invisible hit counter
Nasional

Rhoma Irama Sebut PWILS Berkembang Pesat, Soroti Ekspansi hingga Pembentukan Cabang di Luar Negeri

WARTA BATAVIAJAKARTA – Rhoma Irama menyampaikan perkembangan PWILS dalam podcast Rhoma Irama Official. Ia menyoroti pertumbuhan organisasi di berbagai provinsi, pelantikan cabang Hong Kong, serta rencana pembentukan cabang di Jepang dan Taiwan.

Rhoma Irama Paparkan Perkembangan PWILS dalam Podcast Rhoma Irama Official

Musisi sekaligus tokoh publik Rhoma Irama menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWILS) dalam sebuah tayangan di kanal Podcast Rhoma Irama Official.

Pada pembukaan podcast tersebut, Rhoma Irama mengatakan dirinya ingin menyampaikan apa yang disebutnya sebagai kabar gembira bagi umat Islam dan bangsa Indonesia terkait perkembangan organisasi PWILS. Ia menyatakan bahwa organisasi tersebut mengalami pertumbuhan yang menurutnya cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam keterangannya, Rhoma Irama juga menyampaikan sejumlah pandangan mengenai keberadaan PWILS, termasuk alasan yang menurutnya membuat organisasi tersebut penting bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.

Rhoma Irama Menyampaikan Pandangannya tentang Peran PWILS

Dalam podcast tersebut, Rhoma Irama mengatakan PWILS merupakan organisasi yang menurut pandangannya konsisten menghadapi apa yang ia sebut sebagai gerakan Baalawi. Ia mengaitkan hal tersebut dengan berbagai isu yang menurutnya pernah dibahas melalui media sosial maupun podcast yang telah ia tayangkan sebelumnya.

Ia juga menyampaikan sejumlah klaim mengenai persoalan yang menurutnya berkaitan dengan khurafat, kemusyrikan, perubahan sejarah, hingga klaim mengenai Indonesia yang disebut sebagai milik Aulia Tarim. Seluruh pernyataan tersebut disampaikan Rhoma Irama sebagai bagian dari pandangannya dalam podcast.

Mengutip Perkataan Sayyidina Ali

Dalam kesempatan itu, Rhoma Irama mengutip sebuah ungkapan yang dinisbatkan kepada Sayyidina Ali mengenai pentingnya organisasi dalam memperjuangkan kebenaran.

Menurut Rhoma Irama, ungkapan tersebut berbunyi bahwa kebenaran yang tidak terorganisasi dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi. Atas dasar itulah ia menyampaikan apresiasinya terhadap terbentuknya PWILS sebagai organisasi yang menurutnya memiliki tujuan tertentu dalam menjalankan aktivitasnya.

Rhoma Irama Sebut PWILS Berkembang Pesat, Soroti Ekspansi hingga Pembentukan Cabang di Luar Negeri

Rhoma Irama Menyebut PWILS Berkembang dalam Waktu Kurang dari Tiga Tahun

Salah satu hal yang mendapat perhatian dalam podcast tersebut adalah perkembangan organisasi PWILS.

Rhoma Irama mengatakan bahwa organisasi itu berkembang cukup cepat meskipun usianya menurutnya belum mencapai tiga tahun.

Ia menyebut kepengurusan PWILS telah hadir di berbagai provinsi di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Rhoma Irama menceritakan kunjungan pengurus DPW PWILS Jawa Barat bersama sejumlah pengurus DPC ke Soneta, Depok.

Menurut Rhoma Irama, dirinya merasa terkejut sekaligus bersyukur melihat perkembangan organisasi tersebut di Jawa Barat setelah sebelumnya berkembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan Ketua DPW Jawa Barat, KH Mustofa, akan segera dilaksanakan pelantikan PWILS se-Jawa Barat.

Rhoma Irama Ungkap Pelantikan PWILS Cabang Istimewa Hong Kong

Rhoma Irama kemudian menjelaskan perkembangan organisasi PWILS di luar Indonesia.

Ia mengatakan bahwa Ketua Umum PWILS Gus Abbas bersama Kiai Nur Ihya dan Sekretaris Jenderal PWILS telah melakukan pelantikan cabang istimewa PWILS di Hong Kong.

Setelah menyampaikan informasi tersebut, podcast juga menampilkan cuplikan dokumentasi kegiatan pelantikan yang memperlihatkan suasana acara dan sejumlah peserta yang hadir.

Dalam tayangan itu juga disebutkan bahwa setelah Hong Kong, pengurus PWILS telah melakukan koordinasi untuk pembentukan kepengurusan di Jepang dan Taiwan.

Rhoma Irama kemudian membandingkan perkembangan tersebut dengan organisasi lain yang menurutnya juga telah memiliki jaringan di berbagai negara.

Yel-Yel dan Tagline PWILS

Dalam podcast tersebut, Rhoma Irama mengatakan dirinya telah meminta izin kepada Ketua Umum PWILS untuk memperkenalkan yel-yel organisasi tersebut.

Ia menyebut terdapat tiga slogan utama, yakni:

  • PWILS Izzul Islam wal Muslimin.
  • PWILS Izzul Indonesia wal Indonesiyyin.
  • PWILS Rahmatan lil Alamin.

Menurut Rhoma Irama, ketiga slogan tersebut menggambarkan tujuan organisasi dalam menjaga agama Islam, menjaga Indonesia, serta membawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana ajaran Islam.

Rhoma Irama Jelaskan PWILS Berkembang Pesat, Soroti Ekspansi hingga Pembentukan Cabang di Luar Negeri

Rhoma Irama Mengaitkan Perjuangan PWILS dengan Tahapan Dakwah Rasulullah

Dalam bagian berikutnya, Rhoma Irama menjelaskan pandangannya mengenai strategi perjuangan organisasi.

Ia mengaitkan perjalanan PWILS dengan tahapan dakwah Nabi Muhammad SAW pada masa awal Islam.

Menurut Rhoma Irama, Rasulullah memulai dakwah secara diam-diam atau silent operation selama sekitar tiga tahun sebelum turun perintah untuk berdakwah secara terbuka melalui Surah Al-Muddatstsir.

Ia kemudian menguraikan beberapa pesan yang menurutnya menjadi pedoman perjuangan, antara lain:

  • mengagungkan Allah;
  • membersihkan diri dari dosa;
  • meninggalkan kemungkaran;
  • tidak berdakwah demi kepentingan materi;
  • serta bersabar menghadapi berbagai tantangan.

Rhoma Irama mengatakan nilai-nilai tersebut perlu menjadi pedoman bagi seluruh anggota PWILS dalam menjalankan perjuangan organisasi.

Rhoma Irama Sebut Tugas Utama PWILS Berfokus pada Dakwah dan Pengawalan Sejarah

Melanjutkan pemaparannya, Rhoma Irama menyampaikan sejumlah tugas yang menurutnya menjadi fokus utama PWILS.

Ia mengatakan organisasi tersebut memiliki misi yang menurut pandangannya meliputi pelurusan akidah Islam, pengawasan terhadap berbagai ajaran yang dianggap menyimpang, serta menjaga sejarah Indonesia melalui koordinasi dengan pemerintah dan masyarakat apabila ditemukan temuan yang memerlukan penanganan. Seluruh pernyataan tersebut disampaikan Rhoma Irama sebagai pandangannya dalam podcast.

Dalam penjelasannya, Rhoma Irama juga menyebut pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai gerakan yang menurutnya berpotensi memengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebut Sejumlah Tokoh dan Ulama

Pada kesempatan yang sama, Rhoma Irama menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang menurutnya telah memberikan kontribusi dalam kajian ilmiah mengenai persoalan nasab dan sejarah.

Ia menyebut nama KH Imaduddin Utsman sebagai tokoh yang menurutnya menjadi pembaru dalam bidang tersebut. Selain itu, Rhoma Irama juga menyebut sejumlah nama lain, antara lain Kiai Nur Ihya, KH Marzuki Mustamar, dan Alawi Al-Bantani.

Menurut Rhoma Irama, semakin banyak ulama, kiai, dan tokoh muda yang mendalami ilmu nasab sehingga, menurut pandangannya, mampu memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai berbagai isu yang berkembang.

Rhoma Irama Menyinggung Flyer yang Beredar di Media Sosial

Dalam bagian berikutnya, Rhoma Irama turut menyinggung beredarnya sebuah flyer yang menurutnya memuat gambar sejumlah tokoh PWILS.

Ia mengatakan flyer tersebut menampilkan beberapa tokoh, termasuk dirinya, serta sejumlah nama lain yang dikaitkan dengan sebuah acara.

Rhoma Irama menilai kemunculan flyer tersebut menunjukkan adanya bentuk respons terhadap perkembangan kajian yang sedang berlangsung. Pernyataan tersebut merupakan penilaian Rhoma Irama sebagaimana disampaikan dalam podcast.

Ajakan Menjaga Persatuan

Menjelang akhir podcast, Rhoma Irama mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap yang baik dalam menyikapi perbedaan pandangan.

Ia mengatakan bahwa sebagai seorang muslim, menurutnya tidak sepatutnya mendoakan keburukan terhadap pihak yang berbeda pendapat. Sebaliknya, Rhoma Irama mengajak agar mendoakan pihak yang berbeda pandangan supaya memperoleh petunjuk dan dapat membangun hubungan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, ia juga berharap agar seluruh pihak tetap menjaga persatuan bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu persatuan nasional.

Rhoma Irama Kembali Mengajak Mendukung PWILS

Pada penutup podcast, Rhoma Irama kembali mengajak umat Islam dan masyarakat untuk mendukung PWILS.

Ia menyampaikan harapan agar organisasi tersebut dapat terus berkembang bersama organisasi-organisasi Islam dan organisasi kemasyarakatan lainnya dalam menjaga agama dan Indonesia.

Rhoma Irama menutup penyampaiannya dengan doa agar seluruh elemen bangsa dapat bersatu dalam tujuan yang sama, yakni menjaga agama dan Indonesia. Seluruh ajakan tersebut merupakan pernyataan Rhoma Irama sebagaimana disampaikan dalam podcast yang ditayangkan melalui kanal Rhoma Irama Official.

Penutup

Dalam podcast berdurasi sekitar 25 menit tersebut, Rhoma Irama menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan PWILS, termasuk pertumbuhan organisasi di berbagai daerah, pembentukan cabang di luar negeri, pandangannya mengenai tugas organisasi, serta harapannya terhadap persatuan umat Islam dan bangsa Indonesia.

Selain membahas perkembangan organisasi, Rhoma Irama juga menguraikan pandangannya mengenai strategi dakwah, pentingnya organisasi dalam memperjuangkan nilai-nilai yang diyakininya, serta ajakan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan mengedepankan doa dibandingkan permusuhan dalam menghadapi perbedaan pandangan. Seluruh isi artikel ini disusun berdasarkan pernyataan Rhoma Irama dalam transkrip podcast yang menjadi sumber utama.

Sumber berita:

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button