invisible hit counter
Nasional

Rhoma Irama Soroti Polemik Nasab, Tekankan Kesetaraan dalam Islam dan Pentingnya Berpegang pada Data

Rhoma Irama dalam podcast 6 September 2024 menjelaskan pandangannya mengenai polemik nasab, dasar argumentasi yang ia gunakan, serta menyerukan persatuan dan kesetaraan dalam Islam.

Rhoma Irama Soroti Polemik Nasab, Tekankan Kesetaraan dalam Islam dan Pentingnya Berpegang pada Data

WARTA BATAVIAJAKARTA – Rhoma Irama kembali membahas polemik mengenai nasab Baalawi dalam tayangan Bisikan Rhoma yang diunggah di kanal YouTube Rhoma Irama Official pada 6 September 2024. Dalam episode tersebut, Rhoma menyampaikan pandangannya mengenai perdebatan yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menjelaskan alasan mengapa dirinya terus mengikuti isu tersebut.

Berbeda dengan beberapa episode sebelumnya yang menghadirkan narasumber, kali ini Rhoma tampil sendirian ditemani gitar legendaris yang telah menemaninya selama puluhan tahun. Ia membuka pembicaraan dengan menceritakan aktivitasnya setelah melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia untuk berdakwah melalui musik.

Dalam tayangan berdurasi sekitar 48 menit itu, Rhoma mengulas sejumlah topik, mulai dari pengalaman dakwahnya di berbagai daerah, pandangannya mengenai polemik nasab, tanggapannya terhadap undangan dialog dari Rabithah Alawiyah, hingga penjelasan mengenai dasar keyakinannya berdasarkan kajian yang menurutnya bersumber dari sejarah, filologi, dan data DNA. Seluruh pernyataan tersebut merupakan pandangan yang disampaikan Rhoma dalam podcast tersebut.

Rhoma Irama Ceritakan Perjalanan Dakwah Keliling Indonesia

Rhoma Irama Ceritakan Perjalanan Dakwah Keliling Indonesia

Pada awal tayangan, Rhoma Irama memperlihatkan gitar yang menurutnya telah menemaninya lebih dari lima dekade.

Ia mengatakan alat musik tersebut bukan sekadar instrumen pertunjukan, melainkan saksi perjalanan dakwahnya ke berbagai wilayah Indonesia bahkan ke sejumlah negara.

Menurut Rhoma, tujuan utama perjalanan tersebut ialah menyampaikan pesan-pesan keislaman melalui media musik sekaligus memberikan hiburan yang tetap mengedepankan nilai akhlak.

Ia juga menceritakan baru saja menyelesaikan rangkaian kunjungan ke Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Dalam kesempatan itu, Rhoma menyebut mendapat sambutan dari berbagai kalangan, termasuk para ulama dan pejabat daerah yang ditemuinya selama perjalanan.

Mengaku Bangga Menjadi Anak Indonesia

Dalam bagian berikutnya, Rhoma menyampaikan rasa syukurnya menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Ia menggambarkan Indonesia sebagai negeri yang memiliki kekayaan alam melimpah, tanah yang subur, laut yang luas, dan keragaman budaya yang menurutnya menjadi anugerah.

Menurut Rhoma, perjalanan konser ke berbagai daerah semakin memperkuat rasa cintanya terhadap Indonesia.

Namun, di sisi lain, ia mengatakan perjalanan tersebut juga membuatnya kembali memikirkan berbagai perdebatan yang berkembang mengenai sejarah dan identitas bangsa.

Rhoma Menyampaikan Pandangan Mengenai Polemik Nasab

Rhoma Menyampaikan Pandangan Mengenai Polemik Nasab

Dalam podcast tersebut, Rhoma kemudian masuk pada pembahasan utama mengenai polemik nasab Baalawi.

Ia mengatakan terdapat sejumlah narasi yang menurutnya berkembang di tengah masyarakat terkait sejarah, makam tokoh, serta hubungan beberapa tokoh dengan Baalawi.

Dalam tayangan itu Rhoma juga menyampaikan pandangannya mengenai klaim-klaim sejarah yang menurutnya perlu dikaji secara ilmiah.

Selain itu, ia menyebut terdapat berbagai cerita dan doktrin yang menurutnya harus diuji melalui kajian akademik dan sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Seluruh pernyataan tersebut disampaikan sebagai pandangan pribadi Rhoma dalam podcast dan bukan merupakan temuan yang diverifikasi secara independen dalam tayangan tersebut.

Tanggapan atas Undangan Rabithah Alawiyah

Menilai Forum Perlu Bersifat Netral

Rhoma juga menyinggung undangan yang diterimanya dari Rabithah Alawiyah.

Ia menjelaskan bahwa dirinya memilih tidak menghadiri forum tersebut karena menurut penilaiannya format diskusi yang ditawarkan belum memenuhi prinsip netralitas.

Rhoma mengatakan apabila diskusi mengenai persoalan sejarah dan nasab hendak dilakukan, maka seluruh pihak yang memiliki pandangan berbeda perlu memperoleh kesempatan yang seimbang untuk menyampaikan argumentasi.

Dalam kesempatan itu, ia menyebut sejumlah nama akademisi dan tokoh yang sebelumnya pernah menjadi narasumber dalam kanal YouTube miliknya.

Menurut Rhoma, forum akademik yang dilaksanakan oleh institusi pendidikan tinggi dinilai lebih memungkinkan berlangsung secara objektif karena menghadirkan ruang dialog yang terbuka bagi seluruh pihak.

Menjelaskan Penggunaan Istilah “Haqqul Yaqin”

Salah satu bagian cukup panjang dalam podcast membahas istilah haqqul yaqin.

Rhoma menjelaskan bahwa istilah tersebut merupakan tingkat keyakinan tertinggi setelah ilmul yaqin dan ainul yaqin.

Ia kemudian memberikan contoh keyakinan umat Islam terhadap kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Menurut Rhoma, seseorang dapat memiliki keyakinan tanpa harus menyaksikan langsung suatu peristiwa apabila keyakinan tersebut didasarkan pada dalil yang dianggap kuat.

Penjelasan ini menjadi pengantar bagi Rhoma sebelum menjelaskan alasan mengapa dirinya memiliki keyakinan tertentu dalam polemik nasab yang sedang dibahas.

Rhoma Menjelaskan Dasar Pandangannya, Menyebut Kajian Sejarah, Filologi, dan DNA

Rhoma Menjelaskan Dasar Pandangannya

Menyebut Kajian Sejarah, Filologi, dan DNA

Dalam podcast tersebut Rhoma menyampaikan bahwa pandangannya dibangun berdasarkan tiga jenis rujukan yang menurutnya saling melengkapi.

Pertama, ia mengutip kajian sejarah yang dipaparkan oleh KH Imaduddin Utsman Al-Bantani.

Kedua, ia menyebut kajian filologi yang pernah dipaparkan Prof. Nohim Ali.

Ketiga, ia merujuk pada data DNA yang menurutnya menjadi salah satu instrumen ilmiah dalam penelitian modern.

Rhoma menjelaskan bahwa ketiga aspek tersebut menjadi dasar keyakinannya mengenai isu yang sedang diperdebatkan.

Ia juga menyebut bahwa seluruh argumentasi tersebut telah dipaparkan dalam berbagai episode podcast sebelumnya bersama para narasumber yang diundangnya.

Dalam podcast ini, Rhoma menyampaikan bahwa penjelasan tersebut merupakan alasan yang mendasari pandangan pribadinya mengenai polemik nasab.

Menanggapi Perbedaan Pandangan

Rhoma kemudian mengatakan bahwa setiap pihak memiliki hak untuk menyampaikan dasar keyakinannya masing-masing.

Ia mempertanyakan dasar argumentasi pihak yang memiliki pandangan berbeda dan menyatakan bahwa diskusi semestinya dilakukan dengan menyampaikan bukti-bukti yang dapat diuji.

Dalam bagian ini, Rhoma juga kembali menyinggung wacana penggunaan tes DNA yang sebelumnya pernah muncul dalam ruang publik.

Ia mengutip sejumlah pernyataan tokoh yang pernah membahas penggunaan DNA dalam konteks penelitian nasab.

Mengajak Mengedepankan Kebenaran Menurut Keyakinannya

Mengajak Mengedepankan Kebenaran Menurut Keyakinannya

Menjelang akhir podcast, Rhoma menegaskan bahwa dirinya menyampaikan pandangan tersebut bukan karena kebencian kepada kelompok tertentu.

Ia mengatakan motivasinya adalah menyampaikan apa yang menurutnya merupakan kebenaran berdasarkan data yang diyakininya.

Rhoma juga mengingatkan bahwa setiap orang pada akhirnya akan mempertanggungjawabkan setiap ucapan dan keyakinannya di hadapan Allah SWT.

Ia mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadis sebagai penguat pandangannya mengenai pentingnya menyampaikan kebenaran sebagaimana dipahaminya.

Menyerukan Kesetaraan dalam Islam

Pada bagian penutup, Rhoma menyampaikan pesan agar masyarakat tetap menjaga persatuan.

Ia mengatakan perbedaan pandangan tidak seharusnya melahirkan permusuhan maupun konflik horizontal.

Rhoma juga menekankan konsep kesetaraan dalam Islam.

Menurutnya, ukuran kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh garis keturunan, melainkan oleh ketakwaannya sebagaimana prinsip yang dia pahami dari ajaran Islam.

Ia mengajak seluruh umat Islam menjaga ukhuwah dalam semangat persamaan derajat serta tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

FAQ

Apa isi utama podcast Rhoma Irama 6 September 2024?

Podcast tersebut berisi penjelasan Rhoma Irama mengenai polemik nasab, tanggapannya terhadap undangan dialog, dasar pandangan yang menurutnya bersumber dari kajian sejarah, filologi, dan DNA, serta ajakan menjaga persatuan umat.

Mengapa Rhoma Irama membahas polemik nasab?

Dalam podcast itu Rhoma mengatakan masih banyak masyarakat yang mempertanyakan isu tersebut sehingga ia merasa perlu menjelaskan dasar pandangannya.

Apa pesan penutup Rhoma Irama?

Rhoma mengajak umat Islam menjaga ukhuwah, mengedepankan kesetaraan, dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang berpotensi menimbulkan konflik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button