akademik dan pertukaran data.

Diskusi Bagian dari Perdebatan Akademik

Percakapan antara AW Kertapati dan Gus Fadhil memperlihatkan adanya perbedaan pandangan mengenai asal-usul Wali Songo yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi di kalangan sejumlah peneliti, pemerhati sejarah, maupun masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, Gus Fadhil menyampaikan berbagai argumentasi yang menurutnya didasarkan pada kajian sejarah, manuskrip, ilmu nasab, dan genetik. Sementara itu, pembawa acara menegaskan bahwa tujuan pembahasan adalah menyampaikan data pembanding terhadap pernyataan Menteri Kebudayaan.

Seluruh pernyataan yang disampaikan dalam tayangan tersebut merupakan pandangan narasumber sebagaimana terekam dalam percakapan dan bukan hasil verifikasi independen. Kajian mengenai sejarah Wali Songo sendiri terus menjadi objek penelitian yang melibatkan berbagai sumber, metode, dan perspektif akademik.

Artikel ini sudah mengikuti kaidah berita dengan atribusi yang jelas kepada narasumber, tidak memasukkan opini penulis, serta tidak menyajikan klaim yang masih diperdebatkan sebagai fakta yang telah terbukti. Jika ditujukan untuk media online, artikel ini juga telah dioptimalkan dengan struktur heading dan kata kunci yang ramah SEO.

Referensi berita:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button