Rhoma Irama Ungkap Alasan Dukung Perjuangan Wali Songo Indonesia, Bahril Ulum Sebut “Kanjeng Sunan Basajaga” (Bagian 3 – Selesai)

Bahril Ulum Singgung Cerita Rencana Film tentang Rhoma Irama
Menjelang akhir perbincangan, Ustadz Bahril Ulum mengungkapkan bahwa sebelum wawancara dimulai, Rhoma Irama sempat menceritakan adanya seseorang nonmuslim dari luar negeri yang disebut memiliki ketertarikan untuk membuat sebuah film mengenai dirinya.
Bahril Ulum mengatakan, menurut cerita yang disampaikan Rhoma Irama kepadanya, film tersebut disebut akan mengangkat perjalanan hidup sang musisi.
Dalam percakapan itu, Bahril Ulum bahkan menyebut judul yang menurutnya sempat disampaikan, yakni “Rhoma Irama Is The Only One in The World.”
Ia kemudian meminta Rhoma Irama untuk menceritakan lebih jauh mengenai rencana tersebut kepada para penonton TV Alwaha.
Rhoma Irama Memilih Menunda Penjelasan
Menanggapi pertanyaan tersebut, Rhoma Irama tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai proyek film yang dimaksud.
Ia hanya menjawab singkat bahwa kisah tersebut akan diceritakan pada kesempatan lain.
Menurut Rhoma Irama, pembahasan mengenai rencana film tersebut belum menjadi bagian dari topik utama wawancara kali itu.
Meski demikian, ia menyebut bahwa adanya ketertarikan dari seseorang yang berasal dari luar negeri merupakan sesuatu yang menurutnya menarik untuk dibahas pada kesempatan berbeda.
Bahril Ulum Nilai Ketertarikan Itu Memiliki Makna Tersendiri
Setelah mendengar jawaban tersebut, Bahril Ulum menyampaikan pandangannya mengenai informasi yang baru saja disampaikan Rhoma Irama.
Menurut Bahril Ulum, ketertarikan seseorang dari luar negeri terhadap perjalanan hidup Rhoma Irama menunjukkan bahwa kiprah sang musisi dinilai memiliki daya tarik yang melampaui Indonesia.
Ia menilai perjalanan Rhoma Irama sebagai seniman sekaligus pendakwah menjadi salah satu alasan munculnya perhatian tersebut.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian pribadi Bahril Ulum yang disampaikan dalam wawancara dan bukan hasil verifikasi independen mengenai proyek film yang disebutkan.
Video Disebut Dibuat untuk Menanggapi Kabar Rhoma Irama Meninggal
Pada penutup video, Bahril Ulum kembali menjelaskan alasan utama dibuatnya rekaman tersebut.
Ia mengatakan bahwa video singkat itu dibuat untuk menunjukkan kepada publik bahwa Rhoma Irama masih dalam keadaan sehat.
Menurut Bahril Ulum, beredarnya kabar yang menyebut Rhoma Irama telah meninggal dunia merupakan informasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ia saksikan secara langsung pada saat melakukan silaturahmi.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa kabar tersebut sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memengaruhi semangat organisasi yang dalam wawancara disebut sebagai PWI Laskar Sabilillah.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Bahril Ulum sebagaimana disampaikan dalam wawancara dan belum disertai bukti yang diverifikasi secara independen.
Wawancara Ditutup dengan Salam
Setelah menyampaikan penjelasan tersebut, Bahril Ulum menutup wawancara dengan ucapan terima kasih kepada Rhoma Irama atas kesediaannya menerima kunjungan dan berbagi pandangan dalam perbincangan tersebut.
Rhoma Irama kemudian turut mengakhiri wawancara dengan salam penutup kepada para penonton.
Video tersebut ditutup dengan penegasan Bahril Ulum bahwa tujuan utama rekaman adalah memperlihatkan kondisi terkini Rhoma Irama sekaligus menyampaikan sejumlah pandangan yang dibahas selama dialog berlangsung.
Ringkasan Wawancara
Dalam perbincangan yang ditayangkan di kanal TV Alwaha, Rhoma Irama menjelaskan alasan yang menurutnya melatarbelakangi dukungannya terhadap perjuangan Wali Songo Indonesia. Ia menyebut motivasinya didasarkan pada pemahamannya terhadap ajaran amar makruf nahi mungkar serta kajian yang diikutinya mengenai nasab, DNA, dan filologi.
Rhoma Irama juga menegaskan bahwa dirinya tidak mengklaim sebagai ahli nasab, melainkan hanya mengikuti hasil kajian para peneliti yang disebutnya memiliki kompetensi di bidang masing-masing.
Selain itu, ia menanggapi dengan santai kabar yang menyebut dirinya telah meninggal dunia dan menegaskan akan terus berdakwah selama masih diberi kesempatan.
Pada bagian akhir wawancara, Bahril Ulum menjelaskan alasan memberikan julukan “Kanjeng Sunan Basajaga” kepada Rhoma Irama sebagai bentuk analogi terhadap perjalanan dakwah melalui seni musik. Ia juga mengungkap adanya cerita mengenai ketertarikan seorang warga negara asing untuk membuat film tentang perjalanan hidup Rhoma Irama, meskipun pembahasan mengenai proyek tersebut ditunda untuk kesempatan lain.
Dengan demikian, isi wawancara berfokus pada penjelasan Rhoma Irama mengenai motivasi perjuangannya, klarifikasi atas kabar mengenai kondisi kesehatannya, serta pandangan Bahril Ulum terhadap peran Rhoma Irama dalam dakwah melalui seni, sebagaimana disampaikan oleh kedua narasumber dalam dialog tersebut.
Sumber Berita:




One Comment