Keturunan Mbah Sambu Lasem Buka Manuskrip Asli, Bahas Klaim Ba’alwi dalam Diskusi Bersama KRT Nur Ihyak Hadinego

WARTA BATAVIA – Sebuah diskusi yang tayang pada 3 September 2025 di kanal KRT Nur Ihyak Hadinego menghadirkan KH Abdul Muid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Muid dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Dalam perbincangan tersebut, Gus Muid diperkenalkan sebagai salah seorang keturunan Mbah Sambu Lasem yang menyimpan manuskrip silsilah keluarga yang disebut sebagai naskah asli.
Diskusi tersebut membahas sejarah Mbah Sambu Lasem serta mengangkat pembahasan mengenai klaim yang selama ini mengaitkan tokoh tersebut dengan klan Ba’alwi melalui marga Basyaiban.
Acara diawali dengan pembacaan salam, doa, ayat Al-Qur’an, serta sebuah hadis yang disampaikan oleh pembawa acara sebelum memasuki pokok pembahasan.
KH Abdul Muid Diperkenalkan Sebagai Keturunan Mbah Sambu Lasem
Dalam pengantar acara, pembawa diskusi memperkenalkan KH Abdul Muid sebagai sosok yang berasal dari Asem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Menurut penjelasan pembawa acara, Gus Muid merupakan keturunan dari Mbah Jumali, yang silsilah keluarganya disebut bersambung hingga kepada KH Abdurrahman Sambu, tokoh yang dikenal masyarakat sebagai Mbah Sambu Lasem.
Disebutkan pula bahwa makam Mbah Sambu berada di belakang Masjid Jami Lasem, salah satu kawasan bersejarah di Kabupaten Rembang.
Pengenalan tersebut menjadi dasar dimulainya pembahasan mengenai sejarah serta silsilah Mbah Sambu yang berkembang di tengah masyarakat.
Diskusi Menyoroti Riwayat Mbah Sambu Lasem
Pembawa acara menyampaikan bahwa diskusi tersebut bertujuan membahas sejumlah informasi yang selama ini diyakini sebagian kalangan mengenai asal-usul Mbah Sambu.
Salah satu pokok bahasan yang disebutkan adalah anggapan bahwa Mbah Sambu Lasem berasal dari klan Ba’alwi dengan marga Basyaiban.
Dalam pengantarnya, pembawa acara mengatakan bahwa persoalan tersebut perlu dibahas lebih lanjut melalui dokumen sejarah yang dimiliki narasumber.
Menurutnya, pembahasan dilakukan untuk memberikan tambahan informasi kepada masyarakat mengenai riwayat Mbah Sambu berdasarkan dokumen yang disebut masih tersimpan oleh keluarga.
Manuskrip Asli Disebut Masih Disimpan Keluarga
Dalam pernyataan pembuka, pembawa acara menyebut bahwa Gus Muid masih menyimpan manuskrip asli yang berasal dari wilayah Tuyuhan, Lasem, Rembang.
Dokumen tersebut disebut menjadi salah satu dasar yang akan digunakan dalam pembahasan mengenai sejarah Mbah Sambu.
Pembawa acara menjelaskan bahwa manuskrip tersebut hingga kini masih berada dalam penyimpanan keluarga dan akan menjadi bagian dari diskusi mengenai silsilah tokoh yang dikenal luas di kawasan Lasem tersebut.
Belum ada rincian isi manuskrip yang dipaparkan pada bagian awal diskusi karena pembahasan masih berada pada tahap pengantar.
Pembahasan Mengangkat Klaim yang Berkembang di Masyarakat
Dalam pembukaan acara, pembawa diskusi menyampaikan bahwa terdapat keyakinan yang berkembang di sebagian masyarakat mengenai hubungan Mbah Sambu dengan marga Basyaiban.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu alasan digelarnya diskusi bersama narasumber yang berasal dari garis keturunan Mbah Sambu.
Pembawa acara menyebut bahwa pembahasan dimaksudkan untuk mengulas sejarah berdasarkan dokumen yang dimiliki keluarga, sekaligus membuka ruang kajian terhadap informasi yang selama ini beredar.
Namun pada bagian awal tayangan, belum disampaikan kesimpulan ataupun pembuktian terhadap klaim tersebut karena narasumber baru diperkenalkan sebelum memasuki materi utama.
Diharapkan Menjadi Bahan Kajian Sejarah
Dalam pengantar acara, pembawa diskusi menyatakan harapan agar pembahasan mengenai manuskrip tersebut dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi masyarakat Islam di Indonesia maupun kalangan yang menaruh perhatian pada sejarah.
Ia juga menyebut bahwa pembahasan mengenai Mbah Sambu memiliki nilai penting karena berkaitan dengan salah satu tokoh yang dikenal dalam sejarah Lasem.
Diskusi kemudian diarahkan untuk mengungkap siapa sebenarnya Mbah Sambu berdasarkan dokumen yang disebut dimiliki oleh pihak keluarga.
Fokus Awal Diskusi
Berdasarkan bagian awal tayangan, terdapat beberapa poin yang menjadi fokus pembahasan, yaitu:
- Perkenalan KH Abdul Muid sebagai keturunan Mbah Sambu Lasem.
- Penyebutan garis keturunan melalui Mbah Jumali hingga KH Abdurrahman Sambu.
- Informasi mengenai lokasi makam Mbah Sambu di belakang Masjid Jami Lasem.
- Penyebutan adanya manuskrip asli yang diklaim masih disimpan keluarga.
- Pembahasan mengenai klaim yang mengaitkan Mbah Sambu dengan klan Ba’alwi melalui marga Basyaiban.
Seluruh poin tersebut disampaikan sebagai pengantar sebelum narasumber memasuki penjelasan lebih rinci mengenai isi manuskrip dan sejarah Mbah Sambu.
FAQ
Siapa narasumber dalam diskusi di kanal KRT Nur Ihyak Hadinego?
Narasumber yang diperkenalkan adalah KH Abdul Muid (Gus Muid) dari Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Kapan diskusi tersebut ditayangkan?
Diskusi tersebut disebut berlangsung pada 3 September 2025.
Apa topik utama diskusi?
Topik utamanya adalah pembahasan mengenai sejarah dan silsilah Mbah Sambu Lasem, termasuk pembahasan mengenai klaim yang mengaitkan tokoh tersebut dengan marga Basyaiban.
Apa yang disebut dimiliki oleh narasumber?
Dalam pengantar acara disebutkan bahwa narasumber masih menyimpan manuskrip yang disebut sebagai naskah asli terkait silsilah Mbah Sambu.
Apakah bagian awal diskusi sudah menyampaikan kesimpulan?
Belum. Bagian awal tayangan baru berisi pengantar, perkenalan narasumber, serta pemaparan topik yang akan dibahas lebih lanjut dalam sesi berikutnya.
Sumber berita:






One Comment