WNI di Madinah Bicara soal Pengakuan Keturunan Nabi Muhammad dan Tes DNA di Arab Saudi

Warta Batavia – Madinah – Pernyataan seorang warga negara Indonesia (WNI) yang mengaku telah tinggal di Arab Saudi selama lebih dari dua dekade mengenai pengakuan keturunan Nabi Muhammad SAW di Madinah menjadi perhatian publik. Video yang kemudian dikomentari oleh Gus Aziz Jazuli itu membahas pengakuan sebagai keturunan atau zuriat Rasulullah SAW serta penyebutan tes DNA sebagai bagian dari proses verifikasi di Arab Saudi.
Dalam video yang dibahas, seorang pria yang memperkenalkan diri telah tinggal di Arab Saudi selama sekitar 22 tahun mengatakan bahwa dirinya telah melakukan penelusuran di sejumlah wilayah di Madinah, termasuk kawasan Ambariyah. Ia menyebut belum pernah menemukan seseorang yang secara terbuka mengaku sebagai cucu atau keturunan Nabi Muhammad SAW.
Menurut penutur dalam video tersebut, selama tinggal di Makkah, Madinah, dan Jeddah, ia tidak menemukan individu yang secara terbuka menyatakan diri sebagai zuriat Rasulullah SAW. Ia juga menyebut telah berdialog dengan sejumlah warga lokal untuk memperoleh informasi mengenai hal tersebut.
Dalam penjelasannya, ia mengatakan bahwa perlindungan terhadap keluarga Rasulullah SAW di Arab Saudi disebut berlangsung dengan aturan yang ketat. Ia menyatakan bahwa apabila terdapat seseorang yang mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, maka diperlukan proses verifikasi, termasuk penyebutan tes DNA.
Gus Aziz Jazuli Soroti Pentingnya Pembuktian Klaim Keturunan Nabi
Video tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Gus Aziz Jazuli. Pada awal penjelasannya, ia menyampaikan bahwa isi video tersebut merupakan klaim dari narasumber yang berada di Madinah. Ia juga memberikan penegasan bahwa setiap pengakuan sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW seharusnya melalui pembuktian terlebih dahulu.
Menurut Gus Aziz Jazuli, apabila seseorang mengaku sebagai cucu Nabi Muhammad SAW atau sebagai bagian dari Ahlul Bait, maka klaim tersebut perlu dibuktikan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam keterangannya, ia menyebut tes DNA sebagai salah satu bentuk pembuktian yang menurutnya relevan dengan pembahasan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang ia sampaikan, pemerintah Arab Saudi disebut memberikan perhatian terhadap individu yang benar-benar terverifikasi sebagai keturunan Rasulullah SAW. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komentarnya terhadap isi video yang beredar di internet.
Penelusuran Lokasi yang Disebut Rumah Fatimah binti Husein di Madinah
Dalam video yang menjadi bahan pembahasan, narasumber memperlihatkan sebuah lokasi yang disebut sebagai rumah peninggalan Fatimah binti Husein. Ia menjelaskan bahwa bangunan tersebut berada di kawasan Ambariyah, Madinah.
Menurut penjelasannya, Fatimah binti Husein disebut sebagai cicit Nabi Muhammad SAW melalui jalur Husein bin Ali dan Fatimah az-Zahra. Narasumber menyebut bangunan tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 1.400 tahun.
Ia juga mengatakan telah melakukan penelusuran di sekitar kawasan tersebut pada pagi hingga sore hari. Selain mengamati lokasi, ia mengaku berdialog dengan warga setempat untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan keturunan Nabi Muhammad SAW yang tinggal di wilayah Madinah.
Berdasarkan hasil penelusurannya, narasumber menyatakan tidak menemukan individu yang secara terbuka menyebut dirinya sebagai cucu Rasulullah SAW. Ia menambahkan bahwa menurut informasi yang diperolehnya dari warga lokal, keluarga Rasulullah SAW tidak terbiasa menyampaikan identitas tersebut secara terbuka kepada masyarakat.
Selain membahas keberadaan keturunan Nabi Muhammad SAW, narasumber juga menjelaskan pandangannya mengenai sistem perlindungan yang menurutnya diterapkan pemerintah Arab Saudi terhadap keluarga Rasulullah SAW. Ia mengatakan bahwa apabila seseorang telah terverifikasi sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW, maka kehidupannya disebut mendapat perhatian dalam berbagai aspek.
Video tersebut juga memperlihatkan kondisi bangunan tua yang disebut sebagai peninggalan berusia lebih dari 14 abad. Narasumber menunjukkan bagian-bagian bangunan yang menurutnya masih mempertahankan struktur batu tanpa penggunaan material modern seperti beton maupun besi pada bagian tertentu.
Gus Aziz Jazuli Sebut Tes DNA Pernah Digunakan dalam Proses Verifikasi di Arab Saudi
Dalam penjelasan lanjutan, Gus Aziz Jazuli mengaitkan pembahasan mengenai tes DNA dengan peristiwa yang menurutnya pernah terjadi sekitar tahun 2016 hingga 2017 di Arab Saudi. Ia menyebut pada periode tersebut terdapat proses verifikasi identitas melalui tes DNA terhadap sejumlah orang.
Menurut keterangannya, proses tersebut dikaitkan dengan pemeriksaan identitas untuk memastikan status seseorang. Ia mengatakan bahwa individu yang dinyatakan memenuhi ketentuan dapat tetap tinggal, sedangkan pihak yang tidak memenuhi syarat disebut dipersilakan kembali ke negara asalnya.
Gus Aziz Jazuli menyebut bahwa berdasarkan informasi tersebut, penggunaan tes DNA bukan merupakan hal baru di Arab Saudi. Oleh karena itu, ia menilai pembahasan mengenai verifikasi identitas melalui metode tersebut sudah dikenal di negara tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa keberadaan tes DNA, menurut pandangannya, dapat menjadi sarana untuk memverifikasi klaim nasab seseorang. Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seseorang benar-benar memiliki hubungan keturunan sebagaimana diklaim, maka hal tersebut dapat menjadi dasar pengakuan sesuai mekanisme yang berlaku.
Perbandingan Klaim Keturunan Nabi Muhammad di Asia Tenggara dan Arab Saudi
Pada bagian lain, Gus Aziz Jazuli menyampaikan pandangannya mengenai fenomena pengakuan sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW di sejumlah negara Asia Tenggara. Ia menyebut Indonesia, Malaysia, dan Singapura sebagai wilayah yang menurutnya lebih sering ditemukan klaim mengenai status keturunan Rasulullah SAW.
Sementara itu, ia menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang disampaikan dalam video tersebut, kondisi tersebut berbeda dengan situasi yang disebut terjadi di Arab Saudi. Menurutnya, narasumber dalam video menyampaikan bahwa pengakuan secara terbuka sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW tidak ditemukan selama melakukan penelusuran di Makkah maupun Madinah.
Di akhir keterangannya, Gus Aziz Jazuli mengajak masyarakat untuk memiliki sikap terbuka dalam menyikapi berbagai informasi mengenai klaim keturunan Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengimbau agar publik tidak mudah menerima suatu klaim tanpa adanya proses pembuktian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Belum Ada Keterangan Resmi Otoritas Arab Saudi
Video yang menjadi pembahasan tersebut hingga kini terus beredar di berbagai platform media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Isi video memuat pengalaman pribadi narasumber selama tinggal di Arab Saudi, sementara komentar Gus Aziz Jazuli berisi tanggapan atas informasi yang disampaikan dalam video tersebut.
Hingga berita ini ditulis, tidak terdapat keterangan resmi dari otoritas Arab Saudi mengenai klaim dalam video tersebut terkait mekanisme verifikasi keturunan Nabi Muhammad SAW maupun penyebutan tes DNA sebagaimana disampaikan oleh narasumber dan dikomentari oleh Gus Aziz Jazuli. Dengan demikian, isi pemberitaan ini merangkum pernyataan yang disampaikan dalam video dan tanggapan Gus Aziz Jazuli tanpa menambahkan interpretasi maupun opini di luar informasi yang tersedia. (Qodrat Arispati)
Referensi berita:






One Comment