invisible hit counter
Nasional

Rhoma Irama Ungkap Alasan Dukung Perjuangan Wali Songo Indonesia, Bahril Ulum Sebut “Kanjeng Sunan Basajaga” (Bagian 2)

Rhoma Irama Tanggapi Isu Hoaks Meninggal Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Bahril Ulum juga menyinggung beredarnya informasi di berbagai media sosial yang menyebut Rhoma Irama telah meninggal dunia.

Menurut Bahril Ulum, kabar tersebut sempat beredar luas, sehingga ia merasa perlu mendatangi langsung kediaman Rhoma Irama untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Ia menegaskan bahwa pada saat wawancara direkam, yakni 21 Juli 2026, Rhoma Irama berada dalam keadaan sehat dan masih dapat berbincang secara langsung.

Menanggapi kabar tersebut, Rhoma Irama memberikan respons dengan nada santai.

Ia mengatakan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan meninggal dunia, namun menurutnya semua itu akan terjadi pada waktu yang telah ditentukan.

“Belum sih, belum meninggal. Insyaallah akan datang hal itu. Sabar saja yang menginginkan saya meninggal, sabar sampai Allah memanggil saya,” ujar Rhoma Irama dalam wawancara tersebut.

Bahril Ulum kemudian kembali menegaskan bahwa video tersebut dibuat sebagai bukti visual bahwa Rhoma Irama masih dalam kondisi sehat.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Rhoma Irama: Selama Masih Diberi Kesempatan Akan Terus Berdakwah

Dalam lanjutan dialog, Rhoma Irama menyampaikan bahwa selama masih diberi kesempatan oleh Allah SWT, dirinya akan tetap menjalankan aktivitas dakwah.

Ia mengatakan bahwa kematian merupakan sesuatu yang pasti dialami setiap manusia, namun menurutnya waktu kedatangannya merupakan ketentuan Tuhan.

Sementara itu, Bahril Ulum menyampaikan pandangannya bahwa Rhoma Irama masih memiliki kesempatan untuk terus berdakwah melalui kegiatan-kegiatan yang diikutinya bersama Wali Songo Indonesia.

Menurut Bahril Ulum, keberadaan Rhoma Irama masih dibutuhkan dalam berbagai kegiatan dakwah yang dijalankan organisasi tersebut. Pernyataan itu disampaikan sebagai pandangan pribadi Bahril Ulum dalam perbincangan tersebut.

Rhoma Irama Jelaskan Alasan Mendukung PWI Laskar Sabilillah

Pada bagian berikutnya, Bahril Ulum kembali mengajukan pertanyaan mengenai alasan Rhoma Irama menyatakan telah “mewakafkan” dirinya untuk perjuangan yang dilakukan Wali Songo Indonesia.

Menjawab pertanyaan tersebut, Rhoma Irama mengatakan bahwa menurut pandangannya terdapat sejumlah persoalan yang mendorong dirinya memberikan dukungan terhadap organisasi yang disebut sebagai PWI Laskar Sabilillah.

Dalam wawancara itu, Rhoma Irama menyampaikan pandangannya mengenai berbagai ajaran, doktrin, dan gerakan yang menurutnya perlu mendapat perhatian.

Ia juga menyatakan bahwa organisasi tersebut, menurut penilaiannya, aktif melakukan upaya yang disebutnya sebagai bentuk kontra terhadap berbagai gerakan yang dibahas dalam percakapan.

Selain itu, Rhoma Irama menyampaikan pandangan mengenai pentingnya organisasi dalam memperjuangkan suatu keyakinan.

Dalam pernyataannya, ia mengutip sebuah ungkapan yang menyebut bahwa suatu kebenaran yang tidak terorganisasi dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi.

Seluruh pernyataan tersebut disampaikan sebagai pandangan pribadi Rhoma Irama dalam wawancara di kanal TV Alwaha.

Rhoma Irama Menjelaskan Makna “Mewakafkan” Karier dan Penghasilannya

Menjelang akhir wawancara, Bahril Ulum mengajukan pertanyaan mengenai makna pernyataan Rhoma Irama yang menyebut telah mewakafkan karier, harta, serta dirinya untuk perjuangan tersebut.

Bahril Ulum menanyakan apakah hal tersebut berarti Rhoma Irama bersedia memenuhi undangan kegiatan tanpa menetapkan syarat mengenai honorarium.

Menanggapi pertanyaan itu, Rhoma Irama menjelaskan bahwa apabila terdapat pihak yang memberikan sejumlah dana ketika dirinya diundang menghadiri suatu acara, dana tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.

Menurut Rhoma Irama, dana yang diterimanya akan disalurkan kepada sebuah perguruan Islam yang disebutnya telah diwakafkan untuk kepentingan pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa pemberian dari pihak pengundang bukan merupakan syarat agar dirinya bersedia hadir dalam suatu kegiatan.

Dalam penjelasannya, Rhoma Irama mengatakan bahwa dana tersebut justru diteruskan kepada lembaga pendidikan Islam yang dikelolanya.

Dengan demikian, menurutnya, pihak yang memberikan dana secara tidak langsung turut berinfak kepada lembaga pendidikan tersebut.

Bahril Ulum Jelaskan Alasan Memberikan Julukan “Kanjeng Sunan Basajaga”

Pada penutup wawancara, Bahril Ulum kembali menerangkan alasan dirinya menyebut Rhoma Irama dengan julukan “Kanjeng Sunan Basajaga.”

Menurut Bahril Ulum, penyebutan tersebut merupakan analogi yang ia buat dengan mengaitkan perjalanan dakwah Rhoma Irama melalui seni musik dengan kisah dakwah Sunan Kalijaga.

Ia menjelaskan bahwa Sunan Kalijaga dikenal berdakwah melalui pendekatan budaya, sedangkan Rhoma Irama dinilainya menggunakan media seni musik dan syair lagu untuk menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat.

Bahril Ulum mengatakan bahwa menurut pandangannya, seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana pendidikan, penyampaian nilai etika, akhlak, dan dakwah.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah orang mengaku memperoleh perubahan perilaku setelah mendengarkan lagu-lagu Rhoma Irama.

Selain itu, Bahril Ulum turut mengemukakan pandangan pribadinya mengenai istilah “karamah” yang menurutnya dapat dikaitkan dengan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai penilaian pribadi Bahril Ulum terhadap perjalanan dakwah Rhoma Irama dan bukan sebagai kesimpulan yang diverifikasi secara independen.

Bersambung ke Bagian 3: Bahril Ulum membahas cerita mengenai proyek film tentang Rhoma Irama yang disebut akan digarap seorang nonmuslim dari luar negeri, sekaligus penutup wawancara dan penegasan tujuan dibuatnya video tersebut.

Sumber berita:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button