Ketua PC PWI-LS Dukuhwaru Tegal Berbagi Pengalaman Diculik AHIBBA

WARTA BATAVIA – TEGAL — Ketua Pimpinan Cabang Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PC PWI-LS) Kecamatan Dukuhwaru, KH Dimyati Muhyiddin, menceritakan pengalaman yang disebutnya terjadi menjelang dan setelah dirinya dilantik sebagai ketua organisasi tersebut.
Pengalaman itu disampaikan KH Dimyati dalam perbincangan bersama Ustadz Bahril Ulum di kanal TV Alwaha. Dalam penuturannya, ia mengaku sempat didatangi sejumlah orang yang meminta agar pelantikan PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru ditunda atau dibatalkan.
Setelah pelantikan berlangsung, KH Dimyati juga menceritakan kedatangan seorang pria yang meminta bantuannya untuk mendoakan anaknya. Dalam perjalanan menuju rumah pria tersebut, KH Dimyati mengatakan terjadi peristiwa yang membuat orang yang memboncengnya tiba-tiba merasa lemas dan berkeringat dingin.
Kisah tersebut kemudian dikaitkan dengan pengalaman spiritual yang diyakini KH Dimyati sebagai pertolongan atau maunah dari Allah. Namun, hal tersebut merupakan penuturan dan keyakinan pribadi narasumber sebagaimana disampaikan dalam tayangan tersebut.
Menjelang Pelantikan, KH Dimyati Mengaku Didatangi Sejumlah Orang
Dalam perbincangan itu, KH Dimyati mengatakan peristiwa pertama terjadi sebelum dirinya dilantik sebagai Ketua PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.
Menurut KH Dimyati, pada malam menjelang pelantikan, dirinya didatangi pimpinan yang disebutnya berasal dari kelompok yang dalam percakapan disebut sebagai “Ahiba”. Ia menyebut terdapat dua rombongan yang datang, masing-masing disebut berasal dari wilayah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes.
Kedatangan tersebut, menurut penuturannya, berkaitan dengan rencana pelantikan PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru.
Ia mengatakan pihak yang datang meminta agar pelantikan ditunda dan bahkan dibatalkan.
“Intinya agar pelantikan itu dipending, syukur dibatalkan,” ujar KH Dimyati dalam tayangan tersebut.
KH Dimyati kemudian mempertanyakan alasan permintaan tersebut. Dalam penuturannya, pihak yang datang menyampaikan alasan bahwa umat Islam sedang mengalami situasi yang dianggap kisruh akibat persoalan di antara sesama umat Islam.
KH Dimyati kemudian balik mempertanyakan siapa yang dianggap membuat kekisruhan tersebut.
Ia mengatakan bahwa menurut pemahamannya, umat Islam memiliki prinsip rahmatan lil alamin selama menjalankan sesuatu sesuai syariat.
Pelantikan PC PWI-LS Tetap Berlangsung
Meskipun terdapat permintaan agar pelantikan ditunda atau dibatalkan, KH Dimyati mengatakan kegiatan pelantikan tetap berlangsung.
Sebelumnya, Ustadz Bahril Ulum dalam tayangan tersebut juga menyampaikan bahwa calon ketua PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru sempat mengalami intimidasi menjelang pelantikan. Menurut penuturan Ustadz Bahril, pelantikan akhirnya tetap berjalan meskipun terdapat keberatan dari pihak tertentu.
Setelah berdialog dengan pihak yang datang ke rumahnya, KH Dimyati mengatakan mereka akhirnya meminta maaf.
Ia menyebut dirinya tetap menerima permintaan maaf tersebut, meskipun mengaku masih memiliki keraguan terhadap sikap pihak yang datang.
Dalam penuturannya, persoalan tersebut berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai sejumlah kelompok dan tokoh agama yang menjadi bagian dari polemik yang sedang dibicarakan.
KH Dimyati kemudian menegaskan pandangannya bahwa masyarakat Indonesia, menurutnya, perlu menjalankan kehidupan beragama dan bermasyarakat sesuai tatanan yang diyakininya berdasarkan syariat Islam.
Seorang Pria Datang Meminta Bantuan untuk Anak
Beberapa waktu setelah pelantikan, KH Dimyati menceritakan adanya seorang pria yang datang ke rumahnya.
Menurut KH Dimyati, pria tersebut sebelumnya menanyakan apakah dirinya biasa membantu masyarakat dalam kegiatan tertentu, termasuk ketika ada orang yang meminta bantuan berkaitan dengan penyembelihan hewan.
KH Dimyati menjawab bahwa dirinya memang terkadang membantu apabila diminta.
Dua hari kemudian, pria tersebut kembali datang. Kali ini, menurut KH Dimyati, pria itu meminta bantuan karena anaknya yang masih kecil disebut tidak mau menyusu dan terus menangis sejak pagi.
Pria tersebut kemudian meminta KH Dimyati memberikan bantuan melalui doa.
KH Dimyati mengatakan dirinya tidak menjamin doa tersebut akan langsung membuat anak berhenti menangis. Ia menegaskan bahwa terkabul atau tidaknya doa berada dalam kehendak Allah.
“Kalau memang Allah mengijabah. Tapi kalau memang Allah enggak mengijabah, ya namanya anak nangis tetap nangis,” kata KH Dimyati.
Karena terus diminta, KH Dimyati akhirnya bersedia datang ke rumah pria tersebut.
Saat itu, ia mengaku sedang bersiap untuk melaksanakan salat Jumat. Namun, karena merasa kasihan, ia memutuskan memenuhi permintaan tersebut.
KH Dimyati Diajak Berboncengan Menggunakan Sepeda Motor
Dalam perjalanan, KH Dimyati mengatakan dirinya tidak menggunakan sepeda motor sendiri. Ia memilih ikut membonceng pria tersebut.
Perjalanan kemudian mengarah ke kawasan yang menurut penuturannya berada di sekitar wilayah Perdagangan dan makam Syekh Atas Angin.
Di tengah perjalanan, KH Dimyati mengaku merasakan ada sesuatu yang tidak biasa.
Ia mengatakan sepeda motor yang digunakan tiba-tiba mengalami gangguan. Pada saat yang sama, pria yang mengendarai sepeda motor disebut mulai mengeluarkan keringat dingin.
Tidak lama kemudian, pria tersebut disebut merasa sangat lemas.
KH Dimyati lalu meminta pengendara menghentikan sepeda motor dan beristirahat di pinggir jalan.
Menurut penuturannya, kondisi lemas tersebut terjadi secara tiba-tiba.
Pengendara Disebut Mengaku Mendapat Perintah
Setelah pria tersebut berhenti dan beristirahat, KH Dimyati mengatakan dirinya mulai menanyakan tujuan sebenarnya dari perjalanan tersebut.
Dalam penuturan KH Dimyati, pria tersebut kemudian mengungkap bahwa dirinya mendapat perintah dari seseorang untuk membawa KH Dimyati ke suatu tempat.
KH Dimyati juga menyebut adanya sejumlah orang yang disebut telah menunggu di lokasi.
Menurut penuturannya, ia menduga dirinya akan dimintai keterangan atau menghadapi tindakan tertentu.
Namun, KH Dimyati tidak memberikan bukti independen dalam tayangan tersebut untuk memverifikasi keterangan mengenai adanya rencana tersebut. Informasi itu disampaikan berdasarkan pengakuan yang menurut KH Dimyati diberikan oleh pria tersebut kepadanya.
KH Dimyati mengatakan dirinya meminta pria tersebut berkata jujur. Ia juga menyampaikan bahwa kejujuran diperlukan agar persoalan dapat diketahui dengan jelas.
Setelah pria tersebut memberikan penjelasan, KH Dimyati memutuskan meninggalkannya dan melanjutkan perjalanan pulang.
KH Dimyati Memilih Pulang untuk Salat Jumat
Dalam penuturannya, KH Dimyati mengatakan saat kejadian tersebut waktu sudah mendekati siang. Ia kemudian mencari kendaraan lain untuk pulang.
Ia menyebut membayar Rp50.000 kepada seorang warga yang baru pulang dari mencari rumput untuk mengantarkannya.
Setelah sampai di rumah, KH Dimyati melanjutkan persiapan untuk melaksanakan salat Jumat.
Ia mengatakan pria yang sebelumnya memboncengnya ditinggalkan dalam kondisi lemas. KH Dimyati menyatakan dirinya tidak mengetahui keadaan pria tersebut setelah itu.
Menurut KH Dimyati, keputusannya untuk tetap pulang berkaitan dengan niat awal yang menurutnya tidak baik. Namun, ia juga mengatakan dirinya tetap akan membantu apabila seseorang datang dengan niat yang baik.
Zikir yang Disebut Diamalkan Saat Menghadapi Situasi Mencurigakan
Dalam perbincangan tersebut, KH Dimyati juga menceritakan sebuah ajaran yang pernah diterimanya ketika berada di Kaliwungu.
Ia menyebut nama Kiai Mas Hadi sebagai sosok yang memberikan wejangan mengenai hikmah ketika menghadapi orang atau situasi yang mencurigakan.
Menurut KH Dimyati, salah satu bacaan yang diajarkan kepadanya adalah “salam salimin salimun saliman”. Ia mengatakan bacaan tersebut dianjurkan untuk tidak diputus di tengah perjalanan.
KH Dimyati kemudian mengaku membaca bacaan tersebut ketika merasa perjalanan mulai mengarah ke tempat yang tidak sesuai dengan tujuan semula.
Ia juga menghubungkan bacaan tersebut dengan kondisi pengendara yang tiba-tiba berkeringat dingin dan merasa lemas.
Namun, hubungan antara bacaan tersebut dengan kondisi fisik pengendara merupakan penafsiran dan keyakinan pribadi KH Dimyati, bukan fakta medis yang dibuktikan dalam tayangan tersebut.
KH Dimyati Menyebut Peristiwa Itu sebagai Pengalaman Pribadi
Menjelang akhir penuturannya, KH Dimyati menegaskan bahwa cerita yang disampaikan merupakan pengalaman yang dialaminya.
Ia kemudian menyampaikan pesan kepada anggota PWI-LS agar senantiasa mengingat Allah dan memperbanyak zikir.
KH Dimyati juga meminta maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian ceritanya.
Ustadz Bahril Ulum kemudian menegaskan bahwa kisah tersebut disampaikan sebagai pengalaman pribadi KH Dimyati.
Dalam tayangan itu, Ustadz Bahril meminta agar cerita tersebut tidak langsung disebut sebagai fitnah atau hoaks karena yang bersangkutan menyampaikannya sebagai pengalaman yang dialami sendiri.
Kronologi Pengalaman KH Dimyati
Berdasarkan penuturan dalam tayangan TV Alwaha, rangkaian peristiwa yang diceritakan KH Dimyati dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Menjelang pelantikan
KH Dimyati mengatakan dirinya didatangi sejumlah orang yang meminta pelantikan PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru ditunda atau dibatalkan.
2. Pelantikan tetap berlangsung
Meskipun terdapat permintaan tersebut, KH Dimyati mengatakan pelantikan tetap dilaksanakan dan dirinya kemudian resmi menjalankan tugas sebagai ketua PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru.
3. Seorang pria datang ke rumah
Beberapa waktu setelah pelantikan, seorang pria datang dan menanyakan kesediaan KH Dimyati membantu anaknya yang terus menangis.
4. KH Dimyati memenuhi permintaan
Karena merasa kasihan, KH Dimyati bersedia datang ke rumah pria tersebut meskipun saat itu waktunya sudah mendekati salat Jumat.
5. Terjadi perubahan arah perjalanan
Dalam perjalanan, KH Dimyati mengatakan sepeda motor yang dikendarai pria tersebut mengalami gangguan dan pengendara tiba-tiba berkeringat dingin serta merasa lemas.
6. Pria tersebut memberikan penjelasan
Setelah ditanya, menurut KH Dimyati, pria tersebut mengaku mendapat perintah untuk membawa dirinya ke suatu lokasi tertentu.
7. KH Dimyati kembali ke rumah
KH Dimyati kemudian memilih pulang dan melanjutkan persiapan untuk salat Jumat.
Kronologi tersebut seluruhnya bersumber dari penuturan KH Dimyati dan Ustadz Bahril Ulum dalam tayangan yang menjadi dasar artikel ini.
Pesan KH Dimyati kepada Anggota PWI-LS
Dalam bagian akhir keterangannya, KH Dimyati mengajak anggota PWI-LS untuk tetap mengingat Allah.
Ia mengingatkan agar zikir dan doa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi situasi yang dianggap mencurigakan.
Pesan tersebut disampaikan setelah ia menceritakan pengalaman yang dialaminya sebelum dan sesudah pelantikan sebagai Ketua PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru.
KH Dimyati juga mengawali keterangannya dengan doa agar PWI-LS mendapatkan hidayah dan pertolongan Allah serta dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik.
TV Alwaha Juga Menginformasikan Agenda Tabligh Akbar
Selain membahas pengalaman KH Dimyati, Ustadz Bahril Ulum dalam tayangan tersebut juga menyampaikan informasi mengenai rencana acara tabligh akbar dalam rangka memperingati Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026.
Dalam informasi tersebut disebutkan sejumlah tokoh yang direncanakan hadir, antara lain KH Imaduddin Utsman Albantani dan Gus Abbas serta Rhoma Irama.
Ustadz Bahril juga menyampaikan informasi mengenai paket suvenir acara dan cara pemesanannya melalui nomor kontak yang disebutkan dalam tayangan.
FAQ
Apa yang diceritakan KH Dimyati Muhyiddin di TV Alwaha?
KH Dimyati Muhyiddin menceritakan pengalaman yang disebutnya terjadi sebelum dan setelah dirinya dilantik sebagai Ketua PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.
Apa yang terjadi sebelum pelantikan?
Menurut KH Dimyati, dirinya didatangi sejumlah orang yang meminta agar pelantikan PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru ditunda atau dibatalkan.
Apakah pelantikan PC PWI-LS tetap berlangsung?
Menurut penuturan dalam tayangan TV Alwaha, pelantikan tetap berlangsung meskipun sebelumnya terdapat permintaan agar kegiatan tersebut ditunda atau dibatalkan.
Mengapa KH Dimyati ikut seorang pria dalam perjalanan?
KH Dimyati mengatakan dirinya diminta membantu mendoakan anak kecil milik pria tersebut yang disebut terus menangis dan tidak mau menyusu.
Apa yang terjadi dalam perjalanan?
Menurut KH Dimyati, sepeda motor tiba-tiba mengalami gangguan dan pengendara mengalami keringat dingin serta lemas. Setelah ditanya, pria tersebut disebut mengaku mendapat perintah untuk membawa KH Dimyati ke suatu tempat.
Apakah kisah tersebut sudah terbukti secara independen?
Tayangan yang menjadi dasar artikel ini hanya memuat penuturan KH Dimyati dan Ustadz Bahril Ulum. Tidak terdapat keterangan mengenai verifikasi independen terhadap seluruh klaim yang disampaikan dalam cerita tersebut.
Bagaimana KH Dimyati menjelaskan peristiwa tersebut?
KH Dimyati menyebut kejadian itu sebagai pengalaman pribadi dan meyakininya sebagai bentuk pertolongan atau maunah dari Allah.
Apa pesan KH Dimyati kepada anggota PWI-LS?
KH Dimyati mengajak anggota PWI-LS untuk mengingat Allah, berdoa dan memperbanyak zikir. Dalam penutupnya, ia menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan dalam penyampaian kisah tersebut.
Kesimpulan
Perbincangan TV Alwaha antara Ustadz Bahril Ulum dan KH Dimyati Muhyiddin membahas pengalaman KH Dimyati menjelang dan setelah pelantikannya sebagai Ketua PC PWI-LS Kecamatan Dukuhwaru.
Ia mengaku pernah didatangi sejumlah orang yang meminta pelantikannya ditunda atau dibatalkan. Setelah pelantikan berlangsung, ia juga menceritakan kedatangan seorang pria yang meminta bantuan untuk anaknya.
Dalam perjalanan menuju rumah pria tersebut, KH Dimyati mengatakan terjadi kejadian ketika pengendara tiba-tiba mengalami gangguan pada kendaraan, berkeringat dingin dan merasa lemas. Setelah ditanya, pria tersebut menurut KH Dimyati mengaku mendapat perintah untuk membawanya ke suatu lokasi.
KH Dimyati kemudian memilih kembali ke rumah untuk melaksanakan salat Jumat. Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai kejadian pribadi dan meyakininya sebagai pertolongan Allah.
Artikel ini menyajikan isi perbincangan berdasarkan keterangan narasumber dalam tayangan TV Alwaha. Cerita mengenai intimidasi, penculikan, rencana persekusi, maupun aspek spiritual dari kejadian tersebut merupakan keterangan narasumber.
Sumber berita:








