invisible hit counter
Nasional

Rhoma Irama Ungkap Alasan Dukung Perjuangan Wali Songo Indonesia, Bahril Ulum Sebut “Kanjeng Sunan Basajaga” (Bagian 1)

WARTA BATAVIA – Musisi sekaligus dai Rhoma Irama mengungkapkan alasan yang menurutnya melatarbelakangi dukungannya terhadap perjuangan yang diusung organisasi Wali Songo Indonesia. Penjelasan tersebut disampaikan dalam sebuah perbincangan bersama Ustadz Bahril Ulum yang ditayangkan melalui kanal YouTube TV Alwaha.

Dalam pembukaan acara, Bahril Ulum memperkenalkan Rhoma Irama dengan sapaan “Kanjeng Sunan Basajaga”. Sebutan tersebut, menurut Bahril Ulum, merupakan analogi yang ia gunakan untuk menggambarkan perjalanan dakwah Rhoma Irama melalui karya-karya musiknya, yang menurutnya memiliki kemiripan dengan metode dakwah budaya yang dikenal dari Sunan Kalijaga.

Pada kesempatan itu pula, Bahril Ulum menegaskan bahwa video tersebut direkam pada Selasa, 21 Juli 2026, sekaligus untuk menunjukkan kondisi kesehatan Rhoma Irama yang disebutnya masih dalam keadaan sehat.

Saya masih melihat beliau masih dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Bahril Ulum dalam pembukaan perbincangan.

Selain itu, Bahril Ulum juga menyampaikan informasi mengenai rencana kehadiran Rhoma Irama dalam sebuah kegiatan yang menurutnya akan digelar pada 1 Oktober di Lapangan Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Bahril Ulum Menanyakan Motivasi Rhoma Irama

Memasuki sesi utama, Bahril Ulum menyinggung sejumlah podcast yang sebelumnya diikuti Rhoma Irama bersama sejumlah narasumber yang membahas persoalan nasab Ba’alawi.

Menurut Bahril Ulum, setelah mengikuti berbagai kajian tersebut, Rhoma Irama menyatakan keyakinannya terhadap hasil penelitian yang dibahas dalam forum-forum tersebut. Ia kemudian menanyakan secara langsung apa yang menjadi motivasi Rhoma Irama hingga menyatakan kesediaannya untuk mengabdikan tenaga, profesi, dan berbagai sumber daya yang dimilikinya dalam perjuangan yang disebut sebagai perjuangan Wali Songo Indonesia.

Rhoma Irama Sebut Landasan Pertama Berasal dari Perintah Amar Makruf Nahi Mungkar

Menjawab pertanyaan tersebut, Rhoma Irama mengatakan bahwa motivasi utamanya berangkat dari pemahamannya terhadap ajaran Al-Qur’an mengenai amar makruf nahi mungkar.

Ia mengutip ayat yang menurutnya memerintahkan agar terdapat sekelompok orang yang menyeru kepada kebaikan, mengajak kepada hal-hal yang makruf, serta mencegah kemungkaran.

Menurut Rhoma Irama, ayat tersebut menjadi dasar yang mendorong dirinya untuk ikut terlibat dalam perjuangan yang diyakininya sebagai bagian dari upaya menegakkan kebenaran.

Dalam penjelasannya, ia mengatakan bahwa orang-orang yang bersungguh-sungguh mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan golongan yang disebut memperoleh keberuntungan sebagaimana dipahaminya dari ayat tersebut.

Rhoma Irama Menyebut Tiga Dasar yang Membentuk Keyakinannya

Selain alasan religius tersebut, Rhoma Irama juga menjelaskan bahwa keyakinannya terbentuk setelah mempelajari sejumlah kajian yang menurutnya berasal dari beberapa disiplin ilmu.

Ia menyebut terdapat tiga kelompok kajian yang menjadi dasar pandangannya.

1. Kajian Nasab

Rhoma Irama mengatakan dirinya mempelajari tesis yang disusun KH Imaduddin mengenai silsilah Ahmad bin Isa.

Menurut penjelasan Rhoma Irama, penelitian tersebut menggunakan berbagai sumber eksternal yang disebut memiliki kesesuaian satu sama lain mengenai jumlah keturunan Ahmad bin Isa.

Ia menyatakan bahwa hasil kajian tersebut membuat dirinya mulai meyakini kesimpulan yang dipaparkan dalam penelitian tersebut.

Dalam keterangannya, Rhoma Irama menegaskan bahwa keyakinan tersebut, menurutnya, tidak hanya didasarkan pada sumber-sumber internal, melainkan juga berasal dari berbagai referensi yang disebut sebagai data eksternal.

2. Kajian DNA

Rhoma Irama kemudian menyebut kajian lain yang menurutnya berasal dari hasil penjelasan Dr. Sugeng Sugiharto.

Dalam perbincangan tersebut, Rhoma Irama mengatakan bahwa ia mengikuti penjelasan mengenai haplogrup yang dikaitkan dengan sejumlah kelompok keturunan.

Ia juga menyatakan telah melakukan penelusuran terhadap informasi yang tersedia pada basis data silsilah keluarga yang disebut dalam wawancara tersebut.

Menurut Rhoma Irama, hasil penelusuran tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat keyakinannya terhadap kesimpulan yang disampaikan dalam kajian yang ia pelajari.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pandangan pribadi Rhoma Irama mengenai hasil kajian yang ia ikuti selama proses mempelajari isu tersebut.

3. Kajian Filologi

Dasar ketiga yang disebut Rhoma Irama adalah kajian filologi.

Ia menyebut nama Prof. Dr. Nahim Ali sebagai akademisi yang menurutnya menjelaskan mengenai asal-usul suatu kelompok berdasarkan kajian filologi.

Menurut Rhoma Irama, penjelasan tersebut menjadi salah satu bagian yang melengkapi dua kajian sebelumnya sehingga membentuk keyakinannya.

Ia mengatakan bahwa setelah mempelajari ketiga bidang tersebut—yakni kajian nasab, kajian DNA, dan kajian filologi—ia merasa mencapai tingkat keyakinan yang dalam istilah yang digunakannya disebut sebagai haqqul yaqin.

Rhoma Irama: Saya Bukan Pakar Nasab

Menanggapi anggapan di media sosial yang menyebut dirinya sebagai ahli nasab, Rhoma Irama menolak anggapan tersebut.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengklaim sebagai pakar dalam bidang tersebut.

Sebaliknya, ia mengatakan hanya mengikuti kajian dan penelitian yang dilakukan oleh para narasumber yang menurutnya memiliki kompetensi di bidang masing-masing.

Dalam pernyataannya, Rhoma Irama menyebut KH Imaduddin Utsman Al Bantani sebagai pihak yang ia anggap memiliki keahlian dalam bidang nasab, Prof. Nahim Ali dalam bidang filologi, serta Dr. Sugeng Sugiharto dalam bidang biologi.

Ia menegaskan bahwa dirinya hanya mengikuti hasil penelitian yang dipaparkan oleh para tokoh tersebut dan bukan melakukan penelitian secara langsung.

Bersambung ke Bagian 2: Rhoma Irama Tanggapi Isu Hoaks Meninggal Dunia, Jelaskan Sikapnya terhadap Dakwah, Wakaf Penghasilan, serta Pandangannya mengenai peran PWI Laskar Sabilillah dalam gerakan yang dibahas pada wawancara tersebut.

Sumber berita:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button